Urban farming biasanya dilakukan dengan menanam tanaman yang sering dikonsumsi, seperti sayur-sayuran, jamur, buah-buahan, umbi-umbian, tanaman obat, ataupun tanaman hias. Urban farming juga bisa dalam bentuk beternak hewan, seperti unggas, kelinci, kambing, domba, sapi, hingga ikan. Berikut adalah beberapa manfaat dan keuntungan dari urban farming. Membantu memenuhi kebutuhan pangan berkualitas Di wilayah padat penduduk, urban farming menjadi strategi tepat dalam upaya membantu rumah tangga ekonomi lemah dalam memperbaiki keamanan pangan serta konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Produk urban farming dinilai lebih segar dan bergizi, dengan harga yang kompetitif, karena tidak melalui proses pengemasan, penyimpanan, dan pendistribusian yang memakan waktu berhari-hari. Menciptakan lapangan pekerjaan Urban farming tidak hanya sekadar tren gaya hidup perkotaan, tapi juga dapat menjadi peluang bisnis, menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan untuk masyarakat yang hidup di perkotaan. Meningkatkan konsumsi buah dan sayuran segar Urban farming juga memungkinkan masyarakat sekitar untuk lebih sering mengkomsumsi buah dan sayuran segar karena bisa diakses dengan mudah dan cepat. Baik untuk kesehatan tubuh dan mental Kegiatan urban farming juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana melatih fisik menjadi lebih kuat dan membuat tubuh menjadi lebih bugar. Urban farming membantu kita untuk kembali terhubung dengan alam. Kegiatan ini dapat menurunkan tingkat stres, serta menjaga kesehatan mental secara keseluruhan. Menciptakan lingkungan sehat Urban farming juga merupakan wujud upaya merevitalisasi lingkungan, menciptakan lahan hijau, mengurangi panas dan polusi udara serta menurunkan risiko banjir dan tanah longsor. Pemandangan indah Lanskap pertanian, perairan, dan bangunan yang dekoratif, memberikan banyak manfaat, termasuk untuk kegiatan rekreasi sambil menikmati pemandangan indah dan udara berkualitas di ruang terbuka. MINARSIH, SP. Penyuluh Pertanian BPP.Menganti