Dalam rangka mengevaluasi kegiatan Climate Smart Agriculture (CSA)/pertanian cerdas iklim pada Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2022, dilaksanakan pertemuan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah diterapkan pada lokasi demplot maupun lokasi terdampak. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Claro Makassar pada tangga 7 hingga 8 November 2022, menghadirkan penanggung jawab kabupaten, pelaksana teknis kabupaten, petugas administrasi, alumni Trainer of Manager (ToM), Tim Pendamping Masyarakat (TPM), koordinator BPP pelaksana, penyuluh pendamping dan ketua KEP/KWT dengan jumlah peserta 92 orang. Kegiatan ini penting dilakukan mengingat waktu pencairan dana kegiatan kurang dari sebulan, sehingga kegiatan teknis dan penyelesaian administrasi perlu digenjot untuk memaksimalkan realiasi fisik dan keuangan. Sesi pertama diawali dengan pemaparan evaluasi CSA oleh PPIU (provinsi), diikuti oleh KPIU dari empat kabupaten yakni Takalar, Pinrang, Bone dan Pangkep. Sesi ini memaparkan kegiatan yang telah dilaksanakan, realisasi keuangan dan rencana serapan dana pada bulan November dan Desember. Menginventarisir permasalahan yang terjadi di lapangan untuk antisipasi permasalahan yang mungkin terjadi pada tahun berikutnya. Pertemuan evaluasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa pertemuan ini untuk mengevaluasi kegiatan CSA yang telah dilaksanakan. Filosofi evaluasi adalah melihat ke belakang untuk memperbaiki apa yang akan dilakukan ke depan. Ada peningkatan yang cukup signifikan dari demplot CSA yang dilakukan. CSA menjadi penting karena banyak terjadi anomali cuaca di beberapa tempat. Harapan ke depan, evaluasi yang telah dilakukan akan menjadi bahan pembelajaran. Jaga keberlanjutan, mindset kalau program selesai, maka selesai kegiatannya. ”Hasil demplot CSA sudah dibuktikan dengan hasil yang baik. Hal ini membutuhkan semangat, teamwork di lapangan, yang lebih utama kegigihan karena ini menguras energi dan waktu. Tapi ketika diperhadapakan dengan apa yang dilakukan bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat, itu setimpal. Kondisi sekarang sangat membutuhkan pendekatan-pendekatan CSA. Di tengah resesi dan inflasi yang tinggi, negara-negara panik dengan tingginya inflasi. Bagaimana menekan inflasi? Tingkatkan produksi dan produktivitas, tekan impor, cari produk subtitusi, perbaiki jalur disitribusi, dsb. Harapannya ke depan, kita dapat bersinergi agar program ini berkelanjutan,”tutur Imran Jausi menutup sambutannya. Dalam rangkaian acara tersebut, terdapat sesi belajar teknik menulis berita dan materi penyuluhan CSA dan teknik editing video penyuluhan untuk meningkatkan kapasitas pelaksana kegiatan SIMURP untuk menyebarluaskan informasi kegiatan CSA SIMURP. Dengan pelaksanaan pelatihan ini, diharapkan pelaksana SIMURP aktif dalam menyebarluaskan kegiatan-kegiatan SIMURP melalui tulisan dan video agar kegiatan SIMURP khususnya kegiatan CSA tersosialisasi dengan baik dan jangkauannya lebih luas. Dwi Arnir Wanayenti, SP Penyuluh Pertanian DTPH-BUN Prov. Sulsel