Jamur Trichoderma sp dikenal oleh para petani karena kemampuannya sebagai agensia hayati dan decomposer bahan organic. Salah satunya adalah Trichoderma harzianum. Selaras dengan tuntutan jaman yang menghendaki lingkungan yang lestari dan menguntungkan dalam segi ekonomi,serta kesehatan manusia baik sebagai produsen maupun konsumem maka dewasa ini Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dilaksanakan dengan memadukan berbagai teknik yang disebut dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Salah satunya adalah upaya aplikasi dengan memanfaatkan jamur Trichoderma sp. yang dapat berfungsi sebagai agen antagonis. Perananya dalam pengendalian biologis adalah sebagai agen antagonis yang hidup dalam tanah. Mekanisme antagonis dapat berfungsi untuk: menghancurkan Inokulum patogen, mencegah patogen mengkolonisasi tanah kembali, melindungi perkecambahan biji dan akar dari infeksi.PerananBeberapa species Trichoderma sp. bersifat antagonis yang menyebabkan kematian dan menghancurkan hifa inangnya dengan sekresi satu atau lebih antibiotik dengan sifat hiperparasit dan persaingan hara maupun ruang OPT SasaranYang menjadi sasaran jamur Trichoderma sp adalah berbagai penyakit yang diakibatkan cendawan tular tanah seperti : Layu FusariumBusuk buah Antraknosa ColletotrichumLayu bakteri Pseudomonas solanacearumBusuk pangkal batang Phytoptora sp. BahanBibit (stater Trichoderma F1) Beras, Alkohol, Air bersih, Kapas, kantongplastik, lilin, selotif dan Minyak tanah sbg bahan bakar komporAlatEmber, Baskom, Stapler, Kipasan, Dandang, Nyiru, Sendok, Centong dan Kompor Penyiapan MediaBeras direndam selama 30-60 menit selanjutnya cuci sampai bersih kemudian ditiriskan terus dikukus hingga setengah masak dan dinginkanPengemasanMedia(nasi setengah masak) setelah dingin masukan kedalam kantong plastik dibentuk gulungan kemudian diselotif selanjtnya masukan kedalam dandang untuk proses strerilisasiSterilisasiKukus media tersebut selama 2–3jam setelah itu angkat dan dinginkan InokulasiMasukan stater kedalam media kemudian tutup kemasan/kantong plastik dengan stapler.Perlu diperhatikan proses inokulasi tersebut pada ruangan yang strerilInkubasiSusun kemasan yang berisi media + stater secara berjajar dan simpan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.,setelah 4 – 7 hari media akan ditumbuhi oleh cendawan pada awalnya berwarna putih kemudian berubah jadi hijau selanjutnya media siap diaplikasikan (Sigit Sapto Wibowo, BPTP Kalimantan Barat) Sumber: Unit Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTPH) Provinsi Kalimantan Barat, 2010