Penulis : Kaspul Anwar, SP PPL WKPP Jaro Balai Penyuluhan Pertanian Jaro atau biasa disebut BPP Jaro, kini telah terbentuk sebagai pusat pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Pembangunan BPP Jaro diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong pada tanggal 29 Desember 2021. BPP Jaro berada di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPPTPH) Kabupaten Tabalong. Pada tanggal 01 April 2022, BPP Jaro mulai aktif dan difungsikan sebagai pusat kegiatan penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan. Kehadiran BPP ini sangat diperlukan oleh para petani yang ada di Kecamatan Jaro, Karena sebelumnya kantor BPP berada di Kecamatan Muara Uya saja. Sehingga lokasi yang jauh membuat para petani kesulitan untuk berkonsultasi. Dukungan Pemerintah Daerah melalui anggota DPRD Kabupaten sebagai salah satu yang mendorong untuk terbentuknya BPP di Kecamatan Jaro. Balai Penyuluhuan Pertanian merupakan Unit Pelaksana Tugas (UPT) yang menyelenggarakan fungsi penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan. BPP Jaro terdiri dari 2 orang penyuluh di BPP (Koordinator dan Programer), 4 orang penyuluh WKPP (Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian) yang ada di lapangan. Penyuluh WKPP terdiri dari 2 orang tenaga PNS dan 2 org Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP). Tenaga penyuluh WKPP sebenarnya masih kurang karena terdapat 4 orang saja, mengingat jumlah desa yang ada di kecamatan jaro berjumlah 9 desa. Idealnya satu orang penyuluh memegang 1 desa sesuai UU No. 16 tahun 2006 tentang SP3K (Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan). Balai Penyuluhan Pertanian Jaro mewilayahi 9 desa yaitu Desa Jaro, Garagata, Nalui, Namun, Muang, Teratau Purui, Solan, dan Lano. Pembagian WKPP terdiri dari 4 WKPP yaitu WKPP Jaro (Jaro dam Garagata), WKPP Solan (Solan dan Lano), WKPP Nalui (Nalui dan Namun), dan WKPP Muang (Muang, Teratau, Purui). Sebagai sentra tanaman pangan khususnya padi sawah, Kecamatan Jaro merupakan daerah yang memiliki sawah irigasi yang sangat luas untuk peningkatan produksi padi. Selain itu, komoditas hortikultura juga sangat berkembang di Kecamatan Jaro sehingga perlu adanya adopsi teknologi yang cepat terhadap para petani. Untuk menunjang adopsi teknologi baru oleh para petani kehadiran Balai Penyuluhan Pertanian Jaro menjadi solusinya. Dengan adanya kantor BPP ini diharapkan pendampingan dan pengawalan di bidang pertanian dapat berjalan secara efektif dan optimal. BPP Jaro – Dinas KP2TPH Kab. Tabalong