Gamal ( Gliricidae Sepium ) adalah tanaman yang termasuk familia kacang-kacangan , karena berbunga kupu,daunnya ujung lancip, namun bentuknya batang perdu. Di Pulau Sulawesi tanaman gamal ditanam sebagai tanaman pagar , atau sebagai pelindung tanaman kakao atau tanaman kopi. Manfaat bagi manusia , tanaman ini antara lain : kayunya sebagai kayu bakar atau sebagai bahan pembuat arang, daun dan ranting muda sebagai pakan ternak ruminansia. Diantara ternak ruminansia yang sering mengkonsumsi daun gamal atau rantingnya adalah ternak sapi, serta ternak kambing. Bagaimana dengan kandungan gizi pada daun gamal sebagai pakan ternak ? Kandungan gizi daun gamal menurut ( Hartadi et al, 1993 ) , daun gamal mengandung protein sebanyak 25,7 %, serat kasar sebanyak 13,3 %, abu sebanyak 8,4 %, BETN 4,0 %. Dengan kandungan protein yang mencapai 25,7 % , itu menunjukkan bahwa kandungan protein daun gamal lebih tinggi dari kandungan protein Dedak yang hanya mencapai kurang lebih 18 %. Wajar saja kalau dengan pemberian daun gamal dan ranting mudanya pada sapi potong dapat meningkatkan bobot badan ternak sapi atau kambing. Apalagi daun gamal juga mengandung serat kasar yang mencapai 13,3 % yang sangat dibutuhkan oleh ternak ruminansia. Walau daun gamal sebagai pakan ternak ruminansia , namun dari daya kusakaan antara sapi dan kambing terjadi perbedaan yaitu : kalau ternak sapi terutama sapi Bali , suka dengan daun gamal yang muda sampai tua, serta suka dengan ranting gamal yang masih hijau. Kalau ternak kambing lebih suka pada daun gamal yang agak tua, tetapi kurang suka pada ranting yang masih hijau, tetapi lebih suka ranting pada ranting yang sudah agak keras kayunya. Karena yang dimakan oleh kambing bukan kayunya, tetapi kulit kayunya. Oleh sebab itu pada kandang kambing yang kambingnya diberi pakan gamal, maka banyak kayu yang sudah tidak berkulit, sehingga kalu kering bisa digunakan sebagai kayu bakar. Bagaimana cara pemberian pakan ternak ruminansia dengan gamal ? Untuk ternak sapi pemberian daun gamal hanya diberikan maksimal 50 % dari kebutuhan pakan hijauannya. Yang diberikan pada siang hari atau sore hari, dengan cara dicincang atau dipotong-potong. Lain halnya dengan ternak kambing , daun gamal dapat diberikan hingga 100 % . sehingga dalam satu hari pakan yang diberikan pada kambing hanya daun gamal. Dengan cara ranting atau cabang daun gamal yang sudah keras kayunya dan kulit kayunya berwarna hijau keputihan , beserta daunnya diberikan tanpa dipotong-potong, cukup ditaruh di tempat pakan kambing. Maka kambing akan memakan daun dan kulit kayunya. Daun gamal diberikan pada pagi atau siang atau siang hari. Ini yang sering dilakukan oleh peternak di lokasi penulis Ternyata gamal dapat memberi manfaat bagi manusia baik sebagai pakan ternak ruminansia, juga bermanfaat sebagai kayu bakar atau bahan pembuat arang , bahkan bisa digunakan sebagai tiang bangunan untuk pondok atau kandang ternak. Karena gamal kayunya cukup keras dan tahan terhadap serangan serangga atau rayap. Penulis : Sunardi, SPt (PP. Madya pada DISBUNNAK Prov. Sulteng)