Loading...

CARA PENGAMBILAN CONTOH GAS GAS RUMAH KACA DI LAHAN SAWAH

CARA  PENGAMBILAN CONTOH GAS GAS RUMAH KACA DI LAHAN SAWAH
Pemanasan global berdampak pada semua sendi kehidupan diantaranya berpengaruh terhadap sektor pertanian seperti adanya pergeseran musim tanam dan terjadinya iklim ekstrim seperti La Nina (berdampak terjadinya banjir) dan El-Nino (berdampak terjadinya kekeringan). Pemanasan global terjadi karena meningkatnya emisi gas rumah kaca/GRK (CH4, Co2 dan N2O) yang disebabkan karena ulah manusia yang mengelola sumberdaya alam tidak bijaksana sehingga merusak keseimbangan alam. Penyebab lain adalah aktivitas industri/pabrik yang mengasilkan gas CO2, CH4 dan N2O. Tiga gas utama sumber emisi GRK dari sektor pertanian adalah gas CH4 dihasilkan dari dekomposisi bshsn orgsnikpada kondisi anaerob di lahan sawah, proses pencernaan ruminansia dari kotoran ternak dan gas CO2 sebagian besar dilepaskan melalui proses pembusukan mikrobia, pembakaran seresah danbahan organic, sedangkan gas N2O disebabkan karena penggunaan pupuk nitrogen yangberlebihan. Terkait dengan pentingnya penurunan emisi GRK di sector pertanian, Kementerian Pertanian telah mempunyai Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) yang merupakan unit kerja dibawah Badan Litbang Pertanian yang diberi tugas untuk melakukan penelitian emisi GRK sektor pertanian. Mengingat isu pemanasan global sangat penting dan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi GRK sebesar 29% secara mandiri dan 41% melalui kolaborasi dengan negara lain pada dunia yang diimplementasikan dalam Perpres No.61 tahun 2011tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Gas Rumah Kaca (RAN-GRK), sehingga sangat layak bila cara mengukur emisi GRK ini dapat dipahami khususnya bagi para penyuluh/petugas terkait, peneliti, petani dan masyarakat pemerhati lingkungan agar dalam mengelola sumberdaya alam dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan. Cara mengukur emisi GRK oleh Balingtan adalah dengan metode sungkup tertutup seperti yang kita sampaikan sebagai berikut:. Alat untuk mengukur emisi GRK dari lahan sawah Sungkup (Chamber) berbentuk balok, Sungkup terbuat dari bahan polikarbonat dan dibuat secara “knock down” sehingga mudah dibawa untuk lokasi pengambilan contoh gas yang jauh dan mudah dirakit saat akan digunakan. Ukuran sungkup disesuaikan dengan kebutuhan pengukuran di lapangan. Jenis sungkup berdasarkan ukuran dan fungsinya yaitu : a) Sungkup besar dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 100 cm berfungsi untuk menangkap contoh gas CH4 pada lahan sawah. Bagian-bagiannya adalah: 1) Headspace yaitu skala ketinggian, berfungsi untuk mengetahui tinggi ruang udara pada sungkup; 2) Penampang, berfungsi sebagai tempat air agar udara tidak bocor; 3) Tutup sungkup, dilengkapi dengan kipas angin untuk menghomogenkan gas dalam sungkup, dilengkapi juga dengan lubang yang ditutup dengan septum untuk mengambil contoh gas; b) Sungkup kecil ukuran 40 cm x 15 cm x 20 cm berfungsi untuk menangkap contoh gas N2O pada lahan sawah. Bagian-bagiannya adalah: 1) Headspace, berfungsi untuk mengetahui tinggi ruang udara pada sungkup; 2) Pada bagian atas sungkup dilengkapi dengan lubang yang ditutup dengan septum untuk mengambil contoh gas. Vial/ampul yang sudah di vacuum. Vial/ampul ini terdiri dari vial, tutup karet dan logam alumunium. Termometer, dipasang pada lubang bagian atas sungkup yang berfungsi untuk mengukur perubahan suhu dalam sungkup. Data suhu tersebut akan digunakan dalam perhitungan besarnya fluks dan emisi GRK Baterai, diletakan di bagian atas sungkup yang berfungsi sebagai sumber energi untuk kipas angin yang terpasang pada tutup sungkup penangkap udara. Bangku, dari kayu digunakan untuk tempat pijakan kaki petugas pengambil contoh gas di lapangan, sehingga tidak merusak tanaman dan menghindari pelepasan gelembung udara dalam ruang pori tanah akibat tekanan pijakan kaki. Alat tulis dan blanko pengamatan, digunakan untuk mencatat perubahan suhu dalam sungkup dan ketinggian air (headspace). Perubahan tersebut digunakan dalam proses