Loading...

Green Super Rice (GSR) Padi Varietas Amphibi

Green Super Rice (GSR) Padi Varietas Amphibi
Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah memperkenalkan dua varietas padi tahan wereng yaitu Green Super Rice (GSR) Inpari 42 dan Inpari 43 yang dilepas pada pertengahan 2016. Selain tahan wereng, kedua varietas ini juga dapat ditanam di lahan kering (tadah hujan) maupun di lahan yang tergenang sehingga varietas ini juga dikenal dengan padi varietas Amphibi.Padi GSR ini diperkenalkan juga pada acara Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XV 2017 di Banda Aceh tanggal 6 – 11 Mei 2017 di lokasi Gelar Teknologi. Pertumbuhan dan Perkembangannya sangat bagus dan banyak yang berminat.Kelebihan padi GSR.Padi GSR adalah istilah untuk padi yang ditujukan pada varietas padi yang memiliki daya hasil tinggi dan lebih ramah lingkungan. Dikatakan ramah lingkungan karena padi ini mampu mengurangi penggunaan input seperti pestisida, pupuk kimia, dan air. Padi GSR juga mampu menghasilkan hasil yang tinggi dalam kondisi sub-optimum, seperti kekeringan dan kebanjiran. Varietas GSR ini diharapkan dapat mengatasi masalah yang muncul akibat perubahan iklim global.Varietas GSR, memiliki kelebihan terhadap respon pupuk yang rendah yaitu pada kondisi pemberian pupuk 75% dari dosis rekomendasi Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL) Varietas Inpari 42 dan Inpari 43 mampu menghasilkan hasil 5.2 ton/hektar dan 6.71 ton/hektar dibandingkan Varietas Ciherang yang hanya 4.7 ton/hektar. Produktivitas tinggi dari varietas GSR ini disebabkan karena kedua varietas ini memiliki perakaran yang dalam dan memiliki tipe malai lebat dengan posisi malai di tengah daun bendera, sehingga terhindar dari serangan burung.Kelebihan lain dari varietas Inpari 42 dan Inpari 43 adalah memiliki rendemen beras yang tinggi ( diatas 65%), dengan penampilan beras bening seperti kristal dan rasa nasi pulen yang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia.Karasteristik Inpari 42 GSRVarietas Inpari 42 GSR berumur 112 hari setelah semai. Artinya bahwa jika bibit ditanam ketika berumur 21 hari, maka akan dipanen 91 hari setelah tanam. Varietas ini memiliki tinggi tanaman sekitar 93 cm dan jumlah anakan produktif sebanyak 18 buah. Varietas Inpari 42 GSR memiliki strature tegak, dengan daun bendera panjang menjulang ke atas dan malai berada di tengah. Posisi seperti ini banyak disukai oleh petani karena dapat menghindari serangan burung. Malai Varietas Inpari 42 GSR ini lebat dengan jumlah gabah 123 butir per malai.Varietas Inpari 42 GSR memiliki gabah berbentuk ramping dengan ukuran sedikit lebih kecil dari Ciherang yaitu memiliki bobot 24.42 gram per 1.000 butir. Varietas ini memiliki potensi hasil hingga 10.58 ton/hektar, tergantung kondisi lingkungan dan teknik budidaya yang diterapkan. Varietas ini juga memiliki sifat agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1 dan hawar daun bahteri strain III, tahan blas daun ras 073, agak tahan blas daun ras 033.Karasteristik Inpari 43 GSRVarietas Inpari 43 GSR berumur 111 hari setelah semai. Artinya bahwa jika bibit ditanam ketika berumur 21 hari, maka akan dipanen 90 hari setelah tanam. Varietas ini memiliki tinggi tanaman sekitar 88 cm dan jumlah anakan produktif sebanyak 21 buah. Varietas Inpari 43 GSR memiliki strature agak tegak, dengan daun bendera panjang dan malai berada di tengah. Posisi seperti ini banyak disukai oleh petani karena dapat menghindari serangan burung. Malai Varietas Inpari 43 GSR ini lebat dengan jumlah gabah 108 butir per malai.Varietas Inpari 43 GSR memiliki gabah berbentuk ramping dengan ukuran sedikit lebih kecil dari Ciherang yaitu memiliki bobot 23.74 gram per 1.000 butir. Varietas ini memiliki potensi hasil hingga 9.02 ton/hektar, tergantung kondisi lingkungan dan teknik budidaya yang diterapkan. Varietas ini juga memiliki sifat tahan terhadap hawar daun bahteri strain III, agak tahan terhadap hawar daun bahteri strain IV dan VIII, tahan terhadap blas daun ras 073 dan 133, dan agak tahan blas daun ras 033. Diharapkan varietas ini memiliki ketahanan cukup luas terhadap jenis-jenis hama dan penyakit yang ada di lapang.Cara memperoleh BenihBagi masyarakat petani yang ingin menanam padi varietas GSR yaitu varietas Inpari 42 dan Inpari 43, Balai Besar (BB) Padi telah menyebarkan benih tersebut ke Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) dan didistribusikan kepada pihak-pihak terkait, seperti UPBS Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Produsen benih.Padi Masa DepanPadi GSR dirancang untuk memiliki daya hasil yang relative tinggi, baik pada kondisi optimum maupun sub optimum, misalnya kekurangan air dan pupuk. Padi ini juga dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit utama, sehingga dapat meminimalisir aplikasi pestisida. Padi ini disebut Super karena memiliki kemampuan dalam memberikan hasil yang tinggi serta disebut dengan Green yang berarti memiliki kemampuan untuk berdaya hasil tinggi meskipun pada kondisi input usaha tani yang relative rendah.Dengan adanya Varietas GSR yang disebut juga padi amphibi artinya bisa tetap memiliki produktivitas yang tinggi meskipun dalam tekanan atau cekaman lingkungan, diharapkan dapat mengatasi masalah yang muncul akibat perubahan iklim global. Besar harapan kita semua, dengan hadirnya padi GSR bisa menjadi padi masa depan kita untuk dapat meningkatkan produksi padi serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani.Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Tabloid Sinar Tani, Edisi 6-12 September 2017. No.3717 Tahun XLVIII2) https://www.google.com3) www.litbang.pertanian.go.id4) http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id