Gerakan Pengumpulan Kelompok Telur Penggerek Batang Padi di Persemaian Tanaman Padi
Dalam meningkatkan produksi pertanian banyak kendala yang kita hadapi diantaranya adalah gangguan organisme pengganggu Tanaman (OPT). Serangan OPT mengakibatkan kerusakan tanaman dan penurunan hasil mulai dipertanaman hingga kepenyimpanan. Akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh OPT tersebut akan mengakibatkan penurunan hasil baik secara kwantitas atau kwalitas.Perlindungan Tanaman adalah suatu usaha ataupun cara pengendalian Orgnisme Pengganggu Tanaman (OPT) di sekitar area pertanian dimana pengendaliaan ini dilakukan tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem alam dan pengendalian dilakukan untuk menekan pertumbuhan hama dan penyakit hanya sampai dibawah Ambang Ekonomi(AE) Tujuan Perlindungan Tanaman adalah :a. Pencegahan, pengendalian dan pemantauan OPTb. Peningkatan kuantitas dan kualitas hasil-hasil pertanian, peningkatan daya saing produk pertanian dipasarc. Peningkatan penghasilan dan kesejahteraan petanid. Peningkatan kualitas dan keseimbangan lingkungan hidup.Untuk itu, dalam rangka pengamanan produksi tanaman padi musim tanam Oktober 2018 – Maret 2019, Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bulango Utara beserta Mantri Tani (Fristawati Uloli) dan Petugas POPT-PHP BPTPH Provinsi Gorontalo (Hj. Ir. Mirota Ishak dan Nasar Tangahu, SP) beserta petani yang tergabung dalam Kelompoktani Suka Maju Desa Bandungan Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango melakukan gerakan pengendalian OPT secara mekanis yaitu pengumpulan kelompok telur Penggerek Batang Padi (PBP) di persemaian tanaman Padi.Pengendalian mekanis mencakup usaha untuk menghilangkan secara langsung telur penggerek yang ada di persemaian tanaman Padi. Pengendalian mekanis ini biasanya bersifat manual yaitu dengan mengambil telur penggerek batang Padi tersebut dengan tangan secara langsung atau dengan melibakan tenaga manusia.Pengendalian OPT tetap harus mengarah dan berpegang pada prinsip bahwa sistim pengendalian pada suatu wilayah adalah efektif dan efisien serta berwawasan lingkungan. Konsepsi pengendalian yang dikombinasikan dari berbagai cara dan dikembangkan secara lebih luas yaitu sebagai suatu sistim pengelolaan populasi hama yang menggunakan semua tehnik yang sesuai dan kompatibel (saling mendukung) untuk menurunkan populasi sampai tingkat dibawah ambang kerugian ekonomi.Pengendalian Hama Terpadu adalah upaya pengendalian populasi atau tingkat serangan OPT dengan menggunakan berbagai teknik pengendalian yang kompatibel dan dikembangkan dalam satu kesatuan untuk mencegah timbulnya kerugian secara ekonomis dan kerusakan lingkungan hidup.Penggunaan pestisida bukan merupakan alternatif terakhir. Oleh karena itu kita harus bijaksana dalam penggunaan pestisida, agar tetap keseimbangan ekosistem akan tetap terus terjaga. Penulis : Yunus Hani BaduPenyuluh Pertanian PertamaSumber : http://catattan-aku.blogspot.com/2011/12/komponen-phtpengendalian-hama-terpadu.htmlhttp://saungurip.blogspot.com/2013/05/gerakan-pengumpulan-kelompok-telur.html