Loading...

CARA TANAM PURWOCENG

CARA TANAM PURWOCENG
Penanaman Tanaman purwoceng pada umumnya di tanam di lahan kering dataran tinggi pada ketinggian tempat antara 1.500 -2.000 m dpl. Tanaman purwoceng dapat pula ditanam dalam Pot/Polybag. Setelah media tanam telah siap untuk ditanam baik itu media tanam lapang maupun Pot/polibag, maka perlu juga menyiapkan benih bibit purwoceng. Pada tahap awal berusaha tani benih purwceng kita dapatkan/diperoleh dengan cara membeli benih, selanjutnya bila budidaya tanaman purwoceng dapat berhasil barulah penanaman berikutnya bibit bisa dibuat sendiri sehingga tidak ada pengeluaran biaya untuk beli bibit. Penanaman benih purwoceng dilapang biasanya dilakukan pada awal musim hujan atau dilakukan penanaman dilakukan di musim kemarau itupun apabila tersedia air untuk pengairan. Lahan yang sudah siap disiram hingga kapasitas lapang kemudian dibuat lubang tanam menggunakan sendok garfu sedalam dan selebar media benih purwoceng dan kemudian kita tarik ukuran menggunakan caplk dari kayu/bilah bambu yang telah ditandai dengan jarak tanam antara lain 25 cm x 30 cm atau 30 x 30 cm. lahan yang telah disiapkan kita cetak sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan kemudian kita tandai selanjutnya kata buat lubang tanam. Lobang tanam yang telah siap sesuai dengan jarak tanam, diberi pupuk kandang sebanyak 0,25 -0,5 kg setiap lobang tanam kemudian media diaduk - aduk hingga rata. Penanaman sebaiknya dilakukan pada waktu pagi/sore hari untuk menghindari terik matahari dan banyaknya benih pada setiap lobang ditanami satu bibit purwoceng. Sebelum ditanam bibit perlu dipilih terdahulu sesuai dengan kriteria yang sehat dan seragam vigornya dan benih purwoceng perlu juga disiram pada media pembibitan hingga kapasitas lapang, ini bertujuan agar tanaman tetap sehat dan tetap segar. Cara menanamnya yaitu benih purwoceng kita ambil kemudian kita pegang media semai dan tanamannya dengan erat-erat dan hati-hati kemudian plastik polibag pembungkus bibit dilepas dengan cara menyobek dengan pisau atau gunting, dan medianya diusahakan tidak pecah agar tidak merusak akar bibit purwoceng. Bibit beserta medianya dimasukkan ke dalam lubang tanam sedalam media benih dengan penuh hati-hati sehingga tidak merusak media benih tersebut. Benih dipegang dengan tangan kiri kemudian tangan kanan menutup lubang media benih purwoceng dengan tanah disekitar lubang tanam hingga tertutup kembali dan batang tanaman kelihatan kekar dan segar. Bibit yang ditanam dengan menyertakan media tumbuh yang utuh tidak akan mengalami stres, sehingga bibit langsung tumbuh tanpa mengalami stagnasi pertumbuhan. Penanaman purwoceng dalam Pot tidak jauh beda dengan tanam dilapang hanya penempatannya media saja yang harus hati-hati karena media dalam Pot/polibag sering diangkat, dipindah, dan medianya mudah cepat mengering. Adapun cara menanam purwoceng dalam pot/polibag sebagai berikut; Media tanah dalam polibag/pot terlebih dahulu kita siram hingga kapasitas lapang dengan hati-hati, kocoran air diusahakan kecil agar media tidak berceceran kemana-mana selanjutnya kita buat lubang tanam sesuai dengan media benih. Benih yang akan kita tanam kita pilih yang sehat dan bagus kemudian kita siram mendianya hingga kapasitas lapang cara menanam sama dengan cara menanam dilapang, setelah tertanam kemudian polibag/pot kita tempatkan diposisi yang sesuai dengan tempat yang diinginkan yang tidak terganggu dengan Hama/Penyakit pengganggu tanaman. ditulis oleh Dalmadi sumber : Ditjen Horti, dan Gambar dari globososo.com/image