Loading...

HAMA PENYAKIT BAWANG PUTIH

HAMA PENYAKIT BAWANG PUTIH
HAMA PENYAKIT BAWANG PUTIH Kehadiran hama dalam budidaya bawang putih menjadi ancaman yang serius bagi petani. Banyak petani bawang putih yang hasil panenya berkurang, dan bahkan kehilangan hasil karena disebabkan oleh hama dan penyakit. Oleh karena itu, petani harus banyak belajar terkait cara mengatasi hama dan penyakit pada budidaya bawang putih. Hal tersebut dimaksudkan supaya petani tidak kehilangan hasil panenya karena hadirnya hama dan penyakit yang mengganggu tanaman. Berikut ini adalah hama bawang putih beserta cara pengendalianya : Nematoda akar (Ditylenchus dipsaci) Hama nematoda akar menyerang pangkal titik tumbuh dan umbi yang mengakibatkan umbi mejadi lunak, pangkal titik tumbuh membengkak dan ujung akar mengering serta keriting. Akibatnya tanaman tidak bisa menyerap unsur hara dari dalam tanah, sehingga tanaman tumbuh kerdil. Serangan lebih lanjut, daun menggulung, berlipat, kemudian menguning dan pada akhirnya mati. Pengendalianya dengan cara rotasi tanam, sanitasi lahan dengan cara memusnahkan tanaman yang terserang, pengolahan lahan secara tepat. Menggunakan agens Beauveria basiana bersamaan penggunaan kompos. Selain itu dapat menggunakan Nematisida. Ulat grayak (Spodoptera exigua) Spodoptera exigua merupakan jenis hama yang memiliki beberapa variasi warna, antara lain hijau, coklat muda dan hitam kecoklatan. Hama ini memiliki ukuran tubuh sekitar 2,5 cm.Imago sering meletakkan telurnya pada permukaan daun bawang, dan telur berbentuk oval. Tanaman yang terserang, daun tampak terkulai layu dan berwarna putih transparan, dikarenakan ulat ini memakan bagian dalam daun yang lunak dan menyisakan lapisan epidermisnya saja, sehingga daun tampak tipis. Cara pengendalian: Lakukan rotasi tanam dengan tanaman yang bukan inang, sanitasi lahan dan atur jarak tanam supaya jangan terlalu dekat. Mengambil daun yang terserang, kemudian musnahkan dengan cara dibakar. Pengumpulan kelompok telur, masukkan dalam tabung bambu, dengan harapan parasitoid akan mengendalikan secara alami. Gunakan insektisida jika diperlukan dengan dosis penggunaan secara tepat, dan lakukan penyemprotan pada waktu yang tepat. Seperti yang kita tahu bahwa hama ini aktif di malam hari, maka lakukan penyemprotan pada waktu sore menjelang malam. Kutu bawang (Thrips tabaci) Thrips tabaci merupakan jenis hama yang memiliki ukuran sangat kecil, sehingga susah untuk dilihat secara kasat mata. Apabila telah dewasa hama ini berukuran lebih dari 1 mm, dan berwarna kuning pucat, coklat , atau hitam. Semakin rendah suhu pada suatu lingkungan akan membuat hama ini berwarna semakin gelap. Hama thrips jantang tidak memiliki sayap, sedangkan yang betina memiliki dua buah sayap halus dan berumbai. Hama menyerang bawang putih baik masih dalam bentuk larva maupun dewasa. Hama ini juga menyerang tanaman bawang merah dengan cara menghisap bagian cairan daun dan juga bagian lain dari tanaman tersebut. Tanaman bawang putih yang terserang, daunnya menjadi kuning, berkerut atau keriting, dan pada akhirnya akan layu, umbinya kecil dan kualitasnya rendah. Cara pengendalianya: Gunakan agens Beauveria basianadengan cara disemprotkan, dapat pula menggunakan insektisida sitemik yang bekerja dari dalam tanaman dan meracuni serangga yang menghisap cairan tanaman. Ulat tanah (Agotis Ipsilon) Agotis Ipsilonberwarna coklat tua sampai kehitaman pada bagian punggungnya, dan pada bagian perut berwarna lebih muda.Terdapat garis hitam dan tonjolan yang lebih muda pada bagian punggung ulat tersebut. Memiliki ukuran sekitar 3,5 cm dan aktif pada malam hari, dan pada siang bersembunyi didalam tanah. Ulat ini menyerang tanaman dengan cara memotong bagian pangkal tanaman, dan keberadaanya tidak jauh dai tanaman yang terserang. Biasanya apabila tanah di sekitar tanaman dikorek-korek, maka akan ditemukan larva tersebut. Yang menjadi tanaman inang ulat tanah ialah tanaman muda, seperti