cara pengambilan ubinan tanaman padi kegiatan pengambilan ubinan menjadi kegiatan rutin yang dilakukan kelompoktani disetiap akhir musim tanam yaitu pada saat panen. kegiatan pengubinan bertujuan untuk mengetahui perkiraan hasil panen suatu tanaman per satuan luas. begitupun dengan kegiatan pengubinan pada tanaman padi, kegiatan ini menjadi kegiatan setiap musim panen di kelompoktani batuloe ii, desa bialo kecamatan gantarang kabupaten bulukumba. lalu seperti apakah langkah-langkah pengambilan ubinan dilakukan? berikut beberapa tahapan yang perlu diperhatikan : menentukan pangkal sumbu untuk petak sawah yang berbentuk bujur sangkar, ambillah ujung barat daya dari petak lahan tersebut sebagai pangkal sumbu. bila petak sawah tidak berbentuk bujur sangkar, penentuan sisi barat-timur (bt) dan sisi utara-selatan (us) mengikuti panjang galengan dan sedapat mungkin pangkal sumbu diambil pada sudut barat daya seperti gambar 2 dan gambar 3. dalam keadaan yang luar biasa, dimana bentuk lahan tidak teratur maka agak sulit untuk memilih pangkal sumbu. dalam hal ini ambillah sebuah tempat di sebelah barat daya petak sawa, penentuan arah b-t dan u-s tetap mengikuti arah galengan. menentukan titik pangkal ubinan ada dua cara dalam menentukan titik pangkal ubinan yang pertama ukurlah panjang kedua sisi petak sawah tersebut (panjang sisi b-t dan u-s) dengan mempergunakan langkah kaki biasa dan catatlah hasilnya. hitunglah jumlah digit dari panjang kedua sisi petak sawah tersebut misalnya panjang sisi b-t dalam ratusan langkah terdiri dari 3 digit dan panjang u-s dalam puluhan langkah (2 digit), maka jumlah digit dari panjang kedua sisi petak sawah tersebut 3 + 2 = 5 digit. kita ambil angka random yang terdiri dari 5 digit. 3 digit yang pertama menunjukkan koordinat sisi b-t, sedangkan 2 digit terakhir menunjukkan koordinat sisi u-s. jika dari angka random ternyata 3 digit pertama dan atau 2 digit terakhir masih tinggi dari panjang kedua sisi, berarti belum memenuhi syarat dan harus dilanjutkan ke baris berikutnya (kebawah), dan bila masih belum menemukan maka diteruskan pada 5 kolom berikutnya sampai dapat memenuhi syarat yang diperlukan. jika titik pangkal ubinan (p) berada di luar petak sawah atau berada di dekat galengan sehingga tidak dimungkinkan untuk dilakukan, maka gantilah nomor randomnya sehingga didapatkan seluruh plot ubinan berada dalam petak tersebut. bila petak sawah/bidang bukan sawah bentuknya tak menentu maka petugas harus mengelilingi petak sawah/bidang bukan lahan sawah tersebut untuk memudahkan penentuan titik pusat ubinan. cara yang kedua ukurlah panjang kedua sisi petak sawah tersebut (panjang sisi b-t dan u-s) dengan mempergunakan langkah kaki biasa dan catatlah hasilnya. hitunglah jumlah digit dari panjang kedua sisi petak sawah tersebut misalnya panjang sisi b-t dalam ratusan langkah terdiri dari 3 digit dan panjang u-s dalam puluhan langkah (2 digit), maka jumlah digit dari panjang kedua sisi petak sawah tersebut 3 + 2 = 5 digit. kita ambil angka random yang terdiri dari 5 digit, dengan terbih dahulu menentukan angka picing mata, tanpa melihat memilih angka (bisa halaman 1 atau 2), jika angka yang terpilih adalah angka genap maka menggunakan halaman 2, tetapi jika angka yang terpilih adalah angka ganjil maka menggunakan halaman 1. letak baris dan kolom dicari dengan mengurangkan panjang b-t (baris) dengan 35 atau kelipatannya sehingga didapatkan angka yang lebih rendah. dan untuk u-s (kolom) dengan mengurangkan panjangnya dengan 25 atau kelipatannya untuk mendapatkan angka yang lebih rendah. jika dari angka random yang didapatkan ternyata 3 digit pertama dan atau 2 digit terakhir masih tinggi dari panjang kedua sisi, berarti belum memenuhi syarat dan harus dilanjutkan ke baris berikutnya (kebawah), dan bila masih belum menemukan maka diteruskan pada 1 kolom berikutnya sampai dapat memenuhi syarat yang diperlukan. jika titik pangkal ubinan (p) berada di luar petak sawah atau berada di dekat galengan sehingga tidak dimungkinkan untuk dilakukan, maka gantilah nomor randomnya sehingga didapatkan seluruh plot ubinan berada dalam petak tersebut. bila petak sawah/bidang bukan sawah bentuknya tak menentu maka petugas harus mengelilingi petak sawah/bidang bukan lahan sawah tersebut untuk memudahkan penentuan titik pusat ubinan. menimbang hasil panen bentuk hasil panen setiap jenis tanaman yang dihasilkan dan ditimbang yaitu : padi : gabah kering panen (gkp) jagung : otongan kering panen tanpa kulit dan tangkai kedelai : polong kering panen kacang tanah : gelondong kering panen ubi kayu : umbi basah berkulit ubi jalar : umbi basah ukuran ubinan 2,5m x 2,5m, atau jika dihitung luasnya adalah 6,25m2. jika luas lahan di daerah tersebut yang ditanami sesuai dengan tanaman yang diubin 200 ha, maka produksi tanamannya adalah rata-rata hasil ubinan (tentu saja sampel yang diambil tidak hanya satu tempat/ubinan dilakukan di beberapa tempat dalam satu daerah tersebut) dikalikan dengan luas lahan dibagi luas ubinan. misal : hasil rata-rata ubinan = 3,4 kg luas dengan tanaman yang sama = 200ha = 2.000.000 m2 produksi = 3,4 x (2.000.000 m2 / 6,25m2)= 3,4 x 320.000 = 1.088.000 kg = 1.088 ton cara praktis yang umum digunakan pada saat pengambilan ubinan khususnya tanaman padi adalah : hasil ubinan x 16 misalnya : berat ubinan : 3,4 kg produksi = 3,4 x 16 = 54,4 kw/ha gkp untuk luas sawah 200 ha = 54,4 kw/ha gkp x 200 ha = 10.800 kw/ha gkp = 1.088 t/ha gkp angka 16 diperoleh dari 10.000 m2/6,25 m2 = 1600 m2 penyuluh pertanian, husnul khatimah, s.tp