Telur pindang mempunyai warna coklat yang khas, telur pindang ini sebagai pelengkap masakan Indonesia, misalnya gudeg, rawon, soto. Sejalan dengan meningkatkannya perekonomian masyarakat Indonesia dan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan bahan pangan bergizi khususnya daging, susu dan telur akan semakin meningkat pula. Hal ini disebabkan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi bagi keluarganya. Menurut aturan gizi yang normal, yang ditetapkan oleh Widya Karya Pangan dan Gizi, LIPI, tahun 1988, manusia membutuhkan 4,5 gr protein hewani asal ternak per kapita per hari. Nilai tersebut dapat diperoleh melalui konsumsi 6 kg daging, 4 kg air susu dan 6 kg telur per kapita per tahun. Dalam hal ini, protein hewani mengandung asam amino esensial (yang tidak dapat dibuat oleh tubuh) yang lengkap dan seimbang serta sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia terutama bagi pertumbuhan dan fungsi susunan syaraf. Pada anak-anak, baik Balita maupun usia sekolah yang sering mengkonsumsi makanan (bahan pangan) dengan protein hewani tinggi, akan memperlihatkan pertumbuhan yang cepat, cerdas, dan mempunyai daya tahan tubuh yang kuat sehingga badan/tubuhnya menjadi sehat. Di Indonesia pengolahan bahan pangan dikenal dengan nama empat sehat lima sempurna, yaitu : 1) Makanan pokok, bahan pangan karbohidrat; 2) Lauk pauk, bahan pangan protein hewani; 3) Sayuran; 4) Buah-buahan dan 5) Susu. Lauk pauk diantaranya berupa telur ayam. Telur ayam merupakan produk asal ternak/hewan yang lazim dikonsumsi oleh masyarakat. Telur ayam mengandung gizi yang sempurna karena dalam telurhampir terdapat semua jenis gizi yang diperlukan oleh tubuh seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang berguna untuk mengaktifkan proses-proses yang diperlukan sebagai motor kehidupan dalam tubuh. Selain nilai gizi telur tinggi, telur juga mempunyai daya cerna yang tinggi pula yaitu 96 %. Manfaat telur : 1) Telur sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tubuh yaitu diperlukan bagi ibu hamil terutama untuk pertumbuhan tubuh yaitu dalam kandungannya serta bagi balita yang sedang tumbuh; 2) Telur juga bermanfaat bagi ibu menyusui, yaitu selain untuk produksi ASI juga dibutuhkan hidup pokok sendiri; 3) Telur bermanfaat bagi orang dewasa dan orang lanjut usia, yaitu untuk memenuhi kehidupan hidup pokok. Untuk menjaga kesehatan diperlukan 1 butir telur sehari sebagai sumber protein hewani, apabila kita bandingkan dengan daging maka dalam 50 gram daging mengandung 9 gram protein setara dengan telur ayam negeri dengan berat 60 gram atau 1 butir telur dan setara dengan 2 butir telur ayam kampung dengan berat 60 gram. Dalam hal ini, telur ayam bisa dibuat menjadi telur pindang. Telur pindang mempunyai warna coklat yang khas, telur pindang ini sebagai pelengkap masakan Indonesia, misalnya gudeg, rawon, soto. Adapun cara membuat telur pindang, seperti berikut. Bahan yang diperlukan untuk membuat telur pindang dari telur ayam 1/2 kg (8 butir), yaitu : 1000 ml air untuk merebus , 20 lembar daun jambu biji, 3 lembar daun salam, 2 cm lengkuas dimemarkan, dan 1 sendok makan. Cara membuat telur pindang : 1) Rebus telur bersama daun jambu biji, daun salam, lengkuas dan garam dengan api sedang; 2) Bila ingin telur pindang bertekstur seperti marmer, 15 menit setelah mendidih angkat. Pukul-pukul perlahan dengan sendok sehinggga kulitnya retak-retak; 3) Masukan kembali ke dalam air rebusan, masak hingga air habis. Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam membuat telur pindang, yaitu : 1)Agar telur mudah dikupas, begitu diangkat dari air rebusan segera siram dengan air dingin; 2) Bila telur pecah sewaktu direbus dan putihnya keluar, segera bubuhkan garam atau cuka ke dalam air rebusan, agar putih telur berhenti mengalir keluar dan kuning telur memadat; 3) Daun jambu biji bisa diganti dengan kulit bawang merah. Dengan mengetahui dan memahami cara telur ayam pindang, selamat mencoba "membuat telur ayam pindang" semoga rasanya enak dan disukai yang mengkonsumsinya/penikmatnya. Selamat mencoba.............................. Penulis : Sri Hartati (Pusat Penyuluhan Pertanian) Sumber : 1) Brosur/Buku "Pengolahan Bahan Pangan Hasil Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan 1999; 2) Petunjuk Teknis Pengolahan Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan 1998