Loading...

FUNGSI KELOMPOK PEKEBUN SAWIT SEBAGAI KELAS BELAJAR

FUNGSI KELOMPOK PEKEBUN SAWIT SEBAGAI KELAS BELAJAR
Kelapa Sawitmerupakan salah satu komoditas unggulan selain sebagai sumber devisa negara, juga sebagai penyedia lapangan kerja. Namun para pelaku utama di perkebunan sawit ini masih belum mempunyai posisi tawar terbukti harga jual kelapa sawit masih bisa dipermainkan para pedagang besar. Sesuai Permentan No.67 tahun 2016 agar posisi tawar pekebun meningkat, pemerintah melakukan pembinaan melalui kelompok tani yang dibentuk dari, oleh dan untuk petani. Salah satu fungsi kelompok tani adalah sebagai kelas belajar, apa saja yang perlu dipahami para pekebun dalam mengelola kelompoknya sebagai kelas belajar. Kelompok pekebun sawit sebagai kelas belajar diarahkan mempunyai kemampuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam proses belajar. Perencanaan Perencanaan belajar kelompok dibuat atas dasar kesepakatan bersama antara anggota dan pengurus dengan langkah-langkah sebagai berikut: a) Melakukan penggalian dan merumuskan keperluan belajar terutama dalam menggali masalah dan pemecahaan masalah dalam mengelola usahataninya. Dari hasil penggalian masalah ini didampingi penyuluh, kelompoktani menyepakati materi belajar yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam mengelola kelompoktani dan mengembangkan usahatani. Kegiatan ini dilakukan dalam pertemuan kelompoktani secara berkala. Perencanaan belajar dapat dilakukan dengan: a) Merumuskan kondisi dan masalah yang dihadapi petani dalam mengelola dan mengembangkan usahatani; b) kemudian dituliskan dalam daftar: dan c) dipilih materi yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah usahatani. Selanjutnya dibuat tabel yang memuat: materi, fasilitator/yang mengajar, peserta, waktu pelaksanaan latihan, tempat dan sumber biaya; Pelaksanaan Pelaksanaan belajar di kelompoktani dilaksanakan berdasarkan rencana belajar yang sudah disusun setiap tahun. Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan proses belajar antara lain: a) menjalin kerjasama dengan sumber-sumber informasi yang diperlukan dalam proses belajar; b) berperan aktif dalam proses belajar mengajar; c) menciptakan iklim/lingkungan belajar yang sesuai dengan kondisi kelompoktani; Evaluasi Evaluasi dilakukan Untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran dikelompoktani. Evaluasi dilakukan dengan mengamati beberapa anggota kelompoktani peserta belajar yang menerapkan materi belajar dan berhasil. Selain itu juga dilakukan pencatatan penyebab keberhasilan dan penyebab ketidak berhasilan peserta dalam menerapkan materi belajar. Selanjutnya kelompoktani hendaknya juga membuat catatan dalam tabel yang memuat: a) materi belajar; b) waktu belajar; c) jumlah peserta; d) berhasil menerapkan; e) tidak berhasil menerapkan; f) keterangan. Catatan ini dapat digunakan sebagai dasar perencanaan/ pertimbangan kegiatan pembelajaran tahun berikutnya. Motivasi minat belajar Motivasi belajar merupakan faktor yang mendorong seseorang melakukan tindakan dengan cara-cara tertentu sehingga mau melakukan kegiatan belajar. Faktor yang mempengaruhi motivasi belajar petani yaitu adanya faktor internal dan factor eksternal. Faktor internal yaitu motivasi yang timbul karena kesadaran diri tentang pentingnya belajaruntuk pengembangan diri. Sedang faktor eksternal yaitu motivasi belajar yang timbul karena pengaruh orang lain atau lingkungan sekitar Untuk meningkatkan motivasi belajar bagi petani/pekebun dapat dilakukan dengan: a) mendorong pekebun bergaul dengan petani lain yang senang belajar dan berprestasi; b) mendorong pekebun untuk tidak malu bertanya kepada pekebun lain yang berpengalaman; c) mendorong petani untuk membiasakan belajar baik formal maupun non formal; d) mendorong petani mau belajar menggunakan internet; dan e) mencari seorang motivator yang dapat memberikan motivasi dalam belajar untuk mencapai keberhasilan. (Sri Puji Rahayu)