Loading...

DOLOMIT SI KAPUR PERTANIAN BAGI LAHAN SAWAH

DOLOMIT SI KAPUR PERTANIAN BAGI LAHAN SAWAH
Sebutan Dolomit dikalangan petani mungkin belum begitu familiar tetapi bila disebut kapur pertanian maka sebagian besar petani akan paham. Apa sebenarnya manfaat dolomit atau kapur pertanian bagi lahan pertanian mungkin juga belum dipahami oleh petani. Seiring pemberian pupuk kimia yang terus menerus menyebabkan kadar tanah akan menjadi Asam, pH tanah pun akan menjadi kecil hal ini sudah pasti tidak akan baik bagi tanaman, selain pertumbuhan yang kurang baik hasilnya pun akan dirasa tidak akan optimal. Dengan aplikasi pemberian kapur yang tepat pada saat pengolahan tanah sangat bermanfaat untuk mencegah dan memperbaiki meningkatnya kadar keasaman pada tanah. Hal tersebut dapat mempengaruhi baik jangka pendek , jangka panjang dan produktivitas tanaman. Pemberian kapur pertanian atau dolomit pada saat olah tanah adalah karena sebagian besar kondisi tanah atau lahan pertanian itu sendiri memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih asam / Acid karena berbagai faktor. Adapun faktor yang memicu terjadinya keasaman tanah antara lain seperti erosi, penggunaan pupuk-pupuk kimia berlebihan, pencucian dan dekomposisi bahan-bahan organik. Pemberian kapur pertanian (KAPTAN) Ini menjadi perhatian penting bagi keseluruhan petani karena kondisi tanah pertanian yang terlalu asam dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap produktivitas tanaman. Fungsi kapur pertanian memberikan keuntungan bagi para petani, untuk menyeimbangkan pH tanah dengan cara yang sederhana serta biaya yang murah. Dengan mengaplikasikan KAPTAN saat olah tanah diharapkan memperbaiki kondisi serta menurunkan keasaman pada lahan pertanian. Kaptan atau kapur pertanian, adalah kondisioner tanah untuk menurunkan derajat keasaman yang terbuat dari batuan kapur telah diolah atau dihancurkan terlebih dahulu menjadi debu atau kadang disebut juga kapur dolomit. Cara kerja kapur pertanian adalah dengan melarutkan serta melepaskan zat-nya yang menurunkan keasaman tanah. Kapur pertanian juga memberi keuntungan yang lain bagi petani, termasuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 50%. Begitu juga dengan pemakaian pupuk-pupuk organik akan semakin terasa hasilnya. Aplikasi pemberian kapur saat olah tanah untuk mencegah keasaman berlebih (dimana ia mengurangi hasil produksi) dengan memanfaatkan KAPTAN pada lahan pertanian adalah praktek manajemen terbaik. Penggunaan yang tepat dari kapur merupakan salah satu komponen yang paling penting untuk langkah pengelolaan tanaman dalam rangka meningkatkan hasil, karena tanah yang tinggi kadar keasaman-nya sangat mempengaruhi baik jangka pendek, jangka panjang dan produktivitas tanaman. Manfaat Kaptan Meliputi: Meningkatkan sifat fisik, kimia dan biologi tanah Mempromosikan fiksasi nitrogen lebih baik dengan tanaman kacang-kacangan Meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman Mengurangi Racun (toksisitas) di dalam tanah pertanian Meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk-pupuk organik Memasok kebutuhan kalsium, magnesium dan mineral lain untuk tanaman Memperbaiki masalah tanah dari tingkat keasaman / ACID Ketika petani menggunakan kapur pertanian membawa dampak baik untuk pH tanah dari asam mendekati ke netral, kondisi yang demikian dapat meningkatkan aktivitas organisme untuk menguraikan bahan-bahan organik di tanah, yang pada akhirnya memperbaiki struktur tanah. Hal ini juga dapat membantu menghindari pencucian hara serta meningkatkan retensi penggunan air. Kapur pertanian juga meningkatkan ketersediaan nutrisi tanaman dalam berbagai cara. Tanaman yang tumbuh di tanah pada kadar pH yang tepat cenderung memiliki sistem perakaran lebih luas, kemampuan sistem akar serabut yang memungkinkan tanaman untuk menyerap berbagai nutrisi lebih efektif. Selain itu, beberapa nutrisi seperti fosfor dan perubahan sulfur ke bentuk yang lebih baik tersedia bagi tanaman dengan aplikasi Kapur pertanian yang tepat. Bahkan, menurut berbagai penelitian penggunaan kapur pertanian pada pH tanah bisa mendekati netral antara 5,8 dan 7,0 memaksimalkan ketersediaan berbagai nutrisi dan mineral tanaman penting. Pengapuran pada dasarnya sangat diperlukan dalam budidaya sayuran maupun jenis budidaya apapun baik itu budidaya tanaman pangan maupun perikanan. Manfaat kapur untuk tanaman adalah untuk menekan pH tanah yang bereaksi masam menjadi netral (sekitar 6,5). Ada beberapa keuntungan lain dalam pemberian kapur pada tanah yang masam antara lain struktur tanah akan menjadi lebih baik dan mikroorganisma akan menjadi lebih giat sehingga pelapukan bahan organik yang ada didalam tanah menjadi lebih cepat. Selain itu juga, kadar zat-zat yang bersifat meracuni tanah menurun dengan tidak membuang unsur penting yang lain. Fungsi kapur dalam pertanian juga sangat penting bagi tanaman kacang-kacangan seperti kacang kedelai, kacang hijau dan kacang tanah. Penggunaan Kapur ini dapat mempromosikan fiksasi nitrogen yang lebih baik, proses di mana bakteri (Rhizobium) yang hidup pada akar tanaman kacang-kacangan (leguminose) mengkonversi nitrogen yang ada di udara bebas dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tanaman. Untuk pH tanah yang sangat asam, disarankan jangan dipaksakan menjadi netral dalam sekali pengapuran saat pengolahan lahan, tetapi sebaiknya dilakukan secara bertahap. Hal ini akan menyebabkan kenaikan pH tanah yang secara mendadak dapat membuat tanaman akan sulit menyesuaikan. Penulis : Beby Noviani, SP Penyuluh Pertanian BPP Jonggol