Loading...

Ciplukan Dulu Semak Sekarang Membuat Terpana

Ciplukan Dulu Semak Sekarang Membuat Terpana
Ciplukan tanaman yang saat ini membuat kita terpana, dulu Ciplukan kita anggap sebagai semak atau tanaman liar yang dianggap kurang bermanfaat sekarang banyak dicari karena banyak manfaat dan berharga mahal. Anak kecil pada Era tahun 90-an biasanya mengenal buah ini karena Ciplukan dijadikan salah satu tanaman buruan untuk dipetik buahnya, karena rasa yang sedikit asam dan segar serta bentuk buah yang menarik. Seiring dengan waktu tanaman Ciplukan sudah tidak dikenal lagi oleh masyarakat apalagi diburu anak kecil. Tetapi akhir-akhir ini tanaman ciplukan menjadi pembicaraan karena mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan dan dijual dengan harga yang fantastis bisa mencapai Rp 500.000,- per kilonya (liputan6.com). Melihat kondisi tersebut sekarang para masyarakat mulai tertarik untuk membudidayakan tanaman ini. Tanaman Ciplukan (Physallis peruviana L) masyarakat Jawa Tengah mengenalnya dengan ceplukan, di daerah Madura disebut jorjoran , cecendet orang Sunda dan masyarakat Bali menyebutnya Keceplokan. Tanaman ini berasal dari Amerika kemudian tersebar luas ke daerah Tropis dan Subtropis. Ciplukan mempunayai masa hidup sekitar satu tahun, bereproduksi dengan biji, daunnya hijau tua dan kasar oval, bergerigi di tepi daunnya. Bunga berwarna kuning pucat dan kelopak bunga berjumlah lima, Buah ada yang berwarna kuning sampai orange di dalam kelopak seperti balon. Manfaat dari tanaman Ciplukan antara lain memiliki sifat antioksidan yang dipercaya bisa menyembuhkan hepatitis, malaria, rematik, dermatitis, asma, bahkan kanker. Kandungan gizi yang tinggi pada Ciplukan dapat membantu melindungi kerusakan atau terganggunya fungsi organ hati dan ginjal. Zat besi yang terkandung dalam buah ciplukan bagus dikonsumsi ibu yang sedang mengandung. Vitamin A yang terkandung dalam buah Ciplukan bagus bagi kesehatan mata. Vitamin C yang mempunyai sifat antioksidan yang terkandung dalam buah ciplukan membantu menghilangkan penumpukan plak di jalur kognitif otak buah ini juga membantu kemampuan otak seperti meningkatkan daya ingat, fokus, serta kosentrasi. Kandungan dalam buah Ciplukan juga membantu menghilangkan radang sendi atau rematik, buah ini meningkatkan aliran darah ke daerah yang nyeri sehingga meningkatkan fleksibilitas sendi dan mengurangi rasa sakit. Komposisi lengkap dari Ciplukan antara lain : Herba : Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulatin A, dalam Biji terkandung : 12-25% protein, 15-40% minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan asam stearat, Bagian Akar : alkaloid, Daun : glikosida flavonoid (luteolin) dan Tunas mengandung: flavonoid dan saponin. Budidaya Ciplukan. Budidaya tanaman ciplukan tidak begitu sulit untuk dilakukan, mengingat bahwa tanaman ini adalah tanaman liar yang bisa tumbuh di manapun. Namun untuk mendapatkan hasil dan produksi yang optimal perlu disiapkan secara optimal pula. Tanaman Ciplukan bisa ditanam di lahan sawah, tegal, pekarangan ataupun dalam pot. Persiapan Lahan. Pilih lahan yang langsung terkena paparan matahari, ketersediaan air cukup, ph normal. Lakukan pengolahan lahan secukupnya dan pembuatan bedengan, bila memungkinkan memakai mulsa. Pemberian pupuk dasar dlakukan sebelum pemasangan mulsa. Persiapan Bibit dan Tanam. Tanaman Ciplukan yang bisa menghasilkan produksi maksimal dan seragam bisa didapat dengan cara mempersiapkan bibit yang baik. Bibit dibuat dengan menyemai benih Ciplukan, Piih Buah yang benar-benar tua dan dan matang di pohon. Keluarkan Biji dari buah Ciplukan, keringkan dengan dijemur dengan sinar matahari 1-2 Jam, setelah benar-benar kering biji ini siap untuk disemaikan dengan menggunakan polybag kecil. Bibit akan bertunas setelah 1 minggu, dilanjutkan dengan perawatan bibit, setelah bibit setinggi 10-15 cm bibit siap untuk tanam ke lahan yang telah dipersiapkan. Bibit Ciplukan ditanam dengan jarak tanam 40-50 cm, lakukan pengairan dahulu sebelumnya, tanam pada waktu sore hari, usahakan tanam dalam satu waktu dengan harapan nanti tanamannya seragam, selam satu minggu lakukan penyulaman bila ada tanaman yang mati. Perawatan Tanaman. Perawatan tanaman meliputi, pemupukan, penyiraman dan pemberantasan organisme penggangu tanaman (OPT) dan gulma. Untuk menghasilkan panen yang optimal perlu dilakukan pemupukan susulan, setelah 7 hari tanam pupuk tanaman dengan NPK, dosis 1 gr per satu tanaman, dengan cara larutkan 1 gelas NPK campur dengan 35 liter air, larutkan kemudian kocorkan 1/3 gelas aqua ke setiap tanaman. Pemupukan susulan dilakukan interval 2 – 3 minggu, dengan melihat kondisi tanaman, bila sudah dirasa subur beri interval 3 minggu sekali. Setelah pemanenan beri pemupukan lagi dengan interval 3 minggu setelah panen. Kurangi pupuk NPK ketika musim penghujan. Pengairan dilakukan setiap minggu sekali atau melihat kekeringan tanah. Pemanenan. Buah Ciplukan bisa dipanen setelah umur tanam 3 bulan. Setelah buah berwarna kuning dan selongsong buah berwarna coklat keemasan buah bisa dipetik. Bagian Tanaman Ciplukan juga bisa dipanen untuk keperluan herbal Penulis : Amriyah Sofiatun Rohimah, S.Pt , Penyuluh Pertanian Muda, BPP Teras Kab. Boyolali Referensi : http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-budidaya-ciplukan-dan-analisa-usahanya.htm https://guruilmuan.blogspot.com/2015/07/cara-budidaya-ciplukan-pangulata-l.html http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=193