Kacang kedelai memiliki prospek bisinis yang bagus mengingat kebutuhan didalam negeri juga terus meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri hingga saat ini Indonesia belum mampu sehingga masih di impor. Peluang ini seharusnya dimanfaatkan agar Indonesia tidak selalu bergantung dengan negara lain, sebab kita memiliki lahan yang luas, subur dan memiliki iklim yang cocok untuk budidaya kedelai. Syarat Tumbuh Tanaman kedelai dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dengan drainase dan aerasi tanah yang cukup baik. Pada tanah yang miskin unsur hara kedelai masih dapat tumbuh dengan syarat diberi pupuk organik dan pengapuran. Tanaman kedelai memerlukan pengairan yang cukup selama masa pertumbuhan. Curah hujan ideal antara 100-200 mm/bulan dengan temperatur antara 25 - 27oC. Ketinggian paling baik untuk budidaya kedelai adalah pada 0 - 900 m dpl dengan sinar matahari penuh (min 10 jam/hari). Persiapan Lahan Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dibajak atau dicangkul agar tanah menjadi gembur. Dibuat saluran-saluran air/drainase agar pada saat musim hujan tanaman tidak tergenang. Saluran dibuat setiap 5 - 6 meter dengan lebar 40 cm dan kedalaman 30 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan keadaan lahan. Taburkan kapur dolomit apabila pH tanah rendah dan taburkan pupuk kompos jika tanah kurang subur atau tandus. Bisa juga ditambahkan dengan pupuk TSP, KCL dan Urea dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Tanaman kedelai akan tumbuh kerdil dan tidak berproduksi optimal jika lahan selalu tergenang. Benih Gunakan benih unggul bersertifikat. Jika ingin membuat benih sendiri, pilihlah benih dari tanaman yang sehat, cukup umur dan memeiliki produktifitas tinggi. Kebutuhan benih berkisar 40 – 50 kg/ha. Perlakuan dan Penanaman Benih Sebelum benih ditanam terlebih dahulu sebaiknya diberi insektisida dan fungisida agar terhindar dari serangan hama dan jamur. Caranya yaitu dengan cara mencampurkan 100 gr insektisida dan 100 gr fungisida untuk 10 kg benih. Insektisida yang digunakan adalah yang berbentuk tepung. Penanaman benih dilakukan dengan cara ditugal dengan jarak tanam 40 x 25 cm atau disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah. Penanaman sebaiknya dilakukan setelah hujan turun atau pada saat kondisi tanah basah. Setiap lubang diisi 2 - 3 benih kemudian ditutup tipis dengan tanah. Pemeliharaan dan Perwatan Pengairan Tanaman kedelai sangat peka terhadap kekurangan air. Tanaman sangat membutuhkan air pada fase awal pertumbuhan vegetatif yaitu pada umur 15 – 21 hari setelah tanam (hst), fase pertumbuhan umur 25 – 35 hari hst dan pada fase pengisian polong yaitu umur 55 – 70 hst. Pada fase-fase tersebut tanaman kedelai sangat membutuhkan air. Oleh karena itu harus dilakukan penyiraman apa bila tidak ada turun hujan. Penyiangan Lakukan penyiangan dari tumbuhnya gulma/rumput-rumput liar yang dapat mengganggu atau menjadi pesaing dalam memperoleh nutrisi bagi pertumbuhan tanaman. Pemupukan Apa bila keadaan lahan kurang subur, untuk memperoleh hasil yang optimal maka perlu dilakukan pemupukan susulan. Taburkan pupuk berupa Urea pada fase pertumbuhan, fase pembungaan sampai fase pembentukan biji/polong berikan pupuk yang mengandung unsur phospor (P) dan kalium (K) misalnya TSP dan KCL dengan dosis disesuaikan dengan kebutuhan/tingkat kesuburan tanah. 4. Hama, Penyakit dan Pengendaliannya a.Hama Hama yang sering mnyerang tanaman kedelai antara lain adalah lalat bibit/lalat kacang (Opohiomya phaseoli tryon), lalat buah, ulat grayak, oteng-oteng, ulat penggulung daun, ulat jengkal, penggerek buah, ulat buah dan penggerek daun.Pengendaliannya dapat dilakukan dengan sanitasi lahan dan penyemprotan insektisida yang tetap sasaran apa bila diperlukan. b. Penyakit Penyakit yang sering menyerang tanaman kedelai antara lain karat daun, busuk batang, busuk akar, layu dan bercak daun. Pengendalian dapat dilakukan dengan sanitasi lahan serta penyemprotan fungisida bila diperlukan. Panen dan Pascapanen Panen kedelai dapat dilakukan sebagai kedelai rebus atau dipanen tua setelah biji matang. Panen dilakukan pada waaktu yang tepat, yaitu setelah biji/polong benar-benar tua/matang. Cirinya yaitu daun menguning dan mudah rontok, polong biji mengering dan berwarna kecoklatan. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong/menyabit batang. Segera lakukan pengeringan dan perontokan. Usahakan kadar air mencapai 7-12%. Ruslia Atmaja Sumber : Balitkabi-Badanlitbang Pertanian dan suber lainnya