Loading...

HAMA KUTU PUTIH PADA UBI KAYU

HAMA KUTU PUTIH PADA UBI KAYU
Ubi kayu merupakan salah satu tanaman yang penting di Indonesia, karena komoditas pertanian ini merupakan bahan pangan urutan ketiga setelah padi dan jagung. Disamping itu ubi kayu memiliki peran yang banyak. Ubi kayu berfungsi sebagai salah satu bahan pokok industri dan bahan paku pakan ternak, juga berpotensi menjadi salah satu bahan baku bioetanol. Ubi kayu banyak dibudidayakan sebagian besar petani di Kecamatan Tlogowungu. Tahun 2018 ini luas tanam ubi kayu di Kecamatan Tlogowungu mencapai 3.706 hektar.Salah satu serangga yang berperan sebagai hama penting dalam kegiatan budidaya ubi kayu adalah kutu putih Phenacoccus manihoti. Kutu putih bukan merupakan hama asli dari Indonesia. Kutu putih berasal dari kawasan Amerika Selatan. Tahun 2010 hama kutu putih dilaporkan telah memasuki wilayah Indonesia dan tersebar secara merata di seluruh kawasan. Kerusakan yang terjadi akibat serangan hama kutu putih menyebabkan terjadinya kehilangan hasil sekitar 50%.Kutu ini merupakan serangga Parthenogenesis bisa berkembang biak tanpa kehadiran kutu jantan, kutu putih hanya menghasilkan keturunan betina. Dalam kondisi optimal seekor kutu putih mampu memproduksi 200 – 600 telur yang biasa diletakkan pada permukaan daun bagian bawah. Potensi reproduksi kutu putih lebih tinggi pada tanaman ubi kayu pahit. Induk biasanya akan mati pada 1 – 3 hari setelah bertelur. Kutu putih dewasa memiliki tubuh berwarna merah muda dengan bentuk oval, ditutupi tepung putih berlilin, bagian mata relatif berkembang, dan tungkai berkembang baik dengan ukuran yang sama.Telur berbentuk oval memanjang berwarna kuning keemasan, kelompok telur dibungkus oleh kantung telur yang mudah melekat pada permukaan benda apapun termasuk baju petani yang secara tidak langsung membantu penyebaran kutu putih. Satu siklus hidup kutu putih mulai telur sampai dewasa memerlukan waktu 33 hari. Penyebaran kutu putih juga dapat melalui bantuan angin, hewan dan bahan tanaman ubi kayu yang didistribusikan antar lahan/daerah. Kutu putih tidak mampu terbang untuk berpindah tempat dan akan berada di lahan dengan bertahan pada sisa-sisa bagian tanaman ubi kayu di lahan (daun dan batang). Kutu putih yang bertahan di lahan tersebut akan menjadi sumber infeksi pada pertanaman ubi kayu di musim berikutnya. Merupakan hama yang dominan pada musim kemarau/kering dan populasi hama semakin tinggi jika curah hujan rendah. Kutu putih menyerang dengan cara menghisap cairan pada bagian daun dan pucuk tanaman. Gejala yang timbul akibat serangan tersebut adalah daun mengkerut dan pucuk mengerdil hingga menyerupai bunga, ketidanormalan daun dan tunas, daun menguning dan keriput/keriting, mati pucuk, melemahnya batang sehingga tidak dapat digunakan untuk bibit, memendeknya ruas batang. Serangan yang berat dapat mengakibatkan daun tanaman habis. Kerusakan akan lebih buruk jika terjadi pada musim kemarau dan terjadi di daerah kering. Di sekitar kutu putih biasanya dapat ditemukan kelompok semut yang tertarik akan embun jelaga yang dikeluarkan oleh kutu putih sehingga semut dapat digunakan sebagai indikator keberadaan kutu putih. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah menggunakan bahan tanam ubi kayu dari daerah yang sama untuk mencegah bahan tanam yang terinfeksi ke daerah lain. Membiarkan lahan tanpa tanaman/bera selama satu bulan sebelum tanam, terutama pada lahan yang selalu ditanami ubi kayu sepanjang tahun. Menggunakan pupuk kandang atau pupuk lainnya yang mampu mengurangi dampak negatif serangan kutu putih karena tingkat kesuburan tanaman meningkat. Menggunakan bibit stek yang sehat dan bebas dari kutu putih. Menanam ubi kayu di awal musim hujan. Merendam stek batang bahan tanam dengan insektisida (bahan aktif imidacloprid, thiamethoksam). Upaya pengendalian juga dapat dilakukan dengan penyemprotan dengan air deterjen/pestisida pada bagian terserang dengan tekanan tinggi agar kutu terhempas. Penulis : Basri, SP (PPL BPP Tlogowungu)Sumber : Sulistiyo Dwi Setyorini (http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/infotek/mengenal-hama-kutu-putih-pada-ubi-kayu/)