Salah satu tujuan dari pada kegiatan penguatan distribusi pangan masyarakat adalah tersedianya cadangan pangan yang cukup bagi anggota Gapoktan terutama pada musim paceklik. Agar cadangan pangan tersebut tersedia setiap saat dengan kualitas yang baik diperlukan gudang yang memenuhi syarat dan teknik penyimpanan yang baik. Untuk pengembangan unit usaha distribusi/pemasaran/pengolahan, juga membutuhkan gudang penyimpanan yang baik, serta para pengelola unit usaha tersebut memahami tata cara penyimpanan yang baik. Hal ini dimaksudkan agar gabah/beras yang dihasilkan oleh Gapoktan tersebut berkulitas tinggi. Persyaratan lokasi pembuatan gudang penyimpanan adalah : (1) Lokasi gudang dekat dengan daerah produksi, dekat dengan konsumen untuk memudahkan penyaluran; (2) Dekat dengan akses transportasi (jalan desa, jalan usahatani); (3) Mudah keluar masuknya kendaraan yang akan pengangkutan produksi; (4) Berada di daerah bebas banjir (5) Untuk jangka panjang tidak akan terkena penggusuran atau pelebaran jalan. Desain atau rancangan dalam membangun gudang harus mencakup beberapa hal ; (1) Gudang dibuat secara permanen dengan kerangka bangunan gudang dibuat sedemikian rupa sehingga menjamin keselamatan barang yang disimpan. (2) Dinding bangunan harus kokoh untuk penahan panas dan aman dari pencurian dan hama, (3) Lantai gudang harus kuat (beton) untuk menahan berat barang dalam kapasitas maksimal dan bebas dari serapan air, (4) Pintu gudang dan kuncinya harus kuat, (5) Atap gudang harus kuat dan tidak bocor, (6) Mempunyai lubang ventilasi yang baik dan cukup agar terjadi sirkulasi udara di dalam gudang dan ventilasi harus diberi kawat agar burung tidak masuk ke dalam gudang penyimpanan, (7) Luas gudang yang akan dibangun minimal dapat menampung dengan kapasitas simpan 30 -40 ton, (8) Gudang penyimpanan sebaiknya dilengkapi dengan lantai jemur dan timbangan. Tata cara penyimpanan Tata cara penyimpanan yang baik adalah: (1) Sistim penyimpanan dalam gudang dapat berbentuk tumpukan karung, setiap tumpukan terdiri dari karung yang seragam beratnya dan dibawahnya diberi flonder/tatakan kayu yang kuat dan diatur agar memberi hamparan dan udara yang baik terutama dari bawah. (2) Agar tumpukan barang cukup kuat / kokoh dan tidak mudah roboh dan dapat dihitung, dapat menggunakan informasi yang dilakukan oleh Bulog yaitu dengan system kunci yaitu tumpukan kunci 5, tumpukan kunci 7, tumpukan kunci 8, tumpukan bata mati dan tumpukan kombinasi. Tumpukan kunci 5 adalah penyusunan karung dengan posisi 3 karung berjajar dan 2 disusun berurutan pada lapisan pertama. Lapisan kedua susunan dengan posisi sebaliknya dan seterusnya sampai lapisan teratas. Tumpukan kunci 7 adalah penyusunan karung dengan posisi 4 karung berjajar dan 3 disusun berurutan pada lapisan pertama. Lapisan kedua susunan dengan posisi sebaliknya dan seterusnya sampai lapisan teratas. Tumpukan kunci 8 adalah penyusunan karung dengan posisi 5 karung berjajar dan 3 disusun berurutan pada lapisan pertama. Lapisan kedua susunan dengan posisi sebaliknya dan seterusnya sampai lapisan teratas. Tumpukam bata mati adalah penyusunan karung dengan posisi pada lapisan pertama sejajar seluruhnya, pada lapisan kedua posisi sebaliknya dan seterusnya sampai lapisan teratas. Tumpukan kombinasi adalah penysunan karung-karung di gudang menggunakan kombinasi antar kunci-kunci tersebut diatas. Tinggi tumpukan harus disesuaikan dengan jenis barang, ukuran, berat, kemasan dan waktu pengadaan. Hal ini untuk memudahkan pengeluaran barang yang masuk pertama harus lebih dulu dikeluarkan (jangan dicampur pengadaan bulan pertama dan bulan kedua untuk memudahkan pengeluaran barang yang masuk duluan akan keluar lebih dahulu). Untuk tumpukan karung yang berisi gabah 50 kg dan 70 kg tinggi tumpukan maksimum 23 lapis. Untuk tumpukan karung beras berisi 15 kg dan 20 kg dengan tinggi tumpukan maksimal 40 lapis, untuk karung beras isi 50 kg tinggi tumpukan maksimal 30 lapis, dan untuk karung beras isi 100 kg dengan tinggi tumpukan maksimal 23 lapis. Lorong tumpukan dan peta tumpukan. Lorong tumpukan terdiri dari lorong pokok dengan lebar minimal 150 cm yang terletak antara timpukan pinggir dan tengah yang menghubungkan pintu gudang, lorong silang dengan lebar minimal 100 cm yang terletak menyilang tegak lurus dengan lorong pokok; lorong tumpukan dengan lebar minimal 50 cm yang terletak diantara 2 tumpukan yang terdekat; dan lorong kebakaran dengan lebar minimal 75 cm yang terletak antara tumpukan dengan dinding gudang. Peta tumpukan, dengan membuat peta tumpukan barang akan mudah untuk mengetahui kapasitas isi gudang, memudahkan untuk pengawasan pemasukan/pengeluaran dan stok opname. Sumber : Modul Kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat 2012. Bagi Pendamping Gapoktan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, 2012 Penulis : Ir. Arman Moenek, M.Ed ( Penyuluh Pertanian Madya)