Biogas merupakan gas yang mudah terbakar (flammable gas) yang merupakan hasil akhir dari penguraian bahan organik oleh aktivitas bakteri anaerob. Biogas dapat digunakan seperti bahan bakar yang lain karena memiliki energy kalor yang tinggi. Nilai kalor biogas berkisar 4.800 – 6.700 kcal/m3. Kandungan 1m3 biogas setara dengan 0,48 kg gas LPG; 0,62 liter minyak tanah (kerosin); 0,52 liter minyak diesel (solar); 0,8 liter bensin; 0,6 liter minyak mentah (crude 0il); 1,4 kg batu bara; 1,25 kwh listrik; 3,5 kg kayu bakar.Beberapa factor yang dapat mempengaruhi produksi BiogasKondisi anaerob atau kedap udara,biogas dihasilkan dari proses fermentasi bahan organik oleh mikroorganisme. Karena itu instalasi pengolah biogas harus kedap udara (keadaan aerob).Bahan Baku Isian, bahan baku isian berupa bahan organik seperti kotoran ternak, limbah pertanian, sisa dapur dan sampah organik. Bahan baku isian ini harus terhindar dari bahan baku anorganik seperti pasir, batu, plastik dan beling. Bahan isian ini harus mengandung berat kering sekitar 7 -9 %. Keadaan ini dapat dicapai dengan melakukan pengenceran menggunakan air , sebagai ukuran rasio bahan baku dan air yaitu 1 : 1 -2 .Imbangan C/N , imbangan Carbon (C) dan Nitrogen (N) yang terkandung dalam bahan organik sangat menentukan kehidupan dan aktivitas mikroorganisme. Imbangan C/N yang optimum bagi mikroorganisme perombak adalah 25 – 30 .Derajat keasaman (PH), derajat keasaman sangat berpengaruh terhadap kehidupan mikroorganisme. Derajat keasaman yang optimum bagi kehidupan mikroorganisme adalah 6,8 – 7,8 . Pada tahap awal fermentasi bahan organik akan terbentuk asam (asam organic) yang akan menurunkan pH. Mencegah terjadinya penurunan pH dapat dilakukan dengan menambahkan larutan kapur (Ca(OH)2) atau kapur (CaCO3).Temperatur, Produksi biogas akan menurun secara cepat akibat perubahan temperature yang mendadak di dalam instalasi pengolah biogas. Upaya praktis untuk menstabilkan temperature adalah dengan menempatkan instalasi biogas didalam tanah.Starter , starter diperlukan untuk mempercepat proses perombakan bahan organik hingga menjadi biogas. Starter merupakan mikroorganisme perombak yang telah dijual komersial. Dapat juga menggunakan lumpur aktif organik atau isi rumen. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : BalitbangtanSumber Gambar : agrinak.com