Loading...

FERMENTASI PAKAN TERNAK

FERMENTASI PAKAN TERNAK
FERMENTASI PAKAN TERNAK Lokasi : Desa Sayoang, Kec AluPemateri : Askar Salam, S.Pt., M.SiPenyuluh Pertanian Kabupaten Polewali Mandar Secara sederhana fermentasi pakan adalah proses amoniasi, atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut dengan peragian atau pemeranan. Fermentasi ini biasa dilakukan untuk pakan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing) maupun unggas. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan atau bahan pakan ternak lainnya, agar bisa disimpan dalam kurun waktu yang lama, untuk kemudian diberikan sebagai pakan bagi ternak. Sehingga dapat mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan pada musim kemarau.Kegunaan melakukan Fermentasi Pakan Ternak- Tujuan dasar fermentasi pakan agar bisa disimpan sesuai keperluan, ini juga termasuk pakan bisa bertahan lama tanpa mengurangi jumlah nutrisi.- Pakan hasil fermentasi dapat meningkatkan palatabilitas pakan dan dapat mempercepat pertumbuhan ternak.- Daging hewan yang dihasilkan, khususnya kambing rendah yang kolesterol dan tidak prengus.- Limbah kotoran ternak yang yang diberi pakan hasil fermentasi lebih berkualitas sehingga sangat baik dijadikan bahan baku pupuk organik. Pakan Fermentasi Untuk UnggasBahan pembuatan pakan fermentasi untuk unggas1. Tempat untuk pembuatan pakan fermentasi bisa pada terpal seperti tong besar, plastik besar, ataupun Anda menggunakan pada bak.2. Dedak Padi3. Gula Pasir4. Air secukupnya5. Suplemen probiotikProses Pembuatan1. Pertama siapkan tempat/wadah pembuatan pakan fermentasi.2. Masukan dedak pada wadah fermentasi.3. Larutkan sumplemen probiotik SOC ditambah dengan air gula dan pasir dalam wadah terpisah.4. Siramkan larutan probiotik+gula kedalam wadah berisi dedak dan aduk hingga merata/homogen.5. Setelah bahan tercampur merata, tutup rapat wadah pakan fermentasi sehingga menjadi kedap udara.6. Lalu diamkan selama 5 hari, dengan ketentuan wadah dibuka setiap hari selama kurang lebih 15 menit per hari kemudian wadah fermentasi kembali ditutup rapat.7. Setelah 5 (lima) hari pakan fermentasi sudah bisa digunakan atau diberikan kepada ayam. Cara Membuat Pakan Fermentasi Untuk Sapi & KambingBahan dasar yang digunakan dalam fermentasi jerami :- Jerami Padi (segar atau kering) 1 ton (1000 kg)- Dedak halus 6 kg (atau bahan pati sejenis/RAC)- ½ liter Effective Microorganisme-4 (EM-4)- ½ liter gula/molasses atau bahan lain yg sejenis- 100 liter Air sumur (jangan yang ber-kaporit)- 6 Kg Urea- Bahan organik lain yang sejenis bisa ditambahkanPrayarat dekomposer yang dapat digunakan dalam fermentasi pakan :- Terbuat dari bahan organik- Tidak mengandung komponen berbahaya- Ramah lingkungan- Mudah dalam pengaplikasian- Harga terjangkau dan mudah diperoleh Tabel 1. Data Proximate Jerami PadiNo. Kandungan Persentase (%)1. Protein Kasar 3,62. Lemak Kasar 1,33. Abu 16,44. BETN 41,65. Serat Kasar 32,06. Lignin 4,97. Silica 13,58. Phospor (P) 0,109. Kalsium (Ca) 0,24Sumber : TPUPM Nilai plus amoniasi/fermentasi jerami :1. Dapat meningkatkan kandungan Protein Kasar jerami menjadi 200-300 %2. Menaikkan daya cerna jerami menjadi 60-62 %3. Menaikkan konsumsi rata-rata menjadi 31-43 % (Palatable)Manfaat pakan ternak yang di fermentasi :- Pakan dapat disimpan dan digunakan sesuai kebutuhan- Meningkatkan nilai gizi pakan berkualitas rendah atau sedang- Mereduksi kandungan bahan anti nutrisi yang terdapat secara alami dalam komponen bahan pakan (Silica, Tannin, lignin, As.Oksalat, dll)-Meningkatkan nafsu makan sehingga mempercepat pertumbuhan ternak- Daging hewan terutama kambing rendah kolesterol dan tidak “prengus” - Kotoran hewan tidak menimbulkan bau/amoniak- Kotoran/limbah hewan menjadi lebih berkualitas untuk dimanfaatkan menjadi pupuk Cara membuat amoniasi jerami1. EM 4 500 cc (1/2 liter) dilarutkan dalam 100 lt air sumur + gula/molases ½ liter, kemudian diperam selama 24 jam (tertutup rapat)2. Jerami padi secukupnya di tabur dalam lapisan tipis setebal ? 30 cm, lalu disiramkan/diperciki larutan EM4 yg sudah diperam3. Taburkan dedak + urea selapis demi selapis4. Masukkan kembali jerami padi (lapisan ke-2) dan ulangi cara di atas tahap demi tahap, dan seterusnya sampai seluruh bahan habis.5. Pastikan kadar air bahan 60% (tangan basah saat bahan digenggam, tetapi tidak sampai meneteskan air saat diangkat/ dipindahkan).6. Sungkup/tutup seluruh bahan dengan plastik terpal dan pastikan kedap udara dan air.7. Amoniasi jerami diperam selama 21 hari, setelah itu di bongkar dan di angin-anginkan.8. Amoniasi jerami yang sudah jadi dapat disimpan sebagai cadangan pakan selama 1 tahun. Askar Salam, S.Pt., M.SiPenyuluh Pertanian Kabupaten Polewali Mandar