gunakan bibit muda untuk hasil panen padi melimpah
bibit tanaman padi yang digunakan untuk budidaya padi ternyata sangat berpengaruh pada hasil panen. mengapa demikinan? berikut akan dibahas alasan di balik hal tersebut. padi termasuk jenis tanaman dengan akar serabut. perkembangan akar tanaman padi secara umum akan berhenti pada umur 42 hari sesudah semai. oleh karena itu, semakin cepat bibit tanaman padi dipindahkan ke lahan tanam dari persemaian maka semakin besar kesempatan akar untuk tumbuh dan berkembang. dengan akar yang berkembang baik, pertumbuhan tanaman dapat maksimal sehingga memperoleh hasil panen yang optimal. perakaran dari bibit muda terutama yang kurang dari 15 hari setelah semai lebih cepat beradaptasi dan cepat pulih dari cekaman akibat dipindahkan dari persemaian ke lahan pertanaman. masa stagnan pertumbuhan pada bibit padi berumur muda lebih pendek daripada bibit padi berumur tua. penanaman bibit muda biasanya menghasilkan jumlah anakan cenderung lebih banyak karena waktu pertumbuhan vegetatif di lahan sawah lebih lama. jumlah anakan produktif akan mencapai maksimal pada umur 49-50 hari sesudah semai. selain itu, jumlah anakan padi juga berkaitan dengan periode pembentukan phyllochron. phyllochron adalah periode munculnya satu set batang, daun dan akar yang muncul dari dasar tanaman dan perkecambahan selanjutnya. semakin tua bibit dipindah ke lapang, semakin sedikit jumlah phyllochron yang dihasilkan. sedangkan semakin muda bibit dipindahkan, semakin banyak jumlah phyllochron yang dihasilkan sehingga anakan yang dapat dihasilkan juga semakin banyak. bibit umur muda yaitu 7 dan 14 hari mampu menghasilkan bobot kering total tanaman yang tinggi. hal tersebut disebabkan oleh laju fotosintesis pada tanaman dengan bibit muda yang berlangsung dengan baik yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan cepat sehingga fotosintat yang dihasilkan berupa biomass tanaman seperti akar, daun dan batang akan semakin banyak pula. sedangkan untuk laju fotosintesis dipengaruhi oleh luas daun dan indeks luas daun tanaman. pada umur bibit 7 dan 14 hari, luas daun berbanding lurus dengan bobot kering tanaman. semakin banyak energi cahaya matahari yang dikonversi dalam proses fotosintesis menjadi fotosintat, maka bobot kering tanaman atau biomass akan semakinbanyak pula. hal ini menunjukan hubungan luas daun dan indeks luas daun dengan produksi biomass tanaman terjalin melalui proses fotosintesis. dari keseluruhan proses pertumbuhan, diketahui bibit umur 7 dan 14 hari mampu tumbuh secara optimal yang ditandai dengan jumlah anakan, indeks luas daun dan bobot kering total tanaman yang lebih tinggi daripada umur bibit 21 dan 28 hari. hasil penelitian menujukkan bahwa tanaman padi dengan perlakuan umur bibit 7 dan 14 hari mampu meningkatkan jumlah malai per rumpun, bobot gabah per rumpun, produksi gkg ton ha-1 bila dibandingkan umur bibit 21 dan 28 hari. penggunaan umur bibit tua yaitu 21 dan 28 hari masih dapat dilakukan namun menurunkan hasil tanaman padi bila dibandingkan umur bibit muda 7 dan 14 hari. dengan penjelasan diatas, sudah terbukti dari hasil beberapa penelitian bahwa penananam bibit muda dapat meningkatkan hasil panen dibandingkan dengan bibit tua. akan tetapi perlu diperhatikan juga kondisi bibit hasil semaian. semoga bermanfaat. oleh : zuni fitriyantini s.tp. sumber : anggraini, fita, suryanto, agus, dan nurul aini. 2013. sistem tanam dan umur bibit pada tanaman padi sawah (oryza sativa l.) varietas inpari 13. jurnal produksi tanaman vol. 1 no. 2 mei -2013.