Loading...

DATA DAN INFORMASI DALAM PERENCANAAN DAN EVALUASI PROGRAM PENYULUHAN

DATA DAN INFORMASI DALAM PERENCANAAN DAN  EVALUASI PROGRAM PENYULUHAN
By: Yoyon Haryanto Data dan Informasi yang valid serta akurat merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan perencanaan program yang berkualitas dan tepat sasaran. Kesalahan data yang digunakan mengakibatkan perencanaan yang dibuat tidak akan berguna. Dalam istilah sistem informasi dikenal istilah Gigo (garbage in garbage out), maksudnya adalah apabila input datanya sampah maka yang dihasilkan adalah sampah pula. Demikianlah data memegang peran yang sangat penting dalam sebuah formulasi perencanaan. Data merupakan bahan baku informasi untuk memberikan gambaran spesifik tentang obyek yang kita amati. Arikunto (2006) menyebutkan bahwa data merupakan fakta dan angka-angka yang dapat dijadikan bahan sebagai penyusun sebuah informasi. Data tersebut dikumpulkan oleh evaluator guna memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan evaluasi. Pengolahan data hasil evaluasi berbeda satu dengan lainnya, pengolahan data dilakukan setelah evaluator menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan evaluasi baik dari mulai observasi, penyebaran instrumen serta pengumpulan sebaran hasil, lalu berikutnya adalah melakukan pengolahan hasil data tersebut. Chardwick et al. (1984) menyatakan bahwa pengolahan data adalah apa yang orang lakukan terhadap kuesioner, dokumen, data eksperimen atau data lain yang dikumpulkan selama berlangsungnya proses penelitian/evaluasi. Nazir (1988) menyatakan bahwa pengolahan data merupakan bagian yang amat penting dalam kegiatan evaluasi karena data dapat diberi makna dan arti yang berguna untuk menjawab tujuan dari evaluasi tersebut. Nugroho (2004), Davis (1986), informasi merupakan data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga memiliki makna tertentu bagi penggunanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Untuk memperoleh informasi, diperlukan adanya data yang akan diolah dan unit pengolah. Agar informasi yang dihasilkan lebih berharga, maka informasi harus memenuhi kriteria sebagai berikut : Informasi harus akurat, sehingga mendukung pihak manajemen dalam mengambil keputusan. Informasi harus relevan, benar-benar terasa manfaatnya bagi yang membutuhkan. Informasi harus tepat waktu, sehingga tidak ada keterlambatan pada saat dibutuhkan. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Informasi digunakan tidak hanya digunakan oleh satu orang pihak dalam suatu organisasi. Nilai sebuah informasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Tujuan evaluasi akan menentukan data yang harus dikumpulkan untuk mengevaluasi program penyuluhan. Dikenal dua jenis evaluasi : evaluasi formatif yang mengumpulkan informasi untuk pengembangan program penyuluhan yang efektif, dan evaluasi sumatif yang mengukur hasil akhir suatu program agar dapat memutuskan apakah program akan diteruskan diperluas, atau diperkecil. Data yang dikumpulkan dapat berupa data kuantitatif atau data kualitatif. Data kuantitatif berguna untuk mengukur perubahan-perubahan yang terjadi karena program penyuluhan, sedangkan data kualitatif memberikan informasi mengenai alasan mengapa agen penyuluhan dan petani mengambil tindakan tertentu. Pada tahun-tahu belakangan ini, kian bertambah kepentingan untuk menggunakan data kualitatif karena data itulah yang selama ini paling banyak membantu dalam meningkatkan program penyuluhan (Van Den Ban 1999). Metode dan teknik pengumpulan data dapat berupa survei, studi kasus, eksperimen dengan teknik interview, diskusi kelompok, penggunaan kuesioner pengukuran langsung, rapid rural appraisal dan test (Deptan 2009). Berdasarkan hal tersebut, begitu pentingnya data dan informasi dalam pelaksanaan perencanaan dan evaluasi program penyuluhan agar program tersebut tepat sasaran, tepat pelaksanaan dan tepat guna. DAFTAR PUSTAKA Arikunto S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta (ID): Rineka Cipta. Chadwick BA, HM Bahr dan SA Albrecht. 1984. Metode Penelitian Ilmu Pengetahun Sosial. New Jersey (US): Englewood Cliffts. Davis G. 1982. Kerangka Dasar Sistem Informasi Managemen Bagian I. Bandung (ID): PT Ikrar Mandiri Abadi Deptan. 2009. Modul Pendidikan Dan Pelatihan Fungsional Bagi Penyuluh Pertanian. http://deptan.go.id/ diakses 24 April 2016. Nazir M. 2009. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. Nugroho A. 2004. Konsep Pengembangan Sistem Basis Data. Bandung (ID): Informatika. Van Den Ban AW dan HS Hawkins. 1999. Penyuluhan Pertanian. Yogyakarta (ID): Penerbit Kanisius.