Loading...

CARA PEMBUATAN BOKASHI

CARA PEMBUATAN BOKASHI
CARA PEMBUATAN BOKASHI Kompos merupakan hasil fermentasi atau dekomposisi dari bahan-bahan organik seperti tanaman, hewan, atau limbah organik lainnya. Kompos yang digunakan sebagai pupuk disebut pupuk organik karena bahan penyusunnya terdiri dari bahan-bahan organik. Sifat kompos adalah : 1) Memperbaiki struktur tanah; 2) Memperbesar daya ikat tanah berpasir; 3) Meningkatkan daya ikat air pada tanah; 4) Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah; 5) Mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara; 6) Membantu pelapukan bahan mineral; 7) Memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikroba; 8) Menurunkan aktivitas mikroorganisme yang merugikan. Larutan Effective Microorganism 4 (EM4) ditemukan pertama kali oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus Jepang dengan kandungan mikroorganisme sekitar 80 genus. Mikroorganisme tersebut dipilih yang dapat bekerja secara efektif dalam memfermentasikan bahan organik. Dalam proses fermentasi bahan organik, mikroorganisme akan bekerja dengan baik apabila kondisinya sesuai, yaitu apabila dalam kondisi anaerob, pH rendah (3-4), kadar gula tinggi, kadar air 30-40%, dan suhu sekitar 40-50oC.Kompos yang dihasilkan melalui proses fermentasi dengan pemberian EM4 dinamakan BOKHASI. Kata BOKHASI diambil dari bahasa Jepang yang artinya bahan organik yang terfermentasi. Bahan yang digunakan dalam praktikum pembuatan bokashi pupuk kandang adalah :- Pupuk kandang = 19 kg- Dedak = 3.125 kg- Sekam padi = 9,4 kg- Gula yang telah dicairkan = 12,5 ml (2,5 sdm)- EM-4 = 31,25 ml- Air secukupnya Alat yang digunakan dalam praktikum pembuatan bokashi pupuk kandang adalah : - Timbangan - Thermometer - Sekop/Cangkul - Ember - Gelas ukur - Karung goni Langkah Kerja1. Campur semua bahan yang akan dibuat bokashi menjadi satu dan aduk hingga merata.2. Larutkan EM-4 dan gula ke dalam air, kemudian aduk secara perlahan hingga merata.3. Siramkan larutan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam campuran bahan bokashi. Kadar air dalam campuran sekitar 30%. Tandanya, bila adonan dikepal maka air tidak akan menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan tidak menjadi pecah. Tetapi akan retak atau pecah jika disentuh dengan jari.4. Campuran bahan digundukan diatas lantai yang kering dengan ketinggian 15-20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 4-7 hari.5. Selama proses fermentasi sebaiknya temperatur campuran bahan dijaga agar tetap 35-450C, Jika suhu lebih dari 500C sebaiknya campuran diaduk dengan cara membolak baliknya.6. Selesai dibalik, tutup kembali dengan karung goni.7. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi pembusukan.8. Pengecekan suhu sebaiknya dilakukan dua kali sehari (pagi dan sore).9. Setelah 4-7 hari bokashi telah terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik. (Sumber : Lap.Praktikum Indra Gunawan,SST.)