Loading...

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK DIBPP KEC. JEJAWI. OKI

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK DIBPP KEC. JEJAWI. OKI
CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK DIBPP KEC. JEJAWI. OKI Sejarah Sejarah penggunaan pupuk pada dasarnya merupakan bagian daripada sejarah pertanian. Di Indonesia, pupuk organik sudah lama dikenal para petani. Penduduk Indonesia sudah mengenal pupuk organik sebelum diterapkannya revolusi hijau di Indonesia. Setelah revolusi hijau, kebanyakan petani lebih suka menggunakan pupuk buatan karena praktis menggunakannya, jumlahnya jauh lebih sedikit dari pupuk organik, dan mudah diperoleh. Kebanyakan petani sudah sangat tergantung pada pupuk buatan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap perkembangan produksi pertanian. Jenis-Jenis Pupuk Organik Pupuk kandang Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Hewan yang kotorannya sering digunakan untuk pupuk kandang adalah hewan yang bisa dipelihara oleh masyarakat, seperti kotoran kambing, sapi, domba, dan ayam. Selain berbentuk padat, pupuk kandang juga bisa berupa cair yang berasal dari air kencing (urine) hewan Pupuk Hijau Daun Pupuk hijau adalah pupuk organik yang berasal dari tanaman atau berupa sisa panen. Bahan tanaman ini dapat dibenamkan pada waktu masih Hijau atau setelah dikomposkan. Sumber pupuk hijau dapat berupa sisa-sisa tanaman (sisa panen) atau tanaman yang ditanam secara khusus sebagai penghasil pupuk hijau Kompos. Kompos merupakan sisa bahan organik yang berasal dari tanaman, hewan, dan limbah organik yang telah mengalami proses dekomposisi atau fermentasi. Jenis tanaman yang sering digunakan untuk kompos di antaranya jerami, sekam padi, tanaman pisang, gulma, sayuran yang busuk, sisa tanaman jagung, dan sabut kelapa Humus Humus adalah material organik yang berasal dari degradasi ataupun pelapukan daun-daunan dan ranting-ranting tanaman yang membusuk (mengalami dekomposisi) yang akhirnya mengubah humus menjadi tanah. Bahan baku untuk humus adalah dari daun ataupun ranting pohon yang berjatuhan, limbah pertanian , sisa kotoran peternakan dan sampah rumah tangga. Manfaat Pupuk Organik : Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan. Sumber bahan untuk membuat pupuk organik sangat beranekaragam. Cara Membuat Pupuk Organik padat. Pupuk Organik dari kotoran ternak Kotoran Ternak 20 Kg 2. Dedak 1 kg. 3. Sekam 20 kg. 4. Gula 1 sdm 5. EM-4 20 ml (2 sdm) Air secukupnya Cara Pembuatan : Larutkan EM4 dan gula ke dalam air 3-5 ltr bisa ditambah dan dikurangi sesuaikan kondisi kelembaban kotoran. Kotoran Ternak, sekam dan dedak dicampur secara merata. Disiram larutan secara berlahan-lahan ke dalam adonan secara merata, sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan, bila kepalan dilepas, maka adonan akan mekar. Adonan digundukkan di atas ubin yang kering dengan ketinggian 15-20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni, selama 3-4 hari. Pertahankan suhu gundukkan adonan 40-50C. Bila suhu lebih dari 50oc, maka harus membuka karung goni dan dilakukan pengadukan serta percikkan air secukupnya Setelah 1 s/d 2 minggu saat suhu sudah stabil dan warna pupuk organik menjadi lebih gelap (coklat tua ataupun hitam) itu pertanda telah terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik. Pupuk Organik dari Jerami Padi. Jerami 20 kg termasuk berbagai sampah pekarangan, daun daun, rumput dll. Pupuk Kandang 20 kg. Dedak 1kg. Sekam 20 kg. Gula pasir 1 sdm EM 4 20 ml (2 sdm) Air secukupnya . Cara pembuatan sama dengan diatas. III. Pupuk Organik cair. pupuk organik cair dari urine kelinci Bahan : Urin Kelinci : 10 liter Laos / Lengkuas : 0,5 kg Temu ireng : 0,5 kg Kencur : 5 kg Kunyit : 5 kg EM4 : 20 – 40 cc gula merah : 0,2 liter Alat : Pisau, Alu dan Lumpang , Penggiling daging ,Drum Plastik. Cara Membuatnya : Semua empon-empon diiris-iris pakai pisau kemudian ditumbuk Sesudah ditumbuk kemudian digiling Masukan urin kelinci dalam drum yang sudah disiapkan. Masukan semua empon-empon, tetes, EM4, . Aduk sampai rata kira-kira ½ jam. Tutup drum dan diamkan. Letakan drum di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan curah air hujan langsung. Setiap hari aduk dua kali dan tutup kembali. Dalam waktu sekitar 14 hr, campuran air kencing kelinci sudah jadi dan dapat digunakan untuk pupuk organik cair. Cara penggunaan : 250 ml pupuk organik cair urien kelinci plus dicampur dengan 14 liter air bersih, dan semprotkan pada seluruh bagian tanaman. Selain dapat memperbaiki struktur tanah, pupuk organik cair urin kelinci Plus bermanfaat juga untuk pertumbuhan tanaman, herbisida pra tumbuh dan sekaligus dapat mengendalikan serangan hama penyakit. Pupuk organic cair dari kotoran ternak/ sampah Alat dan Bahan : Kotoran ternak/ daunan/ sampah organic Ragi tape/ EM 4 Drum/ tong kapasitas 100 ltr. Cara membuat : 2/3 drum diisi kotoran ternak/daunan/sampah orgaik. tabur 3-5 butir ragi tape yang sudah dihaluskan+ EM 4. isi air sampai dengan menutupi 1/3 bagian sisa, lalu tutup hingga rapat. setiap 1 hari buku penutup drum, aduk-aduk selama 5 menit. Pupuk cair organic siap digunakan setelah 7 hari. Setelah satu pekan, pupuk dapat digunakan. Paling cocok untuk diterapkan pada tanaman hortikultura.Sebelum digunakan untuk memupuk, campurkan 15 cc air POC ke dalam 1 liter air. Berikan pada tanaman 1 minggu 1 kali. Sumber : https://alamtani.com Disusun oleh : Andi Wihartono. SP NIP : 19820722 201706 1001 Penyuluh Pertanian Wibi Karang Agung Kecamatan Jejawi. Kab. OKI