Loading...

FARMERS FIELD DAY (FFD) Sekolah Lapang Genta Organik di Kecamatan Pasawahan, Kab. Purwakarta.

FARMERS FIELD DAY (FFD) Sekolah Lapang Genta Organik di Kecamatan Pasawahan, Kab. Purwakarta.
Hari ini, Selasa 18 Juli 2023, telah dilaksanakan kegiatan FARMERS FIELD DAY (FFD) Sekolah Lapang Genta Organik di Kecamatan Pasawahan, Kab. Purwakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan dari Distanhorti Jawa Barat, Bapak Bapak Kabid Penyuluhan Dinas Pangan dan Pertanian Kab Purwakarta, Bapak Kasi Penyuluhan Dinas Pangan dan Pertanian Kab Purwakarta, Tim KJF Dinas Pangan dan Pertanian Kab Purwakarta, Bapak Kepala Desa Pasawahan, Ketua dan anggota kelompok kegiatan SL Genta Organik. Bapak Kepala Bidang Penyuluhan menyampaikan, kegiatan Genta Organik ini diharapkan bisa menginisiasi kegiatan pertanian organik kedepannya. Semoga motivasi yang didapat bisa meningkatkan kualitas Pertanian di Kab. Purwakarta. Bapak Lurah Kec. Pasawahan menyampaikan, bahwasannya di Kec. Pasawahan masalah yang utama adalah berhubungan dengan pengairan. Oleh karena itu, diharapkan kedepannya bisa ada perbaikan sistem pengairan di Kec. Pasawahan. Saudara Abdullah Hafidz, selaku perwakilan dari Distanhorti Jabar, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Dinas Kabupaten, penyuluh, POPT dan semua petani pelaku kegiatan ini atas komitmennya sehingga kegiatan ini bisa berjalan dari awal hingga FFD dilaksanakan. Dalam kegiatan FFD ini, disampaikan beberapa hasil, kendala dan kebermanfaatan dilakukannya kegiatan Genta Organik. Pak Maman dari Poktan Karya Tani menyampaikan, dengan mengaplikasikan Sanyong sebagai pengganti pupuk subsidi bisa menunjukkan hasil yang cukup baik. Kedepannya, petani perlu meningkatkan perlakuan budidayanya sehingga bisa memberi hasil yang lebih baik. Hasil ubinan di Poktan Karya Tani, beberapa hari kebelakang menunjukkan hasil sebesar 7,5 dan 6,025. Hal ini meenunjukkan hasil yang sangat baik dari diberlakukannya pengaplikasian budidaya organik. Bapak Endang Yarmidi dari Poktan Tani Mukti menyampaikan, ada 6 Poktan yang sudah mulai fokus kepada penggunaan bahan organik dalam budidayanya. Bapak Endang juga menyampaikan rasa senangnya karena pemerintah sudah mulai memberikan ketertarikannya dalam meningkatkan penggunaan pertanian organik. Bapak Endang memberikan juga sedikit pengalamannya, dimana ternyata penggunaan pertanian organik berkembang dengan lebih baik di luar Jawa Barat. Berhubungan dengan kegiatan Genta Organik, ada petani yang rajin dan melakukan penerapan budidaya organik secara baik sehingga hasil ubinannya berada diatas 7 kg/ha. Bapak Ade dari Poktan Sinar Raharja II menyampaikan, kegiatan Genta Organik memberikan manfaat yang baik dimana para petani bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia sehingga mengurangi biaya produksi. Hasil ubinan dari Bapak Ade hanya menunjukkan hasil di kisaran 4,6 kg. Hal ini disebabkan oleh adanya serangan hama tikus yang cukup banyak. Poktan Mekar Jaya yang diwakili oleh Bapak Tarwan menyampaikan, padi yang telah diberi aplikasi bahan organik (Sanyong) menunjukkan pertumbuhan padi yang baik. Selain itu, salah satu teknik budidaya yang diterapkan Bapak Tarwan adalah menggunakan kembali jerami padi, yang mana bisa mengurangi penggunaan pupuk. Bapak Maman selaku pakar pertanian organik di Kec. Pasawahan menyampaikan, dengan adanya Genta Organik bisa memberikan manfaat bagi petani. Meski sebagian besar petani baru mulai menggunakan bahan organik sehingga baru bisa disebut semi organik, budidaya menunjukkan hasil yang positif dalam produksi pada. Dengan Genta Organik ini, petani mulai memahami penggunaan berbagai bahan organik secara optimal sehingga bisa melakukan budidaya dengan lebih baik dan efektif. Dipenghujung acara, Bapak Kepala Dinas Pangan dan Pertanian menyampaikan terima kasihnya kepada petani selaku pejuang pangan Indonesia. Bapak Kadis juga menyinggung perihal Genta Organik yang diharapkan bisa menjadi solusi langkanya pupuk di Indonesia guna menjaga keberlangsungan pangan negara. Red: Gumiwang Purwa Permana (Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Barat)