Loading...

CARA PENYEMAIAN PADI SAWAH YANG BIASA DI GUNAKAN OLEH PETANI DESA SIMPANG PEUT.

CARA PENYEMAIAN PADI SAWAH YANG BIASA DI GUNAKAN OLEH PETANI DESA SIMPANG PEUT.
Penyemaian adalah : menyemaikan benih, menumbuhkan biji jadi benih untuk di pindah ketempat penanaman. Contoh penyemaian benih padi yang bila sudah tumbuh di pindah ke lahan sawah.Pelaksanaan penyemaian di lakukan pada hari Rabu, 30 Mei 2018 di musim rendengan di Kelompok tani Bina Karya Desa Simpang Peut Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya.Penyuluh mendemontrasi cara langsung di lapangan di kelompok tani Bina Karya Desa Simpang Peut Kecamatan Kuala KabupatenNagan Raya. Pelaksanaan Demonstrasi Cara di lakukan di kelompok tani Bina Karya.Penyuluh sengaja melakukan Demonstrasi Cara Penyemaian yang baik dan Benar sesuai dengan Anjuran. Cara Penyemaian Padi Sawah dengan Benar pada musim Tanam Gadu pada Tahun 2018Pembuatan persemaian padi sawah Ada dua cara pembuatan persemaian padi yaitu persemaian basah dan persemaian kering, perbedaan antara kedua persemaian ini adalah pada keadaan tanah tempat benih disebarkan yaitu basah dan kering, untuk daerah yang memiliki irigasi yang baik pada umumnya orang membuat persemaian basah sedangkan untuk daerah tadah hujan pada umumnya orang membuat persemaian kering. Penanaman padi dengan menggunakan persemaian akan memiliki beberapa keuntungan, apabila dibandingkan dengan sistem tebar langsung yaitu : (1)Bibit yang ditanam dapat seragam (2) Menghemat benih (3) Tersedia bahan sulaman dengan umur yang sama (4) Cepat menutupi ruangan tumbuhLuas persemaian yang baik adalah 4 % - 5 % dari luas areal yang akan ditanami, jadi untuk luas pertanaman 1 Ha akan dibutuhkan persemaian seluas 400-500 m2 Banyaknya benih yang ditabur adalah 70-10 gram per m2 atau 2-3 genggam. Jadi untuk luas pertanaman 1 Ha akan dibutuhkan 28-50 kg atau 800 – 1500 genggam benih.Urutan pembuatan persemaian yang benar adalah (1) Membuat bedengan (2) Merendam benih (3) Memeram benih (4) Menabur benih (5) Melakukan pemeliharaan Bedengan untuk persemaian dibuat dengan ukuran lebar 110 cm dan tinggi 15-70 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan keadaan tanah, Jarak antara bedengan 20-30 cm. pengolahan tanah untuk bedengan harus sempurna,terutama dalam pelumpurannya. Keberhasilan benih untuk tumbuh akan sangat dipengaruhi oleh mutu pengolahan tanah dari persemaian. Pemupukan persemaian dilakukan bersamaan dengan perataan bedengan persemaian. Dosis pupuk per m2 adalah 10 gram Urea dan 10 gram TSP. Perendaman benih dilakukan setelah bemih varietas unggul yang akan ditanam sudah dipilih dengan tepat. Perendaman dilakukan dalam larutan air +abu dapur, larutan dibuat dengan mencampurkan 1 kg abu dapur kedalam 10 liter air. Perendaman dalam larutan ini bertujuan untuk menyeleksi benih kampa.benih yang bernas akan tenggelam sedangkan benih yang hampa akan mengapung. Benih yang sudah diseleksi tersebut kemudian direndam didalam air selama 24 jam (sehari semalam)air rendaman diganti setiap 12 jam. Pemeraman benih dilakukan setelah benih direndam, pemeraman dilakukan didalam karung basah selama 24-36 jam. Pemeraman benih dilakukan dengan tujuan untuk merangsang perkecambahan, cara menanam adalah dengan meletakkan benih diatas lembaran karung goni yang telah dibasahi. Karung goni dilipat kedua ujungnya sehingga benih terbungkus rapi didalamnya. Selama proses pemeraman karung harus selalu penuh air. Penaburan benih diatas bedengan dilakukan setelah benih selesai diperam, benih yang sudah diperam diangkat dari karung pembungkusnya. Petak persemaian yang telah dipersiapkan dikurangi airnya sehingga hanya tertinggal salurannya saja yang tergenang. Kemudian benih disebar jarak 10 cm di pinggir bedengan tidak ditaburi benih agar benih yang ditabur tidak jatuh di permukaan bedengan,setelah selesai menabur benih dibenamkan dengan cara menepuk-nepuk dengan telapak tangan hingga benih tertutup lumpur. Pemeliharaan persemaian dilakukan setelah selesai menabur benih, hari pertama sampai hari kelima. Permukaan air dipertahankan sedikit dibawah permukaan bedengan,persemaian selalu cukup lembab. Setelah umur 1(satu) minggu benih diairi dengan tinggi genangan 3-5 cm secara kontinyu, pemuoukan urea susulan diberikan pada saat persemaian berumur 7 hari dengan dosis 20 gram per m2. Selama bibit dipersemaian dilakukan pengamatan terhadap adanya hama dan penyakit dengan cermat. Penyusun : Fatimah Zainab, S.ST (Penyuluh Pertanian Lapangan BPP PuloIe)