Loading...

Fungsi Kebun Induk Dalam Perbanyakan Lada

Fungsi Kebun Induk Dalam Perbanyakan Lada
Tanaman Lada sebagai komoditi ekspor dan sebagai sumber devisa. (hariana, 2009) mengemukakan bahwa buah lada diyakini berkhasiat meringankan gejala masuk angin, gejala demam, reatik, mencegah impotensi, mencegah dan mengatasi sakit lambung, mengatasi hernia, panas dalam, asam urat. Di Indonesia sentra penanaman lada terletak pada propinsi Bangka Belitung, Lampung, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur. Buah lada juga dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu masakan. Benih unggul lada masih sangat terbatas, untuk memenuhi hal tersebut diperlukan upaya pembangunan kebun induk sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian no 10/Permentan/OT.140/1/2013. Luas lahan yang akan dijadikan kebun induk hanya 256 m2 (ukuran mini). Kebun induk lada harus memenuhi standarisasi untuk sertifikasi. Hal ini bertujuan terjadinya kesinambungan produksi benih murni unggul. Dalam kebun induk, dibuat bedengan sejumlah 8 dengan ukuran 1,2 x 1,6 m. Pada kebun induk diberikan atap paranet agar tidak terpapar sinar matahari langsung namun sinar matahari yang masuk 75%. Pada kebun induk dapat dilakukan panen setek setelah sulur mencapai 7-9 ruas. Usia panen setek pada umumnya bila mencapai umur 7-9 bulan. Setek yang dapat diperoleh pada tahun pertama dan kedua sejumlah ±182.000-192.000 satu buku berdaun tunggal. Interval waktu panen setek di kebun induk dapat dilakukan 2 bulan sekali. Hal ini berbeda bila pembangunan kebun induk di lapang. Panen setek dapat dilakukan setelah sulur mencapai 7-9 ruas. Interval waktu panen setek 6-9 bulan. Pada kebun induk setek di lapang 1ha. Populasi tanaman ± 3.000 setek lada 5-7 buku sedangkan setek lada berdaun tunggal dapat mencapai 15.000-21.000. Jarak tanam yang digunakan 1,75-1,75 m. Panen lada dapat dilakukan 2 kali dalam setahun. Adapun hal penting yang harus diperhatikan dalam pertumbuhan sulur panjat adalah bunga yang tumbuh dari pohon induk sesegera mungkin membuang akarnya. Saat ini teknologi perbanyakan lada yang umum digunakan melalui setek. Setek yang digunakan adalah satu buku berdaun tunggal. Setek ini langsung ditanam pada polibag. Polibag diisi dengan campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1:1. Untuk menghindari penyakit busuk pangkal batang (PBP) maka berikan jamur Tricoderma. Lalu simpan dalam sungkup plastik bening selama ± 4 bulan. Setelah mempunyai 5-7 ruas benih maka lada siap dipindah tanam. Tanaman Lada dapat dikembangkan tidak hanya dalam bentuk setek namun juga dalam bentuk perdu. Cara memperbanyak lada perdu dari sulur buah. Perbanyakan dari sulur buah terdiri dari: (1) cabang primer; (2) sekunder; dan (3) bertapak. Hal yang membedakan adalah perbanyakan lada perdu yang berasal dari cabang buah bertapak memeiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan cabang buah primer dan sekunder. Hal ini disebabkan oleh akar primordia tumbuh dari buku sulur panjat sehingga memiliki pertumbuhan lebih cepat. Akan tetapi perbanyakan lada perdu dengan menggunakan cabang buah bertapak memiliki kelemahan yaitu:membutuhkan sulur panjat yang lebih banyak. Disamping itu penggunaan cara ini dapat merusak pohon induk. Dalam perbanyakan tanaman lada, hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan menyambung batang bawah dari biji. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kelemahan perbanyakan dengan menggunakan setek lada perdu dari sulur buah. Keberhasilan dari penyambungan batang bawah dari biji dengan batang atas sulur buah cabang primer sangat tinggi. Syakir dan Ruhnayat (2015) mengemukakan bahwa alternatif ini layak dikembangkan sebab tingginya keberhasilan yang dapat mencapai 90%. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kerentanan serangan penyakit BPB. Penyebabnya adalah jamur Phytoptora Capsici. Harus dilakukan langkah-langkah untuk mencegah dampak dari serangan penyakit ini. Serangan penyakit ini mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh dan mati. Penyakit ini dapat menyerang saat pembibitan tanaman lada. Adapun tanaman lada yang memiliki ketahanan terhadap penyakit BPB tinggi adalah Piper Colubrinum. Hal ini memiliki kemungkinan potensi yang tinggi bila dilakukan penyambungan batang bawah dan batang atas dengan varietas yang memiliki potensi hasil tinggi. Kebun benih induk perlu dikembangkan di setiap sentra-sentra Lada. Ketersediaan dan jaminan benih yang bermutu dan bersertifikat memberikan keyakinan dapat memperbaiki mutu tanaman lada ke depannya. Dengan benih yang baik serta terpelihara diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Penyusun: Miskat Ramdhani, M. Si. Penyuluh Pertanian BBP2TP