Loading...

DAERAH IRIGASI WAIJOLE DI EVALUASI SURVEI INVESTIGASI DAN DESAIN (DIS) OLEH DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT KAB. FLORES TIMUR

DAERAH IRIGASI WAIJOLE DI EVALUASI SURVEI INVESTIGASI  DAN DESAIN (DIS) OLEH DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT KAB. FLORES TIMUR
Adonara Tengah merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Flores Timur dengan luas wilaya 57,99 km² dengan jumlah penduduk sekitar 11.339 jiwa, dengan topografi daerah perbukitan. Adonara Tengah lebih di dominasi areal perkebunan dimana hampir 90% nya adalah tanaman jangka pangjang berupa Kelapa, Kakao dan Pala. Areal potensial persawahan sekitar 35 Ha yang berada di dua tempat yaitu Daerah Persawahan Waibao Desa Oe Sayang dan Daerah Irigasi Waijole. Daerah Irigasi Waijole berada di Wilayah Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur, tepatnya di wilayah Desa Lewobele. Pembangunan Daerah Irigasi Waijole ini sekitaran Tahun 2015 oleh Dinas PUPR Kebupaten Flores Timur. Awal Pembangunan Daerah Irigasi berdasarkan hasil survei dan investigasi dari tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Flores Timur dengan luas lahan potensial kurang lebih 10 Ha. Menurut Bapak Lasim Syukur salah satu Petani di daerah irigasi tersebut mengatakan bahwa pembangunan Daerah Irigasi tersebut disertakan dengan adanya Percetakan sawah baru yang merupakan program dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur. Namun sampai dengan selesainya pembangunan Daerah Irigasi tersebut Percetakan Sawah baru tidak kunjung untuk dikerjakan. Menurut Imanto Yahya Selaku Kepala BPP Lite Kecamatan Adonara Tengah mengatakan bahwa tidak dibukanya areal persawahan baru karena arealnya tidak mencukupi sesuai dengan ksepakatan awal dengan Kelompok Tani Pemakai Daerah Irigasi tersebut. Dan juga dikarenakan sebahagian besar anggota Kelompok Tani tidak mau lahannnya dijadikan daerah sawah karena di dalam sudah ada tanaman perkebunan. Daerah Irigasi Waijole memiliki debit air 0,17 ltr/detik, luas lahan fungsional sekitar 0.67 Ha dan luas lahan potensial sekita 10 Ha. Daerah irigasi ini merupakan salah satu yang terdampak akibat badai seroja, sehingga mengakibatkan kerusakan pada bendungan dan saluran primer maupun sekundernya. Dimana total saulran : 1.189 m, saluran primer 469m dengan panjang kerusakan 191,5 m dan saluran sekunder : 720 m dengan panjang kerusakan 115 m. (Sumber data Dinas PUPR kab Flores Timur Bid. SDA) Walaupun demikian sebelum terjadinya badai serojapun tidak terlihat adanya pemanfaatan lahan yang diusahakan oleh Petani di sekitar daerah irigasi tersebut. Sehingga sepertinya pembangunan DI Waijole ini terkesan tidak sesuai dengan tujuan awal pembangunannya. Pada Tanggal 11 Oktober 2022 Tim Survei Investigasi dari Dinas PUPR Kabupaten Flores Timur melakukan Survei Investigasi ulang dan hasilnya telah dipaparkan oleh Dinas PUPR Kabupaten Flores Timur Bidang Sumber Daya Air senbanyak 13 Daerah Irigasi di Wilayah Flores Timur pada tanggal 30 November 2022. Hasil Survei dan Investigasi DI Waijole masuk dalam penilaian kriteria jelek perlu diperhatikan. Dari hasil tersebut maka melakukan perbaikan kembali Daerah Irigasi menjadi sulit untuk terjawab sama sulitnya ketika kita mau merubah pola pikir kita untuk memanfaatkan pembangunan yang telah ada. Penulis : Imanto Yahya, S.Pt (Penyulh Pertanian BPP Lite) Adonara Tengah.