Loading...

Cara Panen untuk Menjaga Kualitas Buah Jeruk Keprok

Cara Panen untuk Menjaga Kualitas Buah Jeruk Keprok
Buah jeruk siap dipanen Buah jeruk keprok sangat disukai oleh masyarakat dalam negeri maupun manca negara karena mempunyai rasa manis dan segar, kulitnya pun menarik dan mudah dikupas. Pada umumnya jeruk ini dikonsumsi dalam bentuk segar atau tidak diolah terlebih dahulu, maka kondisi fisik buah jeruk keprok perlu dijaga agar tetap segar dan tidak rusak. Kondisi buah layu dan rusak dapat mengurangi kandungan gizi dan akan menurunkan harga atau dapat tidak laku dijual sama sekali. Petani jeruk harus menjaga kualitas buah mulai dari kegiatan panen dengan memperhatikan serta menerapkan cara panen buah jeruk dengan baik, karena kerusakan buah dapat disebabkan cara panen yang tidak baik. Buah jeruk keprok dapat dipanen harus diperhatikan beberapa hal, antara lain: umur tanaman, waktu panen, umur buah, ciri-ciri fisik, saat petik panen, dan pengangkutan ke tempat pengepakan. Tanaman jeruk yang ditanam dari biji akan lebih lama berproduksi dibanding dengan tanaman jeruk yang ditanam dari bibit cangkok atau okulasi. Pada umumnya tanaman jeruk yang ditanam dengan benih okulasi mulai berproduksi pada umur sekitar 3 tahun setelah tanam, meskipun jumlah produksi masih sedikit dan pada umur 5 tahun produksi jeruk baru akan mulai banyak. Rata-rata produksi buah jeruk keprok antara 200 - 1.500 buah per pohon per tahun. Waktu panen jeruk keprok dapat diperhitungkan mulai dari masa pembungaan. Tanaman jeruk berbunga sangat dipengaruhi oleh iklim, umumnya berbunga pada awal minggu pertama terjadinya hujan setelah masa kering/kemarau. Biasanya tanaman jeruk berbunga pada bulan November sampai Desember, sehingga buah jeruk dapat dipanen pada bulan Juni - Juli. Buah jeruk keprok mempunyai sifat non klimaterik, yaitu buah yang tidak mengalami proses pematangan setelah buah dipetik dari pohonnya. Oleh karena itu, buah jeruk keprok dipanen harus sudah waktunya panen, jangan terlalu muda dan jangan terlalu tua, dalam keadaan matang optimal, dan telah memiliki rasa buah yang diinginkan. Buah jeruk keprok yang dipanen sebelum waktunya, akan mempunyai rasa masam dan aromanya tidak berkembang. Buah jeruk keprok siap dipanen pada umur antara 28 - 38 minggu atau 7 - 8 bulan dari bunga mekar dan tingkat kematangan buah pada umur ini sekitar 80%. Kematangan buah dalam satu pohon tidak serentak, sehingga proses pematangan buah secara keseluruhan dalam satu pohon tidak seragam. Ciri-ciri fisik jeruk keprok dapat dipanen, antara lain: kulit buah kekuningan, buah tidak terlalu keras bila dipegang dan bagian buahnya agak empuk dan bila dijentikan dengan jari tidak berbunyi nyaring. Penyemprotan pestisida harus dihentikan 14 hari sebelum buah jeruk dipanen, untuk menghindari terjadinya kontaminasi dan keamanan bagi kesehatan. Saat petik buah untuk panen jeruk keprok sebaiknya dilakukan pada saat kulit buah tidak basah. Hindari pemetikan buah jeruk pada saat hujan atau terlalu pagi saat embun masih menempel di kulit buah. Saat petik buah sebaiknya pada jam 9 pagi sampai sore atau suhu udara tidak terlalu panas tetapi tidak berembun. Cara panen atau memetik buah jeruk keprok sebagai berikut: dipotong dari tangkainya dengan menggunakan gunting pangkas dan dipotong sekitar 3 - 5 cm. Sisa tangkai ini untuk menghindari busuk di pangkal buah dan buah lebih tahan lama di penyimpanan. Bila dipetik manual atau tidak menggunakan gunting, harus dilakukan secara hati-hati dan masukan buah dalam kantong agar tidak rusak. Hindari memetik jeruk dengan menjatuhkan ke tanah. Untuk cabang yang tinggi sebaiknya menggunakan tangga, untuk mengurangi resiko kerusakan tanaman. Hasil panen buah jeruk diseleksi dengan membuang buah jeruk yang rusak atau busuk sebagai sortasi awal. Selanjutnya buah jeruk hasil panen ditempatkan dalam keranjang plastik, lalu diangkut ke tempat pengepakan dengan kendaraan. Tumpukan keranjang dalam kendaraan jangan lebih dari tiga susun per tumpukan dan diusahakan tidak terkena sinar matahari langsung. Sesampainya di tempat, pembongkaran keranjang dilakukan dengan hati-hati agar buah jeruk tidak mengalami kerusakan mekanis maupun fisik dan diletakan pada tempat yang sejuk. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Budidaya Jeruk (Citrus sp.). Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2011. 2. Redaksi Agro Media. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. 2009.