Empon-empon berbeda dengan rempah-rempah. Rempah-rempah adalah jenis-jenis tanaman yang memiliki aroma dan cita rasa khas untuk penyedap makanan atau minuman, antara lain: cengkih, lada, pala, dan lain sebagainya. Jadi, manfaat utama dari rempah-rempah untuk menyedapkan masakan. Sedangkan empon-empon adalah tanaman akar tinggal atau rimpang yang seringkali digunakan untuk jamu tradisional, antara lain: jahe, temulawak, kunyit, dan kencur. Pada saat pandemi virus Corona 19 ini, empon-empon banyak dicari orang, karena sudah dikenal sejak nenek moyang, bahwa ramuan tradisional dari empon-empon yang dikonsumsi dapat meningkatkan kondisi kesehatan untuk menjaga sistem imunitas tubuh. Jenis empon-empon terbukti mampu memberikan khasiat mujarab bagi kesehatan tubuh untuk mencegah penyakit seperti tanda-tanda terserang virus Corona 19, antara lain: jahe, temulawak, kunyit, dan kencur. Jahe Jahe dikonsumsi dapat untuk menjaga daya tahan tubuh, karena jahe mampu mencegah pertumbuhan dan mengatasi bakteri jahat dalam tubuh. Selain itu, senyawa gingerin yang dikandungnya dapat untuk antiinflamasi atau radang flu. Khasiatnya akan lebih baik dengan jahe merah rasanya lebih pedas. Jahe ini bisa langsung direbus hingga mendidih sehingga kandungannya dapat larut dalam air. Setelah dingin, air rebusan jahe dapat langsung diminum agar bisa mendapatkan khasiatnya. Kalau ingin rasa yang lebih nikmat, air jahe bisa dicampurkan dengan susu atau madu. Temulawak Temulawak mengandung kurkumin yang memberikan warna kuning dan jika dikonsumsi bisa menyehatkan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh dan membuat tubuh agar tetap bugar, maka cocok untuk rutin dikonsumsi bagi yang sibuk dengan pekerjaan agar tidak sampai turun imunitasnya karena kelelahan. Kunyit Kunyit berwarna kuning yang khas, maka biasanya digunakan sebagai bahan pewarna, bumbu dapur dan ramuan jamu. Kunyil mengandung kurkumin yng secara umum bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, mengonsumsi kunyit dapat meningkatkan antioksidan dalam tubuh yang terbukti dapat mengatasi serangan radikal bebas penyebab munculnya sel kanker dalam tubuh. Selain itu, kunyit mengandung kurkuminoid yang banyak bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya sebagai obat peradangan dan sifat sitotoksik yang dimilikinya mampu mencegah proliferasi sel kanker. Kencur Manfaat utama mengonsumsi kencur untuk mengobati penyakit batuk, melegakan pernapasan, menghilangkan dahak akibat batuk, dan melegakan tenggorokan. Melihat khasiat empon-empon di atas, semuanya berkaitan langsung dengan gejala yang ditimbulkan oleh serangan virus Corona 19. Gejala tersebut, antara lain: demam, batuk, pilek, sesak napas, sakit tenggorokan. Mulai dari penguatan sistem imun tubuh agar tidak mudah terjangkit virus Corona 19 bisa didapatkan dengan banyak mengonsumsi ramuan jahe merah dan temulawak. Sedangkan gejala batuk, sakit tenggorokan, dan gangguan pernapasan dapat diredakan dengan mengonsumsi kencur. Hal ini tentu dapat menjadi salah satu cara pencegahan terjangkitnya virus Corona 19 yang mudah menular. Dalam hal meningkatkan imunitas, Presiden RI Joko Widodo, ternyata mengosumsi rebusan temulawak, kunyit dan jahe setiap pagi. Racikan yang diterapkan Bapak Joko Widodo dengan perbandingan 8 : 6 : 3, yaitu 8 temulawak, 6 kunyit, dan 3 jahe. Semua bahan itu dipotong kecil dan ditambahkan air, kemudian direbus sampai berubah warna. Setelah mendidih, air empon-empon yang berwarna kecokelatan tersebut disaring dan disajikan. Betapa pentingnya keempat jenis empon-empon tersebut di atas di saat pandemic virus Corona 19 in, maka marilah para penyuluh pertanian tetap bekerja mendampingi petani untuk membina dan mengajak menanam empon-empon untuk melawan pandemi virus Corona 19. Tanaman empon-empon tersebut dapat ditanam pada lahan yang kurang subur, sehingga bisa di pekarangan, lahan yang belum ditanami, dan lahan lainnya. Untuk mendapatkan hasil yang baik dengan menerapkan Good Agriculture Practices (GAP), yaitu budidaya yang baik dan benar. Selamat berjuang untuk melawan pandemi virus Corona 19 bersama petani. Penulis: Susilo Astuti H. – Pusluhtan Sumber Pustaka: Pedoman Budidaya Tanaman Obat Yang Baik, Direktorat Budidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan. 2014. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Kunyit Karanganyar. Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. Cetakan Ke-3. 2019. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza) Kapupaten Sukabumi. Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. Cetakan Ke-4. 2019. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Jahe (Zingiber Officinale). Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. Cetakan Ke-6. 2019.