Loading...

DEMFARM KOMODITI PADI SUKA MAKMUE

DEMFARM  KOMODITI PADI  SUKA MAKMUE
Demontrasi Farming (Demfarm) adalah demontrasi yang dilaksanakan oleh kelompok tani. Demfarm padi adalah salah satu metode penyuluhan dilapangan untuk memperlihatkan secara nyata’’cara” atau’’hasil” penerapan suatau inovasi tenologi padi yang telah teruji dan menguntungkan bagi petani yang dilaksanakan oleh poktan, dengan luasan 1-5 ha. Demfarm padi sebagai sarana pembelajaran petani dimaksudkan; (1) mempercepat proses disemenasi teknologi padi kepada petani; (2) meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani dalam penerapan teknlogi padi; (3) Menerapkan berbagai metode penyuluhan; (4) Menumbuh kembangkan kelembagaan petani; dan (5) Menumbuh kembangkan penyuluh swadaya.Pemberdayaan petani melalui demfarm padi merupakan upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompok tani melalui penerapan teknologi padi yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan produktivitas dan produksi padi di Indonesia. Dalam hal ini sudah banyak daerah yang melakukan dan sangat terbukti dapat mempercepat penerapan inofasi baru yang terbukti dapat meningkatkan produksi padi.Demfarm komoditi padi dari anggaran APBA Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh mengalokasikan untuk kabupaten Nagan Raya sejumlah 1 paket. Pada tanggal 23 Mei ditetapkan lokasi CPCL oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya berdasarkan CPCL yang telah dilakukan oleh PPL setempat adalah kelompok tani Hudep Sare gampong Lung Baro Kecamatan Suka Makmue Kabupaten Nagan Raya dengan luas lahan 5 ha. Selain kelompok utama sebagai pelaksana adanya kelompok lainnya yang ikut terlibat sebagai pembelajaran untuk diterapkan pada kelompoknya untuk mempercepat pemerataan penggunaan inovasi baru. Petugas pedamping kegiatan ini adalah Nurma Junita penyuluh pertanian BPP Suka Makmue dan dikontol langsung oleh koordinator BPP Suka Makmue (Muhammad Isa, SP). Kelompok tani yang ikut terlibat antara lain: Kelompoktani Sarena, Sabe Rata, Bungong Jaro dan Citra Tani.Inovasi baru yang digunakan adalah sistem jajar legowo super dengan komponen budidaya Kegiatan Penanaman Tanaman dengan berpedoman pada rekomendasi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh (BPTP Aceh) Nomor B-762/ SM.010/H.12.1/06/2018 Tanggal 6 Mei 2018. Pengolahan tanah dilakukan 2 kali, satu kali bajak singkal dan 1 kali mengaru hingga merata dan pemberian biodekomposer (M dec) sebanyak 20 bungkus. Persemaian dilakukan dengan melakukan seleksi benih terlebih dahulu dengan menggunakan air garam yang diaduk secara merata hingga telor ayam mengapung. Kemudian dimasukkan benih Padi kedalam wadah yang sudah disediakan (125 kg), yang mengapung di pisahkan dengan yang tenggelam. Yang tenggelam kemudian dibilas dengan air sebanyak 2 kali lalu diremdam dan diperam selama 24 jam, kemudian ditiriskan (kondisi lembab). Sebelum benih disemai dicampur dengan pupuk hayati (Agrimeth) sebanyak 20 Bungkus di tempat yang teduh dan langsung disemai. Penyemaian yang digunakan adalah penyemaian basah biasa.Penanaman dilakukan dengan sistem legowo 2:1 (40 : 20 : 10 ) dengan jumlah tanaman adalah 333.333 rumpun, diperkirankan jumlah rumpun tanaman padi kegiatan demfarm ini mencapai 1.666.665 rumpun. Hingga saat ini pelaksanaan Demfarm ini baru tahapan penanaman dengan harapan demfarm ini bisa berasil dan menjadikan contoh sekaligus tempat pembelajaran bagi kelompok tani sekitarnya dan umumnya petani dalam kabupaten Nagan Raya.Demfarm ini yang diberikan kepercayaan dari dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk kabupaten Nagan Raya kami selaku penyuluh pertanian sangat mengaharapkan adanya bantuan lanjutan untuk tahun selanjutnya kepada kecamatan yang lain sehingga pemerataan penggunaan inovasi baru yang sudah terbukti dapat meningkatkan produktivitas ini akan terwujut secara keseluruhan di kabupaten Nagan Raya.Penulis : Nurma Junita (PPL Suka Makmue) dan Marjuna Usman, SP (KJF Kabupaten Distannak Kab. Nagan Raya).