Loading...

Cara panen kedelai hitam Melika

Cara panen kedelai hitam Melika
Kedelai hitam Melika merupakan salah satu varietas yang telah ditanam oleh petani yang mengikuti kemitraan dengan PT. Unilever Indonesia, Tbk. Sejak program kemitraan dirintis pada tahun 2003, sudah lebih dari 7.000 petani dan 126 kelompoktani terlibat dalam kemitraan ini. Mereka tersebar di Bantul, Kulonprogo, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, Madiun, Trenggalek, serta daerah lain di Jawa Timur dan Yogyakarta. Luas areal yang ditanami hingga akhir tahun 2010 mencapai 1.800 ha dan akan meningkat setiap tahunnya. Kebutuhan konsumsi kedelai di Negara kita, mencapai 2.4 juta ton setiap tahunnya, kebutuhan ini belum dapat dicukupi dari produk dalam negeri., dan untuk mencukupi kekurangannya, Indonesia masih harus mengimpor kedelai dari Amerika Serikat, Malaysia, Argentina, Kanada da Thailand. Dilihat dari peluang pasarnya, usaha budidaya kedelai hitam di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, Terlebih lagi lahan potensial untuk tanaman kedelai di Indonesia cukup luas, yaitu sekitar 1.4 juta hektar. Salah satu faktor terpenting dari aspek budidaya yang sangat menentukan kualitas hasil atau poduk dari kedelai hitam varietas Malika setelah faktor-faktor budidaya lainnya dilaksanakan dengan baik, adalah penentuaan waktu panen dan cara panen. Hal-hal perlu diperhatikan dalam kegiatan panen kedelai hitam Melika dapat disampaikan sebagai berikut : 1) Kreteria Tanaman siap Panen : Tanaman kedelai hitam varietas Melika sudah bisa dipanen setelah memenuhi kriteria berikut : • Umur tanaman telah mencapai masak penuh atau masak fisiologis, yaitu berumur sekitar 85 - 90 hari setelah tanam (hst). • Polong berwarna cokelat tua dan kering. • Sebagian besar daun menguning, kemudian menjadi cokelat dan rontok . • Batang tanaman berwarna kecokelatan. 2) Memastikan Panen Tepat Waktu : Untuk mengetahui dan memastikan bahwa kapan kedelai akan dipanen dengan tepat waktu maka caranya, ambillah beberapa contoh polong. Setelah itu, buka polongnya untuk melihat bijinya, dan jika bijinya sudah keras, berwarna hitam, berarti tanaman sudah bisa dipanen. 3) Waktu Panen : Waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena kondisinya masih lembab. Jika dilakukan pada siang hari, dikhawatirkan polong pecah karena kondisi cuaca yang panas. Dengan panen tepat waktu, kehilangan hasil panen di lapangan dapat dikurangi seminimal mungkin. 4) Cara panen : Adapun cara panen yang baik adalah sebagai berikut : • Siapkan sabit yang tajam sebagai alat pemotong batang tanaman. • Rebahkan tanaman, kemudian letakkan sabit pada bagian pangkal batang, lalu potong tanaman. • Kumpulkan hasil panen di suatu tempat yang mudah untuk di jangkau. Akan lebih baik, tempat pengumpulan hasil panen diberi alas supaya menghindari tercecernya polong yang lepas. • Setelah terkumpul banyak, ikat yang rapi agar mudah dalam pengangkutannya. • Jika sudah siap, segera angkut hasil panen ke lokasi proses pascapanen. Dengan mengetahui, kreteria tanam siap panen dan penentuan waktu tanam serta cara panen yang baik, maka kemungkinan kehilangan hasil pada saat panen dapat diminalkan. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com Sumber : 1) Petunjuk Praktis Kedelai Hitam, 2012. Penebar Swadaya. Bogor. 2) Sumber Gambar : http://angin-nganjuk.blogspot.com