Tanman Kakao di Kabupaten Flores Timur terutama di kecamatan Adonara Timur Rata – rata dikembangkan oleh petani perorangan,dalam pengembangan tersebut belum berorientasi Agribisnis.hal ini terlihat penyebaran tanaman kakao dikebun petani yang populasinya tidak sebanding dengan luas lahan/hamparan yang masih kosong Tanamananya tidak terawat dan tidak ditata secara baik,dibiarkan tumbuh bersama tanaman lain seperti kemiri,kelapa,pinang,jambu mente,pala dan lain sebagainya. Perawatan tanaman berupa pengendalian gulma,pemangkasan,penjarangan/pembuangan bunga yang terserang hama/penyakit tidak pernah dilakukan.Dari kelalaian ini menyebabkan tanaman kakao yang diusahakan terserang hama maupun penyakit yang sulit diputuskan /dihentikan penyebarannya. Beberapa jenis hama /penyakit yang menyerang pertanaman kakao petani di kecamatan Adonara Timur antara lain : HAMA : Helopeltis sp. ( Hemiptera,Miridae ) Tiga Faktor yang menetukan serangan Helopeltis sp yaitu Cahaya Matahari,Kelembaban dan Angin.Helopeltis sp,Menyenangi lingkungan lembab,tapi tidak tahan angin kencang serta panas matahari langsung. Ciri dari Helopeltis sp : pada Fase Nimfa ( + 8mm ) berwarna kuning,dewasa berwarna kecoklatan.meletakkan telur pada tangkai daun ranting dan pangkal buah. Lama hidup dari telur sampai Dewasa yakni 3 Sampai dengan 5 Minggu,Serangan helopeltis sp bersifat menusuk dan menghisap,terutama pada buah pentil ( Cherelle ) dan pucuk – pucuk muda. Ciri serangan : daun muda melengkung,tumbuh kecil,berwarna kehitaman.Pada buah menunjukkan bintik – bintik hitam yang mengakibatkan mati dan gugur Pengendaliannya : Secara Biologis : Pengembangan Semut Hitam Sebagai Musuh Alami Secara Kimia : Insektisida Conopomorpha Cramerella ( Lepidoptera, Gracillariidae ) / Penggerek Buah Coklat : Serangan PBC mengakibatkan biji gagal berkembang,biji dalam buah akan saling melekat,bentuknya kecil dan ringan.buah muda yang terserang PBC mengalami perubahan warna sebelum matang.Bila buah matang yang terserang PBC maka tanda awal yang dapat kita identifikasi dengan mengguncang buah.biji – biji tidak akan berbunyi pada waktu diguncang karena sudah saling melekat. Pengendaliannya : Semua Buah dipetik dan dibenamkan didalam tanah Penanaman dengan bibit dari varietas yang tahan terhadap hama / penyakit Membungkus buah dengan kantong plastik berukuran 34 X 17 cm,serta tebalnya 0.03 mm disarungkan menutupi buah dengan kedua ujung terbuka .Pembungkusan hanya dilakukan terhadap buah yang panjangnya sudah lebih dari 12 cm Pengendalian PBC Secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprot insektisida organochlorine atau pyrethroid sintetik misalnya menggunakan Cyfluthrin 10 – 15 cc per liter air dengan selang.Waktu penyemprotan 10 – 14 hari.Alat yang digunakan adalah Mist Blower Pengendalian secara biologi yakni dengan cara memperbanyak musuh alami seperti semut Hitam dan Laba – laba PENYAKIT Phytoptora sp : Gejalanya infeksi Phytoptora sp pada buah yakni terjadinya bercak berwarna kelabu kehitaman bercak tersebut biasanya terdapat pada ujung buah,bercak mengandung air yang kemudian berkembang sehingga menunjukkan warna hitam,pada bagian buah menjadi busuk dan biji pun turut membusuk.pembentukan spora Phytoptora sp terlihat dengan adanya warna putih di atas bercak hitam yang telah meluas tadi. Pada temperatur 27,5 – 30 0 C dan kelembaban 60 – 80 %,pertumbuhan spora sangat giat.Pada batang gejala yang terlihat,berupa bercak bulat berwarna coklat di dekat permukaan tanah,bila kulit kayu dikerok akan terlihat warna coklat dan dalam kayu membusuk. Phytoptora sp berkembang biak pada lingkungan yang lembab dan adanya serasah dipermukaan tanah.Buah yang membusuk pada pohon juga mendorong infeksi pada buah lain yang berdekatan. Pengendalian Phytoptora sp : Kimia : penyemprotan fungisida antara lain ;Dithane M-45 atau Manzate 6 masing masing 800 Gram dan 400 Gram /Ha.Bisa juga menggunakan Ridomil ( 0,75 Kg ) dicampur dengan Cuprox ( 2,24 Gram ) per 100 liter air/Ha Biologi : Pencegahan infeksi Phytoptora sp pada areal penanaman kakao dapat dilakukan dengan menata serasah ( Sifat Tanaman ) agar tidak berserakan dan memetik buah yang terinfeksi dari pohon sesegera mungkin. Penanaman Bibit Kakao yang Tahan terhadap Penyakit Phytoptora sp,Seperti; DRC 16,Sca 12,ICS 6,DRC 1X Sca 12,DRC 16 X Sca dan DRC 16 X Sca 12 dapat dilaksanakan untuk menekan kerugian akibat serangan Phytoptora sp. Colletotrichum sp : Gejala dan infeksi dapat dilihat pada daun,ujung tunas,buah.Serangan pada daun muda menyebabkan daun gugur,pada daun Dewasa menyebabkan bercak – bercak kecil.Bercak yang tidak teratur serta pengeringan dan pengeriputan dipinggir dengan diameter 2 – 5 mm.Bercak kemudian bertambah besar berdiameter 10 – 25 mm,warna berubah dari coklat hitam keabu – abu Pada buah muda terlihat gejala bercak coklat diikuti dengan pertumbuhan buah yang aneh bentuknya.Infeksi dapat berawal dari ujung dan pangkal buah pada buah Dewasa infeksi menimbulkan bintik kuning dipangkalnya. Pengendalian : Penggunaan Fungisida dan Sanitasi areal pertanaman serta memberi jalur pemisah dengan arel pertanaman yang lain. Kunci Sukses Budidaya kakao : Sanitasi Pengaturan Tanam ( Sinar yang Masuk,Sirkulasi Udara,Kesempatan Akar dalam pengambilan unsur hara ) Pemusnahan Bagian tanaman yang terserang hama/penyakit SEMOGA BERMANFAAT PENULIS : RIVAI MUHAMAD SALEH/Penyuluh Pertanian Lapangan/BPP Waiwerang/ Kecamatan Adonara Timur/Kabupaten Flores Timur/NTT