Loading...

Hama putih palsu ( leaffolder) Cnaphalocrocis medinalis (Guenée)

Hama putih palsu ( leaffolder) Cnaphalocrocis medinalis (Guenée)
Disusun Oleh : Suhargo Wijayatmoko PPL Kec. Prambanan Klaten Hama putih palsu jarang menjadi hama utama padi. Serangannya menjadi berarti bila kerusakan pada daun pada fase anakan maksimum dan fase pematangan mencapai >50%. