Gulma yaitu tumbuhan/tanaman liar yang tidak dikehendaki yang dapat menjadi pesaing dan mengganggu pertumbuhan tanaman pokok. Gulma termasuk kendala penting yang harus diatasi dalam peningkatan produksi semua tanaman budidaya, termasuk padi. Penuruan hasil padi akibat gulma berkisar antara 6-87%. Data yang lebih rinci penurunan hasil padi secara nasional akibat gangguan gulma 15-42% untuk padi sawah dan 47%-?87% untuk padi gogo. Gulma mempunyai sifat yang sangat kompetitif karena memiliki mekanisme perkembangbiakkan yang efisien yaitu mampu berkembangbiak secara generatif dengan menghasilkan banyak biji dan secara vegetative (Kastanja, 2011 dalam Adinda, web.). Gulma yang sering ditemukan pada lahan padi sawah pada umumnya memiliki karakter yang tahan terhadap air dan kekeringan. Artinya, gulma pada lahan sawah memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik pada semua kondisi yang terjadi dilahan persawahan. Secara alami gulma lebih cepat tumbuh subur daripada tanaman yang dibudidayakan.Klasifikasi gulma dan penyebarannya.Gulma secara umum (marfologi) dapat dibedakan 3 golongan yaitu : Golongan Rumput (Grasses); Rumput pada umumnya berdaun panjang, lurus, urat-urat daunnya sejajar batangnya bulat dan berongga contohnya al : Echinochloa colonum (L) Link. Jejagoan leutik (sunda), Tuton (Jawa) Echinochloa erusgalli (P) Beauv, Jajagoan ,Gagajahan (sunda), Jawan.(jawa)Golongan Teki (Sedges)Tumbuhan ini hampir serupa dengan rumput, bedanya adalah daunnya berjajar tiga dan batangnya berbentuk segi tiga serta tidak berongga. Kerapkali mempunyai rhizoma (akar tinggal), yang berbeda-beda bentuknya sesuai dengan fungsinya, yakni untuk penyimpanan makanan dan untuk pembiakan. Contohnya : Cyperus difformis L. Jakut papayungan (sunda) Welut (jawa), Fimbristylis miliaecae Wahl (F. littoralis Gaudich) Tumbaran (Jawa). Golongan Berdaun lebar (broad leaves)Tumbuhan ini pada umumnya berdaun lebar contohnya : Marsilea crenata Prest. Semanggi (sunda) Semanggen (Jawa), Monochoria vaginalis (Burm .f) Presl, Enceng lembut (sunda), Bengok (Jawa).Penyebaran Gulma :Penyebaran gulma dapat terjadi melalui :- Melalui benih yang terkontaminasi dengan biji gulma.- Perantara hewan yang membawa biji pada saluran pencernaan atau bulu dan kotoran.- Melalui pupuk kandang yang kurang matang.- Melalui sisa tanaman pada waktu panen, khususnya yang dilakukan dengan mesin.- Penyebaran melalui angin.- Penyebaran melalui air irigasi.Pengamatan Gulma :Tujuan pengamatan gulma adalah untuk mengetahui dominasi gulma yang ada sehingga apabila akan dikendalikan dengan herbisida dapat digunakan dasar pemilihan herbisida yang tepat.Kerapatan GulmaUntuk mengukur kerapatan gulma digunakan dua ukuran yaitu :Untuk gulma yang berkompetisi terhadap sinar matahari, ciri gulma ini adalah pertumbuhannya ke atas dan menaungi tanaman pokok..Kompetisi gulma yang tumbuh tegak diukur dengan menghitung jumlah gulma per meter pesegi (ukuran ini dibandingkan dengan jumlah tanaman pokok per meter pesegi). Kompetisi gulma yang tumbuh rendah (menjalar) diukur dengan membandingkan luas lahan yang tertutup gulma. Dengan dua cara tersebut nilai yang kecil akan memperlihatkan jumlah gulma yang sedikit dan tingkat kompetisinya kecil. Hal ini dilakukan dalam rangka menentukan jenis, dosis dan cara pengendalian dengan herbisida.Cara Pengendalian GulmaUntuk menghindari kerugian hasil panen gabah akibat persaingan gulma serta menghindari peledakan populasi hama dan penyakit, gulma perlu dikendalikan secara tepat dan benar. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengendalikan gulma pada lahan sawah, antara lain penyiangan manual menggunakan tangan, menggunakan alat penyiang gulma (landak atau gasrok) dan menggunakan herbisida. Cara pengendalian dengan penyiangan tangan, sekarang ini sudah jarang sekali dilakukan karena adanya keterbatasan tenaga penyiang, terlebih-lebih untuk daerah-daerah yang sulit mendapatkan tenaga kerja. Demikian juga penyiangan dengan alat (landak) di beberapa tempat juga sudah ditinggalkan mengingat penggunaan alat ini juga memerlukan banyak tenaga dan kadang-kadang juga bisa mengakibatkan kerusakan pada perakaran padi yang sedang tumbuh. Dengan adanya kendala-kendala itu, sekarang petani banyak beralih menggunakan cara lain yang lebih mudah dan efisien, yaitu penggunaan racun rumput yang populer dengan nama herbisida. Ada beberapa tehnik pengendalian gulma yang umum dilakukan yaitu :Preventif (Pencegahan)Cara ini dilakukan melalui pengelolaan tanah dan pengelolaan air.Mekanis (dengan alat-alat baik sederhana/modern)Manual/tenaga manusia : dengan tangan dan alat-alat sederhana (kored, cangkul, sabit, garu, dan ternak). Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara manual atau tidak menggunakan alat berat maupun zat kimia. Pengendalian gulma secara manual ini dilakukkan dengan cara mencabut gulma tersebut dengan tangan dan alat sederhana lainnya. Parang dan arit biasnya sering digunakan para petani untuk mengatasi gulma. Tetapi untuk beberapa jenis gulma seperti gulma jenis Marsilea crenata, Dentella repens dan Cynodon dactilon. Pengendalian gulma secara manual dengan mencabut gulmanya kurang efektif (Latifa, et al., 2015).Semi mekanis : mesin-mesin sederhana (mower, cultivator, dsb.)Mekanisasi penuh : alat-alat modern (traktor, ratavator, weed craster, dsb)Penggunaan dengan api (mekanis / physik)KimiawiPengendalian kimiawi dilakukan dengan menggunakan herbisida, baik yang bersifat kontak maupun sistemik.Penggunaan herbisida harus memenuhi kriteria 5 (lima) tepat yaitu : tepat jenis, tepat sasaran, tepat dosis, tepat waktu dan tepat cara.Namun ada pula jenis gulma yang bermanfaat bagi kesuburan lahan sawah. Azolla pinnata adalah salah satu jenis gulma yang ditemukan sangat banyak pada lahan pertanian padi. Gulma ini sengaja ditumbuhkan petani. Azolla pinnata merupakan salah satu paku air yang dapat bersimbiosis dengan Cyanobacteria yang dapat memfikasi Nitrogen. Azolla pinnata mengandung unsur P, K, dan unsur mikro dan makro lainnya. Oleh karena itu, gulma jenis ini digunakan petani sebagai sumber bahan organic yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah dalam menyuplai unsur hari bagi padi (Lisafitri, 2011). Oleh : Ruhati, SP. (Penyuluh Wilbin Gringsing 1)Sumber : www.petanihebat.com/gulma-tanaman-padi-dan-cara-pengendalianya/http://medium.com/@saskiadinda20/pengendalian-gulma-terhadap-tanaman-padi-c0508a2efc6f