Loading...

Cara Memilih Telur Tetas Ayam Buras

Cara Memilih Telur Tetas Ayam Buras
Ternak ayam bukan ras (buras) yang banyak kita temui di desa-desa khususnya di pulau Jawa disebut juga Ayam Kampung adalah ternak yang banyak dibudidayakan secara konvensional oleh pemiliknya. Ternak ayam ini mudan dan banyak sekali dibudidayakan oleh masyarakat karena tidak perlu perawatan khusus, tidak perlu tempat yang khusus dan makanannyapun juga seadanya bahkan banyak kita jumpai ternak ini dibiarkan bebas untuk hidup dan mencari makan sendiri. Biasanya diternakan secara subsisten atau sampingan hanya sekedar punya dan secara tak langsung hanya bertujuan untuk memanfaatkan sisa-sisa makanan dan lahan kosong. Padahal ternak ini bisa memberikan manfaat atau penghasilan tambahan yg cukup baik bila diternakan secara intensif.Ayam ini menghasilkan telur dan daging yang sangat baik bagi kesehatan yang punya cita rasa tersendiri dan harga telur dan dagingnya yang cukup mahal bila dibandingkan dengan ayam pedaging atau ayam Ras/Broiler. Untuk budidaya ayam buras yang baik dan intensif telah dilakukan oleh Bapak Slamet, anggota Kelompok Tani Dewi Sri VI desa Pandean Kecamatan Kandangan. Keberhasilan ternak ayam buras ini selain dari pemilihan induk yang baik juga pemilhan calon telur yang baik. Baiklah kita ikuti mulai pemilihan telur tetas Ayam Buras yang baik. Syarat Utama untuk budidaya ayam buras adalah memilih calon telur tetas yang baik. Telur tetas yang baik berasal dari induk yang baik dan kualitas telur yang baik. Kualitas telur yang baik berasal dari induk betina dan jantan yang baik dan terbuahi atau vertil. Tujuannya adalah agar telur-telur yang akan ditetaskan bisa menetas semuanya dan mendapatkan kualitas bibit yang unggul. CARA MEMILIH TELUR TETAS YANG BAIK Kulit telur halus, tidak retak dengan kulit telur yang rata dan halus tidak bergelombang dini dimaksudkan isi telur tidak terkontaminasi dengan udara luar. Kulit telur yang tidak retak bertujuan supaya embrio dalam telur tidak terkontaminasi dengan bakteri sehingga bisa mati sebelum berkembang. Kulit telur bersih dari kotoran. Kalau ada telur yang kotor bisa dibersihkan dengan cara dilap dengan air hangat dengan tujuan biar kotoran yang mengandung bakteri ini tidak masuk ke dalam kulit telur. Telur yang mempunyai ukuran Standart Telur tidak terlalu besar atau kecil, bentuk telur bulat-lonjong (oval), Ukuran berat telur rata-rata 40 gram – 45 gram/biji. Warna Cangkang cenderung pada gelap Karena dengan warna ini embrio dalam telur akan terjag dengan baik. Telur harus fertil atau terbuahi Bisa dilihat dengan cara teropong dengan cahaya lampu senter. Umur telur setelah dikeluarkan oleh induk ayam betina tidak boleh lebih dari 7 hari disimpan diudara kamar, karena telur terus mengalami perkembangan embrio yang tidak sempurna dan telur kebanyakan kopyor. Sambil menunggu jumlah telur yang diinginkan untuk ditetaskan sebaiknya telur di letakkan pada eggtry dengan posisi yang tumpul di atas dan disimpan dakam ruangan atau kulkas dengan suhu maximum 10°C Oleh : Budi Rianto, S.Pt, MMA