Loading...

Fungsi Patogen & Bakteri dalam Pengendalian Hama & Penyakit Tanaman

Fungsi Patogen & Bakteri dalam Pengendalian Hama & Penyakit Tanaman
Golongan mikroorganisme atau jasad renik yang menyebabkan serangga sakit dan akhirnya mati. Patogen adalah salah satu faktor hayati yang turut serta dalam mempengaruhi dan menekan perkembangan serangga hama. Karena mikroorganisme ini dapat menyerang dan menyebabkan kematian serangga hama, maka patogen disebut sebagai salah satu musuh alami serangga hama selain predator dan parasitoid dan juga dimanfaatkan dalam kegiatan pengendalian. Beberapa patogen dalam kondisi lingkungan tertentu dapat menjadi faktor mortalitas utama bagi populasi serangga tetapi ada banyak patogen pengaruhnya kecil terhadap gejolak populasi serangga. Oleh karena kemampuanya membunuh serangga hama sejak lama patogen digunakan sebagai Agen Penendali hayati (biological control agens). Penggunaan patogen sebagai pengendali hama sejak abab ke-18 yaitu pengendali hama kumbang moncong pada bit gula, Cleonus punctiventus dengan menggunakan sejenis jamur. Kelompok serangga dalam kehidupan diserang banyak patogen atau penyakit yang berupa virus, bakteri, protozoa, jamur, riketzia dan nenatoda. Ini merupakan macam patogenik yang dapat digunakan sebagai agen pengendali hayati. Bakteri Bakteri yang biasa digunakan adalah bakteri yang menghasilkan spora. Bakteri yang menyerang serangga dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu bakteri yang tidak membentuk spora dan bakteri yang membentuk spora. Bakteri penghasil spora merupakan bakteri yang sangat penting yang saat ini banyak digunakan sebagai insektisida mikrobia. Contoh bakteri yang biasa digunakan sebagai berikut. Cth - Bacillus popiliae sebagai patogen dari kumbang jepang Popilie japonika dan kumbang skarabia lainya - Bacillus thuringiensis sangat efektif dalam mengendaliakan larva dari ordo Lepidoptera dan larva nyamuk. ANITA NURMAWATI. PENYULUH PERTANIAN BPP.DUKUN