Loading...

Diskripsi Duku (Lansium domesticum Corr)

Diskripsi  Duku  (Lansium domesticum Corr)
Dalam melakukan usaha budidaya tanaman buah duku agar dapat tumbuh dan berproduksi yang maksimal serta mempunyai mutu yang baik maka harus memperhatikan dan mengerti ciri-ciri, kegunaan fisik tanaman buah duku dengan baik. Tanaman buah duku termasuk macam spesies Lansium, di dunia ini dikenal tiga macam spesies Lansium yang mirip satu sama lain, yaitu duku, langsat, dan pisitan. Namun, yang terkenal adalah duku dan langsat. Buah duku ( Lansium Domesticum Corr) berasal dari tanaman berkayu yang hidup menahun. Kini buah duku hampir tersebar luas diseluruh wilayah Asia dan menjadi salah satu primadona buah tropis. Duku merupakan tanaman tropis beriklim basah yang berasal dari Malaysia dan Indonesia, Vietnam, Myanmar, dan India. Di luar jawa, duku sering disebut langsat. Namun, di daerah jawa, buah langsat sering disebut kokosan. Duku ini mempunyai banyak varietas ada yang buahnya besar sekali, tetapi ada pula yang kecil. Ada yang berbiji besar, ada pula yang tidak berbiji Manfaat Buah duku dapat dimakan dalam keadaan segar dan dibuat sirop. Kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan,kulit buahnya yang dikeringkan di dimanfaatkan sebagai obat anti diare, bijinya yang ditumbuk digunakan menyembuhkan demam. Pohon tanaman buah duku berukuran sedang, dengan tinggi mencapai 30m Batang biasanya beralur-alur dalam tak teratur, dengan banir (akar papan) yang pipih menonjol di atas tanah. Pegagan (kulit kayu) berwarna kelabu berbintik-bintik gelap dan jingga, mengandung getah kental berwarna susu yang lengket. Daun majemuk menyirip ganjil, gundul atau berbulu halus, dengan 6-9 anak daun yang tersusun berseling, anak daun jorong (eliptis) sampai lonjong, 9-21 cm × 5 -10 cm, mengkilap di sisi atas, dengan pangkal runcing dan ujung meluncip (meruncing) pendek, anak daun bertangkai 5-12 mm Bunga tanaman duku terletak dalam tandan yang muncul pada batang atau cabang yang besar, menggantung, sendiri atau dalam berkas 2-5 tandan atau lebih, kerap bercabang pada pangkalnya, 10-30 cm panjangnya, berambut. Bunga-bunga berukuran kecil, duduk atau bertangkai pendek, menyendiri, berkelamin dua. Kelopak berbentuk cawan bercuping-5, berdaging, kuning kehijauan. Mahkota bundar telur, tegak, berdaging, 2-3 mm × 4-5 mm, putih hingga kuning pucat. Benang sari satu berkas, tabungnya mencapai 2 mm, kepala-kepala sari dalam satu lingkaran. Putiknya tebal dan pendek. Buah duku yang berbentuk jorong, bulat atau bulat memanjang, 2-4 cm × 1,5-5 cm, dengan bulu halus kekuning-kuningan dan daun kelopak yang tidak rontok. Kulit (dinding buah) tipis hingga tebal. Berbiji 1-3, pipih, hijau, berasa pahit; biji terbungkus oleh ‘daging' buah yang putih bening dan tebal, berair, manis hingga masam. Kultivar-kultivar yang unggul memiliki biji yang kecil atau tidak berkembang namun arilusnya tumbuh baik dan tebal, manis. ditulis oleh Dalmadi sumber : Ditjen Horti , Gambar globososo.com/image