Loading...

DALAM SITUASI COVID 19 PANEN JALAN TERUS UNTUK KEBUTUHAN PANGAN RAKYAT INDONESIA.

DALAM SITUASI COVID 19 PANEN JALAN TERUS  UNTUK  KEBUTUHAN PANGAN RAKYAT INDONESIA.
Kementrian Pertanian pada awal Nopember 2019 menetapkan Program Kostratani sebagai Prorgram Kementrian Pertanian dengan basis Pertanian Di Kecamatan atau Balai Penyuluhan Pertanian, , Atas dasar Peraturan Menteri Pertanian nomor 49 , tanggal 7 Nopember 2019 tentang Komando strategis Pembangunan Pertanian, merupakan pusat kegiatan pembanguanan pertanian tingkat kecamatan, melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian dengan memanfaatkan IT dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian. sehingga pada tahun 2019 terbentuk program kostratani sebanyak 400 BPP di 100 Kabupaten dan di 13 Provinsi dan pada tahun 2021 akan terwujud program kostratani sebanyak 5646 BPP dan Peran dari Kostratani sebagai : Pusat data dan informasi, pusat Gerakan pembangunan Pertanian, 3.pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, pusat pengembangan jejaring kemitraan dengan tenaga fungsional, berupa Pasukan / Brigade diantaranya Penyuluh Pertanian , POPT, Medik Veteriner, Pengawas alsintan, Wastukan, Analis pasar, mantri tani, dll. Salahsatu tugas penyuluh pertanian adalah untuk meningkatkan produksi/produktifitas komoditas unggulan diantaranya Tanaman Pangan /padi . Dalam situasi kondisi pada saat ini terjadinya situasi Covid 19 menjadikan disemua sektor memperhatikan anjuran pemerintah yang harus dipatuhi, namun kondisi ini tidak untuk pegawai yang terkait dengan tugas dijajaran terdepan diantaranya Kesehatan, harus bersentuhan langsung dengan permasalahan Covid 19, karena sudah merupakan profesinya meskipun mengandung resiko yang cukup tinggi, demikian juga bagi Penyuluh pertanian yang merupakan ujung tombak bagi pertanian, garda paling depan untuk mnyediakan pangan bagi masyarakat Indonesia, mau tidak mau atas dasar profesi jabatan sebagai penyuluh maka para penyuluh dengan situasi Covid 19 masih tetap bekerja dilapangan untuk mendampingi dan membina petani dalam melaksanakan budidaya pertanian, baik itu berupa tanaman pangan , hortikultura, perkebunan, dan peternakan atau yang terkait dengan Agribisnis pertanian. Atas dasar kegigihan dan keberanian penyuluh pertanian diseluruh pelosok Tanah Air, maka tidak terjadi kekurangan pangan karena ini berkat penyuluh dan petani yang tanpa mengenal Lelah dan terus berjuang maka kebutuhan pangan Indonesia tetap terjaga bahkan surplus hal ini disampaikan oleh Dirjen Pangan, Suwandi mengatakan sesuai dengan arahan Menteri Pertanian /Syahrul Yasin Limpo, kesediaan pangan selama wabah virus corona hingga lebaran harus terjamin oleh karena itu Kementan memastikan 11 bahan pokok untuk kebutuhan bulan Puasa hingga lebaran 2020 dalam kondisi aman dan terkendali, Ia menambahkan jika ini kepastian dan sekaligus menjawab keraguan banyak pihak terkait kelangkaan stock pangan akibat penyebaran covid 19. Lebih lanjut Suwandi menerangkan dalam menghadapi pendemik covid 19, diperkirakan sampai bulan April 2020, Kementan dengan sigap menyiapkan pangan untuk masyarakat Indonesia dengan mendorong produksi padi dan jagung. Ia menambahkan pada bulan April akan panen berkisar seluas 1,7 juta Ha dengan perkiraan produksi mencapai 8,8 juta ton GKG, fuso 4 % atau setara beras 5,04 juta ton, kebutuhan beras bulan April diperkirakan 2,5 juta ton sehingga pada April terdapat surplus 2,53 juta ton. Panen padi baik di Pulau jawa , yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur rata rata mencapai 7- 8 ton per Ha, bahkan bisa mencapai 10 ton per Ha, sedangkan untuk di luar Jawa banyak yang di atas 5 ton per Ha, ini membuktikan bahwa kegiatan panen dilaksanakan terus menerus yang tentunya akan keterlibatan penyuluh untuk membina petani dalam usaha budidaya tanaman pangan, hingga mencapai produksi per ha yang maksimal dengan mengawal sampai dengan harga yang telah tetapkan atau harga dasar gabah kering panen oleh Pemerintah/ berdasarkan Permendag No 24 tahun 2020 sebesar Rp.4.200,- / kg. Dengan jumlah penyuluh sebanyak 69153 orang yang berbasis di BPP dalam rangka mempertahankan bahkan dapat meningkatkan produksi pertanian dari data jumlah penyuluh yang ada, bahwa kemajuan KOstratani / BPP terletak pada tenaga Fungsional khususnya Penyuluh, disamping itu peran Pemimpin /Kepala BPP , yang dalam UU No 16 th 2006 disebut dengan Kordinator sangat strategis demim kemajuan Program Kostratani karena peran dari Koordinator BPP sangat mendukung demi kemajuan Pertanian Indonesia. Pada saat dimulai dengan Program Kostratati menjadikan Program ini sangat mendukung agar pertanian Indonesia menjadi pertanian Moderen, pertanian maju dengan pertitiktolak pada program Indutri 4,0. Artinya Pertanian yang serba menggunakan teknologi dan informasi modern, sehingga mau tidak mau bahwa penyuluhnya harus berusaha keras agar kostratani menjadi program yang betul 2 dimanfaatkan agar apa yang diharapkan aatau dicita citakan Indonesia pada tahun 2045 menjadi lumbung Pangan Dunia dapat tercapai bahkan kalau bisa lebih awal lebih baik, ini semua tergantung dari SDM atau tenaga Fungsional khususnya Penyuluh yang berbasis di Kecamatan / BPP. Materi Cyber, tgl 13 April 2020 Ditulis oleh : Ali Nurdin,