Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menetapkan 3 lokasi pelaksanaan Demonstarsi Farm (Demfarm) sistem pertanian terpadu sensitif gizi (Integrated Farming System Sensitive Nutrition) berbasis Closed loop program IPDMIP di Indonesia, yaitu Kabupaten Ciamis - Jawa Barat, Kabupaten Banyuasin - Sumatera Selatan dan Kabupaten Bone – Sulawesi Selatan, khusus di Kabupaten Bone pelaksanaan Demfarm program IPDMIP sukses dilaksanakan di Kelompoktani Mandiri Desa Mallinrung, Kecamatan Libureng dengan luas lahan hamparan sebesar 20 hektare (ha) dengan menggunakan benih padi hibrida Varietas Sembada 168 dan sistem tanam jajar legowo 4:1, hal ini terlihat pada kegiatan Panen Perdana Demfarm Padi IPDMIP (Integrated Participatory Development And Management Of Irrigation Project) pada hari Rabu tanggal 28/09/2022 yang dihadiri oleh 500 (lima ratus) peserta terdiri dari penyuluh dan petani dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bone serta beberapa undangan dari empat lokasi IPDMIP lainnya di Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Sidrap, Pinrang, Sengkang, dan Soppeng. Sebelum panen perdana, dilakukan pengambilan ubinan oleh petugas KSK, Penyuluh, Petani lokasi Demfarm dan disaksikan BABINSA/BABINKAMTIBMAS dengan hasil ubinan sebanyak 8,3 kg equivalen 13,28 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP). Hadir pada kegiatan tersebut NPIU Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ir. Pamela Fadila, MA, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Bpk. Zulfiandi, mewakili Bapak Gubernur Sulawesi Selatan yakni Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan Ir. H. Imran Jausi, M. Pd., Bupati Bone Dr. H. Andi Fahsar M. Padjalangi, M.Si., Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bone H. Andi Asman Sulaiman, S. Sos., MM. Kepala UPT. Pelatihan Sumber Daya Manusia Pertanian Asninda Abbas, SP., MP., beserta Forkopimda Kabupaten Bone. Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan Ir. H. Imran Jausi, M. Pd. memberikan apresiasi, penghargaan serta ucapan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI atas dipilihnya Kabupaten Bone sebagai salah satu dari 3 lokasi pelaksanaan Demfarm padi hibrida kegiatan IPDMIP di Indonesia. Selain itu, Gubernur Sulawesi Selatan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh PPL dan petani, yang telah memajukan sektor pertanian. “Mari terus kita tingkatkan pembangunan sektor pertanian agar terus bertambah maju lagi, dan tentunya pemerintah pusat dan daerah akan selalu siap membantu para petani maupun kelompok tani dalam mengembangkan pertaniannya”. Sebagai pemasok kebutuhan beras terbesar di Indonesia, Sulsel hingga September 2022 telah memasok kebutuhan beras nasional sebanyak 120 ribu ton, oleh karena itu tidak salah jika Provinsi Sulawesi Selatan dijuluki sebagai Provinsi Lumbung Pangan Nasional sekaligus sebagai Penyanggah Kebutuhan Pangan Nasional. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat mendukung pelaksanaan program IPDMIP yang merupakan kolaborasi dari 3 kementerian yaitu PUPR, KEMENDAGRI dan KEMENTAN RI sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan petani. Dalam kesempatan yang sama Bupati Bone DR. H. Andi Fahsar M. Padjalangi, M. Si. dalam sambutannya mengatakan “Terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI atas penunjukan Kabupaten Bone selaku pelaksana Demfarm Padi Hibrida Program IPDMIP”. “Hasil panen perdana kita pada hari ini tidak lepas dari kontribusi dari Kadis TPHP Kabupaten Bone, beliau adalah Kadis Millenial dan juga Kadis Muda yang bekerja 1 x 24 jam” puji Fahsar. Selain itu Bupati Bone juga mengatakan “Program ini harus tetap dilanjutkan, Kalau bisa jangan cuma 1 titik di kabupaten Bone, kalau perlu sampai 10 titik, karena lebih banyak lebih baik” ujar orang nomor satu di Bumi Arung Palakka ini. Sementara itu Kadis TPHP Kabupaten Bone H. Andi Asman Sulaiman, S. Sos., MM. mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM Pertanian dengan mendorong transformasi pertanian tradisional menjadi modern, sehingga terjadi peningkatan produktivitas usaha tani padi di daerah irigasi secara berkelanjutan” ujar Kadis Millenial ini. Tim PPID TPHBun saat mengkonfirmasi pada kesempatan akhir acara kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulsel Ir. H. Imran Jausi, M. Pd. Beliau mengatakan “Pemprov Sulsel pada Tahun 2022 ini telah memberikan dukungan kepada pembangunan sektor pertanian dengan membangun beberapa ruas jalan terisolir agar distribusi produk pertanian menjadi lancar, pembangunan daerah irigasi untuk memenuhi kebutuhan pengairan pertanian dan membantu petani dengan benih gratis unggul melalui program Mandiri Benih yang menyasar 100 ribu hektar lahan pertanian”. “Benih yang dibagikan ke masyarakat tersebut kita jamin minim akan penggunaan bahan kimia dan penangkaran dilakukan di Instalasi Kebun Benih milik Pemprov Sulsel dan Alhamdulillah hasil panen rata-rata produktivitasnya mencapai 7-8 ton GKP perhektar, yang sebelumnya hanya 4-6 ton GKP per hektar” ujar Imran Jausi. “Oleh karena itulah, jika para kelompok tani merasa ada hal-hal yang diperlukan dalam rangka untuk pengembangan komoditas pertanian, maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan selalu siap membantu melalui OPD terkait, dan kita akan terus berupaya agar Sulsel dapat terus menjadi penyangga komoditas beras di Indonesia” ungkap Imran Jausi mengakhiri wawancara dengan Tim PPID TPH Bun Sulsel. Tantangan pembangunan pertanian ke depan, akan dapat diatasi apabila dilandasi dengan kebersamaan, komitmen serta sinergitas program dan kebijakan antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi dan pusat serta dengan dukungan dari masyarakat dan stakeholder terkait. Andi Untung, SP Penyuluh Pertanian Madya Provinsi Sulsel