Loading...

Cara Pemeliharaan tanaman Sawi Hijau

Cara Pemeliharaan tanaman Sawi Hijau
Sawi hijau atau Caisin (Brassica sinensis L.) adalah tanaman jenis sayuran yang dapat ditanam disepanjang tahun. Sawi juga dapat hidup di berbagai tempat, baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Namun, sawi kebanyakan dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian antara 5-1200m dpl, baik di sawah, ladang, maupun pekarangan rumah. Sawi termasuk tanaman yang tahan terhadap cuaca, pada musim hujan tahan terhadap terpaan air hujan, sedang pada musim kemarau juga tahan terhadap panasnya cuaca yang menyengat, asalkan dibarengi juga dengan penyiraman secara rutin. Budidaya sawi hijau sebenarnya tidak terlalu sulit, karena prosesnya hampir sama dengan proses budidaya tanaman lain yang masih dalam satu keluarga dengan sawi, yakni: broccoli, lobak, kubis bunga serta kubis krop. Namun demikian, bukan berarti Anda boleh sembarangan dalam menanam sawi hijau, karena akan memberikan hasil yang kurang maksimal, jika ada kesalahan dalam proses penanaman. Pemeliharaan tanaman Untuk proses pemeliharaan, memiliki bebrapa aspek seperti ; Penyiraman Hal pertama yang harus diperhatikan dalam perawatan adalah penyiraman. Penyiraman tergantung pada musim. Jika musim penghujan datang dan curah hujan berlebihan, maka pengurangan air harus dilakukan. Tetapi jika sebaliknya, yakni jika air kurang karena datangnya musim kemarau, maka harus dilakukan penambahan air, agar kecukupan bagi tanaman sawi senantiasa terpenuhi. Jika tidak terlalu panas, penyiraman dapat dilakukan sehari sekali, bisa pada pagi hari atau sore hari. Perajangan , yaitu dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Penjarangan dilakukan setelah 2 minggu penanaman. Penyulaman, yakni tindakan penggantian tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit dengan tanaman baru. Selain penyulaman, lakukan pula penyiangan sebanyak 2 – 4 kali selama masa tanam, atau disesuaikan dengan keberadaan gulma pada bedengan. Penyiangan dapat dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Jika dirasa perlu, pada saat melakukan penyiangan, lakukan pula penggemburan dan pengguludan tanah. Selama proses pemeliharaan, perlu pula dilakukan pemupukan tambahan, yakni setelah 3 minggu masa tanam. Pupuk yang diberikan berupa pupuk urea sebanyak 50 kg untuk setiap hektar lahan. Cara pemupukan dapat dilakukan dengan melarutkan satu sendok teh (sekitar 25 gram) ke dalam 25 liter air. Larutan tersebut disiramkan di atas tanaman yang ada di bedengan seluas 5 m2 untuk setiap takaran. Untuk menanggulangi hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman sawi, seperti kumbang daun, ulat daun, dan penyakit busuk akar, dapat dilakukan secara mekanik. Usahakan untuk menghindari pemakaian pestisida. Jika terpaksa, usahakan dipakai 2 minggu sebelum panen. PANEN DAN PASCA PANEN Pada umur 40-50 hari dari umur semai, tanaman sawi sudah dapat dipanen. Untuk tanaman yang pertumbuhannya baik, disetiap satu hektar lahan dapat menghasilkan 1- 2 ton sawi hijau. Cara untuk memanen sawi ada beberapa macam,, yakni: memotong pangkal batang, mencabut seluruh tanaman, atau memetik daunnya satu per satu. Beberapa aktifitas yang dilakukan pada pasca panen, diantaranya adalah: Membawa hasil panen sesegera mungkin ke tempat yang teduh agar tidak cepat layu karena sinar matahari, Bersihan sawi tersebut dengan membuang tanah yang melekat pada sawi atau dengan memotong bagian yang tidak penting, kemudian cucilah dengan menggunakan air guna memperpanjang kesegaran sawi, Sortir hasil panen dengan membuang kotoran gulma serta sawi yang kurang baik, Sawi yang telah disortir tersebut selanjutnya disusun dengan posisi berdiri, dan tidak terlalu rapat, Beri percikan air secukupnya agar sawi tidak layu dan siap dipasarkan. M. Hasan Kusen, SP. Penyuluh Pertanian BPP. Cerme