Vitamin berasal dari kata “vitae-amine” dan didefinisikan sebagai senyawa organik yang diperlukan dalam jumlah kecil untuk menjaga fungsi metabolisme dalam tubuh agar tetap optimal. Vitamin sebagai salah satu bagian dari nutrisi mikro, memiliki peranan yang tidak kalah besar dibandingkan dengan jenis nutrisi lainnya. Jika dilihat secara kuantitatif, persentase kebutuhan vitamin pada ransum ayam pasti lebih kecil dibandingkan dengan nutrisi lain seperti karbohidrat, protein dan lemak. Meskipun begitu, vitamin tetap wajib diberikan terkait fungsinya sebagai katalis metabolisme nutrisi makro. Dalam arti lain, bila tidak ada vitamin maka metabolisme nutrisi makro akan terhambat. Hambatan metabolisme ini akan menyebabkan pertumbuhan ayam menjadi tidak optimal, terbatasnya pembentukan energi untuk beraktivitas dan tidak terjadi regenerasi sel-sel yang rusak dalam tubuh. bahwa unggas yang dipelihara dengan sistem tata laksana yang tidak baik, sangat peka terhadap kejadian defisiensi (kekurangan) vitamin. Hal tersebut disebabkan : Unggas tidak memperoleh keuntungan dari sintesis vitamin oleh mikroorganisme di dalam alat pencernaan ayam itu sendiri karena ayam harus bersaing dengan mikroorganisme dalam menggunakan vitamin tersebut. Selain itu, meskipun unggas mampu mensintesis vitamin seperti vitamin C, namun hasil sintesis tersebut sangat rendah. Rendahnya sintesis vitamin oleh unggas disebabkan saluran pencernaan unggas yang lebih pendek dan laju pencernaan ransum yang lebih cepat dibandingkan ternak lain seperti ruminansia. Unggas mempunyai kebutuhan yang tinggi terhadap vitamin karena vitamin penting bagi reaksi- reaksi metabolis yang vital di dalam tubuh unggas. Populasi yang padat dalam peternakan unggas modern menimbulkan berbagai macam stres. Ditambah dengan kondisi lingkungan akibat global warming (pemanasan global) , dimana cuaca selalu berubah-ubah dan tidak menentu sehingga sangat berpotensi menyebabkan ayam stres sehingga kebutuhan akan vitamin juga semakin tinggi. Penyakit yang banyak menyerang unggas adalah salah satunya penyakit yang disebabkan defisiensi vitamin (kekurangan vitamin), informasi tentang penyakit unggas dan metode pengendaliannya merupakan hal yang sangat berguna karena unggas terutama ayam petelur dan pedaging memberikan kontribusi terbesar dalam penyediaan produksi daging dan telur Nasional. Gangguan terhadap kesehatan unggas daging tersebut dapat mengganggu stok pangan nasional. Defisiensi/kekurangan Vitamin E merupakan kendala yang diarasakan oleh peternak dalam budidayanya. Vitamin E adalah vitamin yang mudah larut dalam lemak. Vitamin E berfungsi sebagai antioksi dan biologi, menjaga struktur lipida (lemak) dalam mitokondria (respirasi sel pada makhluk hidup) terhadap kerusakan oksidatif, berfungsi dalam reaksi-reaksi fosforilasi normal keratin terutama persenyawaan fosfat berenergi tinggi seperti fosfat keratin dan trofosfat adenosine, dalam metabolism asam nukleat, dalam sisntesis asam acrobat, ubiquinone dan metabolism asam amino yang mengandiung sulfur. Bahan pakan mengandung vitamin E yang tidak disimpan denga baik, akan mengalami ketengikan dan rusak karena vitamin peka terhadap panas. Vitamain E berperan dalam reproduksi dan kerja sistem syaraf serta muscular (otot). Defisiensi vitamin E pada ayam yang sedang tumbuh mengakibatkan penyakit Encephalomyelitis (pelunakan otak pada anak ayam), seringkali berkomplikasi dengan jenis penyakit lain seperti penyakit avian encephalomyelitis (penyakit viral akut pada anak ayam). Gejala Eccephalomalacea, kaki direnggangkan, leher dan jari dibengkokkan, tremor, inkoordinasi, ataksia (kehilangan keseimbangan), leher dan kepala berputar dan tertarik kebelakang dan ke lateral seperti ND, paralis, mati mendadak, lesion vaskularis sehingga menyebabkan edema, dan hemoragi sepanjang cerebellum. Edema (cairan yang berlebihan di dalam darah) mungkin akan tampak berwarna agak hijau kebiruan, karena kerusakan hemoglobin sel darah merah. Jika edemanya meluas dan berkembang, unggas muda tersebut akan mengalami kesulitan berjalan dan berdiri dengan posisi kaki melebar. Pasca mati Luka pada cerebellium (otak kecil) dan cerebrum (otak besar) permukaan cerebellum terlihat edema, perdarahan besar dan nekrotik kemerahan atau kecoklatan disertai dengan nekose, dan degenerasi syaraf. Oedem dibawah kulit, oedem pada jantung dan pericardium, otot jantung berbintik-bintik oleh berbagai darah putih pucat, pendarahan pada otot timus, ginjal jaringan otot, dan lambung. Adanya cairan sub cutan di daerah perut (karena permiabilitas kapiler yang berlebihan), perdarahan dalam dinding usus. Otot dan mukosa proventriculus dan ventricukus terlihat menebal. Pada kalkun menyebabkan pembesaran persendian lutut dan distrophia otot ventricukus, terjadi myopathy (kelemahan otot). Luka pada dinding otot ventriculus. Dalam bentuk diathesis eksudatif (data riwayat ayam), terjadi kekurangan vitamin E, dinding kapiler menjadi abnormal sehingga terjadi kebocoran sel darah merah dan cairan. Cairan ini biasanya menumpuk di seluruh tubuh ayam. Biasanya dada dan perut mengalami edema subkutan dan perdarahan. Perubahan warna biru kehijauan disebabkan oleh kerusakan hemoglobin. Edema dan perubahan warna menjadi biru terjadi pada daerah leher, kepala, dan kaki. Ayam betina menunjukkan postur kaki karakteristik yang berhubungan dengan diathesis eksudatif. Akumulasi cairan dibawah kulit di sepanjang ventrum dapat menyebabkan ayam berdiri denga kaki terbuka lebar. Unggas yang terkena mungkin juga mengalami kesulitan berjalan. Edema dan perubahan warna kulit juga tampak jelas. Pencegahan dan Pengobatan Jika kasus encephalomalacia (pelunakan otak) belum mencapai tingkat yang sangat parah, maka dengan pemberian vitamin E dalam pakan dapat sembuh. Namun kebanyakan kasus encephalomalacia dapat dicegah dengan pemberian vitamin E yang tepat dan teratur di dalam pakan. Pemberian antioksidan sintetik juga dapat mencegah encephalomalacia. (Suwarna-Penyuluh Pusat) Sumber : Rawendra, Rudy dan Waluyo,Teguh,Sri, 2017, Kupas Tuntas Penyakit Unggas, Media Nusantara Creative, Malang. https://www.ilmuternak.com/2015/02/penggunaan-vitamin-pada-unggas.html diunduh tanggal 05 Nopember 2019. ilmuternak.com