Loading...

Fungsi, Karakteristik dan Komponen Komunikasi Massa

Fungsi, Karakteristik dan Komponen Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah penyampaian informasi menggunakan media massa (media cetak dan elektronik) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim dan heterogen dengan maksud, tujuan dan menimbulkan efek tertentu. Fungsi Komunikasi Massa Terdapat beberapa fungsi komunikasi massa, yaitu sebagai berikut (Ardianto dkk, 2007): Pengawasan (Surveillance). Sebagai alat bantu khalayak masyarakat guna mendapatkan peringatan dari media massa yang menginformasikan tentang ancaman. Pengawasan mengacu kepada yang kita kenal sebagai peranan berita dan informasi dari media massa. Media mengambil tempat para pengawal yang mempekerjakan pengawasan. Penafsiran (Interpretation). Fungsi penafsiran hampir mirip dengan fungsi pengawasan. Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran atau tanggapan sementara terhadap kejadian-kejadian penting. Organisasi atau industri media memilih dan memutuskan peristiwa-peristiwa yang dimuat atau ditayangkan. Tujuan penafsiran media ingin mengajak para pembaca atau pemirsa untuk memperluas wawasan dan membahasnya lebih lanjut dalam komunikasi antarpribadi atau komunikasi kelompok. Pertalian (Linkage). Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam sehingga membentuk linkage (pertalian) berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu. Penyebaran Nilai-Nilai (Transmission of Values). Fungsi ini juga disebut sosialisasi. Sosialisasi mengacu kepada cara, di mana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa menyajikan penggambaran masyarakat dan dengan membaca, mendengar, dan menonton maka seseorang mempelajari bagaimana khalayak berperilaku dan nilai-nilai apa yang penting. Hiburan (Entertainment). Fungsi menghibur dari komunikasi massa tidak lain tujuannya adalah untuk mengurangi ketegangan pikiran khalayak, karena dengan melihat berita-berita ringan atau melihat tayangan-tayangan hiburan di televisi dapat membuat pikiran khalayak segar kembali. Karakteristik Komunikasi Massa Menurut Ardianto dkk (2007), komunikasi massa mempunyai karakteristik khusus yang membedakannya dengan komunikasi yang lain. Komunikasi massa mempunyai karakteristrik sebagai berikut: Komunikator Terlembaga, bahwa komunikasi massa itu melibatkan lembaga, dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks. Pesan Bersifat Umum, komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu ditunjukan untuk semua orang dan tidak ditunjukkan untuk sekelompok orang tertentu. Komunikasinya Anonim dan Heterogen, komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen. Media Massa Menimbulkan Keserempakan, ciri lain dari komunikasi massa yaitu kemampuannya untuk menimbulkan keserempakan pada pihak khalayak dalam menerima pesan-pesan yang disebarkan. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan, hal ini menunjukkan muatan atau isi komunikasi, yaitu apa yang dikatakan, sedangkan untuk hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya, yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah, ini berarti bahwa tidak terdapat arus balik dari komunikan ke komunikator. Dengan kata lain komunikator tidak mengetahui tanggapan para pembaca atau penonton tentang pesan yang disampaikan. Stimulasi Alat Indra Terbatas, hal ini dianggap sebagai salah satu kelemahan dari komunikasi massa. Umpan Balik Tertunda, umpan balik sebagai respon memiliki faktor penting dalam bentuk komunikasi, sering kali dapat dilihat dari feedback yang disampaikan oleh komunikan. Komponen Komunikasi Massa Komunikasi massa pada dasarnya merupakan proses komunikasi satu arah, artinya komunikasi berlangsung dari komunikator (sumber) melalui media kepada komunikan (khalayak). Menurut Ardianto dkk (2007), komunikasi massa terdiri dari beberapa komponen sebagai berikut: Dalam komunikasi massa produknya bukan merupakan karya langsung seseorang, tetapi dibuat melalui usaha-usaha yang terorganisasikan diri beberapa partisipan, diproduksi secara massal dan didistribusikan kepada massa. Sesuai dengan karakteristik dari pesan komunikasi massa yaitu bersifat umum, maka pesan harus diketahui oleh setiap orang. Peranan pesan bergantung pada sifat media yang berbeda antara satu sama lainnya. Media yang dimaksud dalam proses komunikasi massa yaitu media massa yang memiliki ciri khas, mempunyai kemampuan untuk memikat perhatian khalayak secara serempak (simultaneous) dan serentak (instaneous). Khalayak yang dituju oleh komunikasi massa adalah massa atau sejumlah besar khalayak. Karenan banyaknya jumlah khalayak serta sifatnya yang anonim dan heterogen, maka sangat penting bagi media untuk memperhatikan khalayak. Filter dan Regulator Komunikasi Massa. Dalam komunikasi massa pesan yang disampaikan media pada umumnya ditujukan kepada massa (khalayak) yang heterogen. Khalayak yang heterogen ini akan menerima pesan melalui media sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, pendidikan, agama, usia, budaya. Oleh karena itu, pesan tersebut akan di filter (disaring) oleh khalayak yang menerimanya. Gatekeeper (Penjaga Gawang). Dalam proses perjalanan sebuah pesan dari sumber media massa kepada penerimanya, gatekeeper ikut terlibat di dalamnya. Gatekeeper dapat berupa seseorang atau satu kelompok yang dilalui suatu pesan dalam perjalanannya dari sumber kepada penerima.(doewa) Sumber berita dan foto https://www.kajianpustaka.com/