Loading...

CARA MENYIMPAN BENIH SAYURAN

CARA MENYIMPAN BENIH SAYURAN
Penyimpanan benih pada dasarnya bertujuan untuk mempertahankan viabilitas benih selama periode simpan yang lama, sehingga ketika akan digunakan lagi benih masih mempunyai viabilitas yang tidak jauh berbeda dengan sebelum benih disimpan. Benih sayuran dapat dipanen dan disimpan untuk ditanam lagi di masa mendatang, tetapi tidak semua jenis sayuran dapat disimpan benihnya. Jenis sayuran yang dapat dipanen dan disimpan misalnya jenis sayuran seperti kacang-kacangan, cabai, mentimun, terong, wortel, bayam, sawi, dlll. Sedangkan untuk benih dari varietas hibrida tidak dapat disimpan untuk ditanam kembali, karena generasi pertama dari benih hibrida dihasilkan dengan cara menyilangkan dua varietas yang berbeda. Benih dari tanaman hibrida bersifat mandul atau akan tumbuh menjadi tanaman yang ciri-cirinya berbeda dari tanaman induknya, dilihat dari (sifat tanaman, usia panen, hasil dan keseragaman antar tanaman bervariasi). Untuk menyimpan benih kita perlu memilih tanaman yang sesuai, memanen benih tepat waktu dan menyimpan benih dengan cara yang benar. Setelah dipanen, sangat penting untuk menyimpan benih dengan benar supaya tetap hidup untuk ditanam kembali di kemudian hari. Benih yang baru saja dipanen tidak boleh segera disimpan ke dalam kantong plastik karena masih memiliki tingkat kelembaban yang tinggi sehingga akan membusuk. Sebelum disimpan benih harus dikeringkan terlebih dahulu. Perlu diingat juga bahwa benih tersebut masih hidup tetapi bernafas secara perlahan-lahan. Untuk menjaga supaya benih tetap hidup dalam jangka waktu yang panjang, benih perlu disimpan pada suhu dan kelembaban yang rendah. Menurut Kartini Luther ada beberapa faktor yang perlu di pertimbangkan dalam menyimpan benih agar benih dapat bertahan lama, antaralain: Kelembaban, benih akan menyerap kelembaban dari lingkungan sekitarnya. Kelembaban udara yang tinggi menyebabkan aktifitas pernapasan yang tinggi dan meningkatkan penggunaan energi yang tersimpan dalam benih. Benih harus dikeringkan lebih dahulu sehingga kandungan airnya mencapai 7 - 8 % sebelum disimpan. Simpanlah benih didalam wadah dengan tutup yang rapat.Kondisi gelap, sinar matahari akan memperpendek usia hidup benih, oleh sebab itu dalam menyimpan benih sebaiknya menggunakan botol yang berwarna gelap atau wadah yang tidak tembus pandang untuk melindungi benih dari sinar matahari. Sedangkan jika menggunakan wadah yang jernih, letakkan wadah benih ke dalam kantong kertas untuk melindungi dari sinar matahari. Suhu, suhu yang ideal untuk menyimpan kebanyakan benih sayuran adalah kurang dari 15 °C. Benih dapat disimpan di dalam wadah kedap udara dan diletakkan di dalam lemari pendingin. Untuk penyimpanan jarak pendek, simpanlah benih di tempat yang sejuk, kering dan gelap. Kebanyakan benih sayuran dapat disimpan lama bila benih disimpan ke dalam kantong kertas, kantong kain atau jaring, botol, kaleng atau kantong aluminium foil. Benih diberi label yang jelas berisi nama varietas, tahun, dan informasi-informasi lainnya yang berguna selanjutnya menyimpan benih di tempat yang sejuk dan kering. Demikian materi tentang cara menyimpan benih sayuran yang dikutip dari buku ‘panduan untuk petani tentang panen dan menyimpan benih sayur-sayuran’, semoga bermanfaat. ( Titiek Ismaryati )