Loading...

GELIAT TANAM PADI POLA SRI DI BALAI PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN (BP3K) LAMBANAPU KECAMATAN KAMBERA KABUPATEN SUMBA TIMUR PROVINSI NTT

GELIAT TANAM PADI  POLA SRI DI BALAI PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN (BP3K) LAMBANAPU KECAMATAN KAMBERA KABUPATEN  SUMBA TIMUR PROVINSI NTT
Tanam padi pola SRI (System of Rice Intensification) bukan pola baru bagi masyarakat tani di Kabupaten Sumba Timur, apalagi di BPP Kambanaru. Dibawah kepemimpinan kepala BPP Bapak Muslihin, SST., bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada, Unkris Arta Wacana, mencoba kembangkan pola tanam padi menggunakan pola SRI ini, dengan harapan bisa meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Pola taman SRI adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara. Beberapa prinsip yang menjadi ketentuan dalam menggunakan Pola SRI, antara lain: Tanam bibit muda, usia kurang lebih 12 hari setelah tebar, ketika bibit masih berdaun 2 helai; Tanam bibit 1 lubang 1 batang dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm; atau 30 cm x 30 cm, dengan posisi perakaran berbentuk huruf “L”; Memindahkan bibit padi harus hati-hati karena batang padi masih lemah dan usahakan agar akar tidak putus dan ditanam tidak dalam; Pemberian air maksimal 2cm dari permukaan tanah, dan diberikan secara intermitten (berselang) dan paling baik pada posisi macak-macak (0,5) cm; Penyiangan dilakukan sejak awal pada umur 10 hari setelah tanam (hst) dan diulang sampai 3 kali dengan interval setiap 10 hari; Upayakan menggunakan pupuk organik. Persemaian menggunakan dapok (baki plastik atau kotak yang terbuat dari bambu/besek). Tujuannya untuk memudahkan pemindahan, pencabutan dan penanaman. Kelebihan pola tanam SRI jika dibandingkan dengan pola tanam Konvensional, adalah: Hemat air; Hemat biaya benih; Hemat waktu karena panen lebih awal; Produksi bisa meningkat. Semangat selalu sahabatku, ditunggu hasil selanjutnya. Selamat bertugas. Oleh: Maria E.V.Rukmini, S.Pt, Penyuluh Pertanian Madya Pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. NTT