Loading...

CARA TANAM BUAH DUKU

CARA TANAM BUAH DUKU
Cara tanam buah duku Tanaman buah duku pada umumnya di tanam di lahan pekarangan atau dilahan tegalan. Tanaman buah duku merupakan tanaman tahunan yang secara mudah untuk dibudidayakan, karena tanaman buah duku mempunyai umur yang panjang sehingga pemeliharaannya tidak seefektif tanaman buah semusim lainnya. Adapun cara budidaya tanaman duku dapat dilakukan secara monukultur maupun secara tumpang sari. Cara tanam secara monukultur pada tanaman buah duku biasanya terjadi karena keluarga tani kekurangan tenaga kerja atau modal untuk tanaman tumpang sari. Penaman buah duku secara monukultur dilakukan secara sederhana yaitu; lahan yang telah diolah dan diberi penandaan lubang tanaman kurang lebih 2 bulan sebelum tanam dibersihkan kembali, karena lahan yang akan ditanami buah duku biasanya sudah banyak tumbuh gulma maupun tumbuhan lainnya yang akan jadi pesaing tumbuhan duku. Pembersiahan gulma dilahan lubang tanam bisa dilakukan dengan cara dicabut, dicangkul maupun dibabat menggunakan arit atau parang. Bekas gulma sebaiknya dikumpulkan disekitar lubang tanam yang nantinya dapat digunakan sebagai mulsa/penutup tanah disekitar tanaman buah duku. Cara tanam secara tumpang sari pemula (lahan baru) sebenarnya sangat efektif karena tanaman buah duku ditanam dengan jarak tanam 7m X 8m, pertumbuhannya memerlukan waktu sekitar 4 - 5 tahun (benih okulasi) baru berbuah itupun tergantung dari keefektipan pemeliharaannya. Setelah dilakukan pembersihan gulma, selanjutnya dilakukan pembuatan lubang tanam sesuai dengan jarak tanam yang sudah dipersiapkan secara serempak diareal lahan yang akan ditanami bua duku. Pembuatan Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam dalam penanaman buah duku sangat berbeda dengan perlakuan pembuatan lubang tanam dalam persiapan lahan. Pembuatan lubang tanam cukup menggunakan menggunakan cangkul atau juga sendok garfu untuk menggalinya. Cara menggali lubang tanam yaitu mencangkul tanah dengan lebar dan sedalam kurang lebih ukuran media tanam benih duku pada pesemaian. Persiapan Benih Buah Duku Persiapan buah duku yang akan ditanaman dilahan adalah sebagai berikut; Benih buah duku dipilih yang terbagus (sehat, tumbuh subur, tidak rusak media semainya dan tidak terserang hama dan penakit). Benih disiram terlebih daluhu sebelum diangkut dan disebarkan keseluruh lubang tanam. Benih dikemas menggunakan keranjang bambu atau kotak plastik lainnya secara hati-hati kemudian didistribusikan menggunakan gerobak lori atau dipikul ke lubang tanam yang telah dipersiapkan kemudaian benih siap untuk ditanam. Cara Penanaman Penanam buah duku dapat dibagi menjadi dua musim tanam ( musim penghujan dan musim kemarau). Bila penanaman dimusim hujan kondisi tanah pastilah sudah cukup banyak mengandung air namun sebaliknya bila penanaman di musim kemarau kondisi tanah pastilah akan kekurangan kandungan air, sehingga penanaman buah duku dimusim kemarau harus dilakukan penyiraman terlebih dahulu hingga memiliki kandungan kapasitas air yang cukup. Penanaman bibit duku tidaklah sulit, setelah lubang tanam dan bibit sudah disiapkan diareal lahan maka siaplah untuk menanam buah duku. Penanaman buah duku dimulai dengan cara melepas pembungkus media tanam secara hati-hati agar perakaran bibit duku tidak putuh/rusak kemudian tanaman dimasukkan dalam lubang tanam secara perlahan-lahan. Tanaman buah duku ditahan mengunakan tangan kiri kemudian tangan kanan menarik media tanah untuk menutup lubang tanam hingga penuh dan kemudian tanaman dipadatkan menggunakan kedua tangan sampai posisi tanaman tegak dan kokoh. Bila tanaman buah duku bibitnya sudah tingga perlu dilakukan penegak naman dengan cara menancapkan dua bilah bambu kiri atau kanan dengan jarak seluas media benih buah duku lalu batang benih dijepit menggunakan bilah kemudian diikat dengan tali diposisi batang dan ke dua bilah bambu penegak. Tujuan agar benih tetap tegak dan bila tertiup angin maupun hujan tidak patah maupun rebah. Selanjutnya dilkukan penyiraman dan pemasangan mulsa dari rumput-rumputan kering untuk menjaga kelembaban dan menghindari pengerasan tanah. ditulis oleh Dalmadi sumber : Ditjen Horti