perhitungan emisi GRK. Stopwatch, digunakan sebagai penanda interval waktu pengambilan contoh gas. Cara pengambilan contoh gas metana (CH4) adalah sebagai berikut : Setiap petakan yang akan diambil contoh gasnya dipasang bangku dan pemasangan bangku dilakukan paling lambat satu hari sebelum pengambilan sampel gas. Pengambilan contoh gas CH4 di lahan sawah dan gambut dilakukan ± 1 (satu) minggu sekali (bisa lebih atau kurang dari interval waktu tersebut). Pengambilan contoh gas CH4 di waduk/perairan dilakukan kurang lebih 2 kali dalam 1 tahun mewakili musim hujan dan musim kemarau. Waktu pengambilan terbaik adalah pagi hari (06.00-08.00), namun pengambilan contoh juga dapat dilakukan pada siang atau sore hari. Sungkup diatur pada posisi rata dan terjaga agar gas yang tertampung dalam sungkup tidak bocor . Pada pengambilan contoh gas CH4 di lahan sawah, penampang diisi air agar tidak terjadi kebocoran gas. Termometer dipasang pada lubang yang ada pada bagian tutup/atas sungkup. Baterai dihubungkan ke kipas angin, pada sungkup berbentuk balok untuk pengambilan contoh gas di lahan sawah dan perkebunan atau lahan gambut. Pada pengambilan contoh gas dengan sungkup berbentuk tabung dan untuk inkubasi tanah gambut tidak menggunakan baterai dan kipas angin. Sebelum pengambilan contoh gas, penutup sungkup dibiarkan terbuka selama ± 2-3 menit untuk menstabilkan konsentrasi gas dalam sungkup. Sungkup ditutup, penutup karet/septum pada tempat pengambilan sampel udara di buka ± 2-3 menit agar konsentrasi udara dalam sungkup menjadi stabil. Setelah 2-3 menit, tutup karet ditutupkan. Gas diambil dengan menggunakan injektor (syringe) yang dipasang pada posisi tegak lurus diinjeksikan pada karet septum tempat mengambil contoh gas. Interval waktu pengambilan contoh adalah 5, 10, 15, 20, dan 25 menit dalam satu rangkaian pengambilan contoh gas. Injektor ditutup dengan septum secepat mungkin untuk menghindari kebocoran. Ketinggian air dari permukaan tanah dan perubahan suhu dalam sungkup selalu dicatat saat pengambilan contoh gas. Contoh gas segera dibawa ke laboratorium gas rumah kaca untuk analisa konsentrasi gas CH4-nya. Cara pengambilan contoh gas N2O Pengambilan contoh gas N2O menggunakan jenis sungkup penangkap contoh gas yang lebih kecil karena konsentrasinya lebih kecil. Sungkup yang digunakan pada pengambilan contoh gas N2O yaitu berukuran 40 cm x 20 cm x 30 cm. Cara pengambilan contoh gas N2O adalah sebagai berikut : Setiap petak percobaan yang akan diambil contoh gasnya dipasang satu bangku dan pemasangan bangku dilakukan paling lambat satu hari sebelum pengambilan contoh Pada pengambilan contoh gas N2O di lahan sawah, diambil kurang lebih 1 (satu) minggu sekali (bisa lebih atau kurang dari interval waktu tersebut). Waktu pengambilan terbaik adalah pagi hari (06.00-08.00), namun pengambilan contoh juga dapat dilakukan pada siang atau sore hari. Sungkup diletakkan pada sela tanaman dan diatur pada posisi rata agar gas yang tertampung dalam sungkup tidak bocor (Gambar 6). Pada pengambilan contoh gas N2O di lahan sawah, penampang diisi air agar tidak terjadi kebocoran gas. Termometer dipasang pada lubang yang ada pada bagian tutup/atas sungkup. Sebelum pengambilan sampel gas, penutup sungkup dibiarkan terbuka selama ± 2-3 menit untuk menstabilkan konsentrasi gas dalam sungkup. Sungkup ditutup, penutup karet/septum pada tempat pengambilan sampel udara di buka ± 2-3 menit agar konsentrasi udara dalam sungkup menjadi stabil. Setelah 2-3 menit, tutup karet ditutupkan. Gas diambil dengan menggunakan injektor atau syringe yang dipasang pada posisi tegak lurus disuntikkan pada karet septum tempat mengambil contoh gas. Interval waktu pengambilan contoh adalah 10, 20, 20, 30, 40 dan 50 menit dalam satu rangkaian pengambilan contoh gas. Injektor ditutup dengan septum secepat mungkin untuk menghindari kebocoran. Ketinggian air dari permukaan tanah dan perubahan suhu dalam sungkup selalu dicatat saat pengambilan contoh gas. Contoh gas segera dibawa ke laboratorium gas rumah kaca untuk analisis konsentrasi gas N2O-nya. (Sri Puji Rahayu/yayuk_edi@yahoo.com)