I. PENDAHULUAN Pestisida (Inggris : pesticide) secara harafiah berarti pembunuh hama (pest:hama; cide:membunuh). definisi menurut The United States Federal Environmental Pesticide Control Act, pestisida adalah semua zat atau campuran zat yang khusus untuk memberantas atau mencegah gangguan serangga, binatang pengerat, nematoda, cendawan, gulma, virus, bakteri, jasad renik yang dianggap hama kecuali virus, bakteri, atau jasad renik yang terdapat pada manusia atau binatang lainnya. Atau semua zat atau campuran zat yang dimaksudkan untuk digunakan sebagai pengatur pertumbuhan tanaman atau pengering tanaman (Sudarmo, 1988). Pestisida dapat digolongkan menjadi bermacam-macam berdasar fungsi, antara lain : akarisida, bakterisida, fungisida, herbisida, insektisida, molluskisida, nematisida, rodentisida dan lain-lain. II. FORMULASI PESTISIDA Bentuk-bentuk formulasi pada pestisida antara lain: BENTUK CAIR 1. EC (Emulsifiable Cocentrate atau Emulsible Cocentrate). Sediaan berbentuk pekatan (konsentrat) cair dengankonsentrasi bahan aktifd yang cukup tinggi. Kosentrasi ini jika dicampur dengan air akan membentuk emilsi (butiran denda cair yang melayang dalam media cair lain). EC umumnya digunakan dengan cara disemprot, meskipun dapat pula digunakan dengan cara lain. 2. Soluble Concentrate in water (WSC) atau Water Soluble Concentrate (WSC). Formulasi ini mirip EC, tetapi bila decamp[ur air tidsak membentuk emulsi, melainkan membentuk larutan homogen. Umumnya, sediaan ini digunakan dengan cara disemprotkan. 3. Aeous Solution (AS) atau Aquaous Concentrate (AC). pekatan ini diarutkan dalam air. Persisida yang diformulasi dalam bentuk AS dan AC umumnya pestisida berbentuk garam yang mempunyai kelarutan tinggi dalam air. Pestisida ini juga dighunakan dengan cara disemprot. 4. Soluble (SL). Pekatan cair ini jika dicampurkan air akan membentuk larutan. Pestisida ini digunakan dengan cara disemprotkan. SL juga dapat mengacu pada formulasi slurry. 5. Flowable (F) atau Flowabel ini Water (FW). Formulasi ini berupa konsentrasi cair yangs angat pekat. Bila dicampur air, F atau FW akan membentuk emilsi seperti halnya WP. Pada dasarnya FW adalah WP yang dibasahkan. 6. Ultra Low Volume (ULV). Sediaan khusus untuk penyemprotan dengan volume ultra rendah, yakni volume semprot antara 1 hingga 5 liter/hektar. ULV umumnya merupakan sdiaan siap pakai, tanpa harus dicampur dengan air. BENTUK PADAT 1. Wettable Powder (WP). Formulasi WP bersama EC merupakan formulasi klasik yang masih banyak digunakan dingga saat ini. WP adalah formulasi bentuk tepung yang bila dicampur air akan membentuk suspensi yang penggunaannya dengan cara disemprot. 2. Soluble powder (S atau SP). Formulasi bentuk tepung yang bia dicampur air akan menghasilkan larutan homogen. Pestisida ini juga digunakand enga cara disemprotkan. 3. Butiran (G). Butiran yang umumnya merupakan sedian siap pakai dengan konsetrasi rendah. Pestisida butiran digunakan dengan cara ditaburkan di lapagan (baik secara manual dengan tangan atau dengan mesin penabur) setelah penaburan dapat diikuti denga pegolahan tanah atai tidak. Disamping formulasi G dikenal juga fomulasi SG, yakni sand granular. 4. Water Dipersible Granule (WG atau WDG) . WDG atau WG berbentuk butiran, mirip G, tetapi penggunaanya sangat berbeda. Formulasi WDG harus diencerkan denga air dan digunakan dengan cara disemprotkan. 5. Seed dreesing (SD) atau Seed Treatment (ST). Sediaan berbentuk tepung yang khusus digunakan untuk perawatan benih 6. Tepug Hembus atau Dust (D). Sediaan siap pakai dengan konsentrasi rendah yang digunakan dengan cara dihembuskan. 7. Umpan atau bait (B) ready Mix Bait (RB atau RMB). umpan merupakan formulasi siap pakai yang umumya digunakan untuk formulasi rodentisida. Ketika kita membeli pestisida di kios-kios pertanian sering kita menjumpai akhiran nama angka dan huruf kapital. Sebagai contoh Decis 25 EC, Spontan 400 SL, Dithane 80 WP dll. Angka yang dimaksud diatas mengandung arti persentase bahan aktif sedangkan huruf kapital diatas mengandug arti jenis formulasi pestisida tersebut. Dithane 80 WP artinya dalam 1 Kg dithane terkandung 800 gr (80 %) mankozeb dan bentuk pestisida tersebut adalah WP (Wettable Powder), atau tepung yang akan tersuspensi jika dicampur air. II. APLIKASI PESTISIDA Pestisida diaplikasikan dengan berbagai cara. Cara-cara mengaplikasikan pestisida di antaranya yaitu : Penyemprotan (spraying), pengasapan (fumigation), penghembusan (dusting), penaburan pestisida butiran, perawatan benih, pencelupan fumigasi, injeksi dan penyiraman. Pestisida racun kontak atau racun lambung sebaiknya tidak disemprotkan pada saat cuaca mendung, efektifitas pestisida jenis ini akan menurun jika sebelum 8 jam setelah penyemprotan terguyur hujan. Berbeda halnya dengan pestisida racun sistemik yang harus berada di daerah perakaran untuk dapat diserap akar. Secara umum, disarankan waktu yang baik untuk penyemprotan pestisida adalah pagi hari ( jam 07.00 – 10.00) dan sore hari (jam 15.00 – 18.00). Penggunaan pestisida harus memperhatikan prinsip 5 (lima) tepat, yaitu: tepat sasaran, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis/ konsentrasi, dan tepat cara.