halnya jagung, cabai, dan tomat. Cara pengendalian ulat tanah, yaitu dengan cara mencari larva tersebut dan memusnahkanya, lakukan rotasi tanam. Selain itu, ketika buka lahan bersihkan sisa tanaman dan genangi air. Penggunaan agens Metharizium anisopliae sangat disarankan bersamaan pemberian kompos. Jika diperlukan gunakan insektisida karbofuran. Berikut ini adalah Penyakit bawang putih beserta cara pengendalianya : 1 .Layu Fussarium (Fussarium oxysporum) Layu fussarium merupakan penyakit yang disebabkan oleh cendawan fussarium oxyporum.Cendawan ini menginfeksi tanaman bawang putih melalui luka-luka yang terjadi pada tanaman. Luka tersebut sepertihalnya pada akar disebabkan pendangiran yang kurang berhati-hati, luka karena hama, pemangkasan, dan lain-lain. Penyakit ini juga dapat menyerang umbi bawang putih setelah panen atau pada waktu penyimpanan, dimana serangan tersebut dicirakan dengan permukaan pada bagian yang terserang tampak basah, kemudian umbi akan menjadi lunak dan pada akhirnya berwarna coklat membusuk. Serangan yang terjadi pada umbi ini biasanya dikarenakan penanganan panen dan pasca panen yang kurang baik. Gejala serangan penyakit ini diawali dengan daun-daun yang mulai layu dari ujung berwarna kuning dan melengkung, tanaman terlihat terkulai seperti akan roboh, jika dibongkar pada umbi akan tampak koloni jamur berwarna putih. Jika penyakit ini bersumber dari benih yang digunakan, maka akan nampak pada tanaman setelah berumur 10 hari setelah tanam. Sedangkan apabila penyakit ini ditularkan dari tanah, maka akan terlihat setelah tanaman berumur 3 minggu setelah tanam. Cara pengendalianya, yaitu cabut dan musnahkan tanaman yang terserang, gunakan mulsa plastik dan lakukan pendangiran dengan hati-hati.Rotasi tanaman bukan inang sangat disarankan. Lakukan sanitasi lahan, dan kondisikan draenase sebaik mungkin. Gunakan pupuk yang mengandung agens Trichoderma sp atau Gliocladium sp yang ditaburkan pada bedengan sebelum tanam.. Bercak Ungu (Alternaria porri) Bercak ungu merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Alternaria porri.Penyakit ini mulai menyerang sejak tanaman muda sampai fase pembentukan umbi. Gejala awal penyakit bercak ungu ditandai munculnya bercak putih yang kemudian membesar dan tampak bercincin serta warnaya menjadi ungu. Sedangkan pada bagian tengah terdapat bintik berwarna hitam yang dikelilingi warna kuning yang dapat meluas. Pada cuaca yang lembab bercak ini tertutup oleh jamur yang berwarna coklat tua kehitam, dan pada serangan yang parah akan menyebabkan daun dan batang semu menjadi kering. Peyebaran penyakit ini melalui hembusan angin, tanah, air, maupun dari alat pertanian yang terkontaminasi oleh spora jamur. Cara pengendalian, dengan memangkas bagian tanaman yang terserang penyakit bercak ungu kemudian memusnahkanya. Lakukan rotasi tanam yang bukan merupakan tanaman inang, lakukan sanitasi lahan, dan kondisikan draenase sebaik mungkin. Gunakan pupuk yang mengandung agens Trichoderma sp atau Gliocladium sp yang ditaburkan pada bedengan sebelum tanam.. Embun tepung (Perenospora destructor) Embun tepung merupakan penyakit yang menyerang tanaman jenis bawang-bawangnan dan disebabkan oleh cendawan Perenospora destructor. Penyakit ini ditularkan melalui angin dan biasanya berjangkit pada masa awal pembentukan umbi. Gejala dari embun tepung, ditandai dengan munculnya bintik-bintik abu-abu atau hijau pucat pada bagian ujung daun yang terserang. Ketika kelembaban tinggi dan turun hujan, maka bintik-bintik akan cepat melebar dan berubah warna menjadi ungu, kemudian tanaman akan mati. Kondisi lingkungan yang optimum untuk perkembangan penyakit ini yaitu suhu 150C dengan kelembaban yang tinggi selama 6-12 jam. Cara pengendalian penyakit ini dengan cara memangkas pada bagian tanaman yang sakit kemudian memusnahkanya. Gunakan pupuk yang mengandung agens Trichoderma sp atau Gliocladium sp yang ditaburkan pada bedengan sebelum tanam.