Penulis : Ferdareny, SP (Penyuluh Pertanian Muda) Kab. Tabalong KalselPraktis, langsung pakai. Begitulah yang ada dibenak petani tentang pestisida kimia. Memang perlu proses pembuatan pestisida yang ramah lingkungan dan tidak menyebabkan kekebalan pada hama. 23 Agustus 2017 yang lalu, dilakukan demonstrasi pembuatan pestisida nabati pada kelompok tani Karya Bersama I Desa Puain Kanan yang difasilitasi penyuluh bersama pengamat hama. Sebenarnya cara-cara ini sudah lama dilakukan oleh nenek moyang kita saat melakukan pengendalian hama penyakit tanaman padi. Namun saat itu, belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan tingkat keberhasilannya. Nah, sekarang saat petani sudah mulai ketergantungan terhadap produk pestisida kimia maka sudah saatnya kita mulai ubah mindset nya. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman (sumber : Wikipedia)Prospek pengembangan pestisida nabati masih sangat menjanjikan, banyak hal yang bisa dihematdengan menggantikan pestisida sintesis dengan pestisida nabati yang bisa dibuat atau diproduksi sendiri.Dewasa ini, penggunaan pestisida kimia dalam bidang pertanian menjadi masalah yang serius. Petani secara rutin melakukan penyemprotan 3 - 7 hari sekali untuk mencegah serangan hama dan penyakit serta kegagalan panen. Hampir semua petani melakukan pencampuran 2 – 6 macam pestisida dan melakukan penyemprotan 21 per musim tanam (Adiyoga, 2001).Kebiasaan tersebut memicu timbulnya beberapa dampak negatif anatara lain: polusi lingkungan, perkembangan serangga menjadi resisten, resurgen ataupun toleran terhadap pestisida (Moekasan dkk, 2000).Sudarmo (2005), menyatakan bahwa perlu dicari pestisida alternatif untuk menggantikan pestisida kimia tersebut. Salah satunya adalah penggunaan senyawa kimia alami yang berasal dari tanaman yang dikenal dengan pestisida nabati.Lebih lanjut Hasyim A, dkk (2010), menyatakan tanaman yang potensial sebagai pestisida nabati umumnya mempunyai karakteristik rasa pahit (mengandung alkaloid dan terpen), berbau busuk dan berasa agak pedas. Tanaman ini jarang diserang oleh hama sehingga banyak digunakan sebagai ekstrak pestisida nabati dalam pertanian organik.Penerapan pestisida nabati di lapangan pastinya dilakukan dengan campuran bahan lain dan dibuat dalam bentuk ramuan seperti membuat jamu. Ramuan pestisida ini tidak menjamin berhasil atau efektif di semua lokasi atau daerah. Dengan cara sederhana maka petani dapat membuat sendiri ramuan pestisida nabati yang dibutuhkan.Dalam penggunaanya, pestisida nabati cenderung bersifat mudah terurai di alam, residunya cepat hilang, tidak mencemari lingkungan, dan aman bagi makhluk hidup. Selain itu, pestisida nabati memiliki kandungan bioaktif yang kurang kuat sehingga daya bunuhnya lemah. Oleh karena itu, pestisida ini lebih tepat disebut sebagai pestisida pengendali pathogen dan bukan sebagai pembasmi patogen (Setiadi, 2012).Ramuan untuk mengendalikan hama serangga secara umumBahan: EM4 1 LiterCuka 250 mlAlkohol 25o mlGula 0.5 kgAir cucian beras pertama 1 LiterRempah-rempah (jahe, tembakau, lengkuas, serai, daun sirsak, kunyit) berjumlah 3 kg.Proses pembuatan:Semua rempah dihaluskan, masukkan ke dalam jerigen. Tambahkan cuka, alcohol, EM4, gula pasir dan air cucian beras lalu tutup rapat. Diamkan selama 15 hari. Setiap pagi dan sore dilakukan pengocokan lalu tutup rapat lagi. Bila larutan sudah tidak mengeluarkan gas lagi, maka hentikan pengocokan. Lalu biarkan 7 hari lagi tanpa dikocok. Setelah itu bisa diaplikasikan.Aplikasi:Saring larutan dan takar 1 gelas aqua per tangki. Lakukan penyemprotan setiap 3 hari sekali baik untuk pencegahan maupun pengendalian hama. Adapun manfaat pestida nabati diantaranya mencegah ledakan hama jika dilakukan sejak di persemaian. Kedua akan menjadikan telur tidak bisa menetas menjadi nimfa/larva. Ketiga meskipun dilakukan aplikasi yang sering tidak akan menyebabkan efek samping. Keempat, diperkirakan 1 jerigen pestisida nabati ini cukup untuk sekali musim tanam. Bagaimana, hemat bukan? Jadi, marilah kita pelan-pelan beralih pada pestisida nabati.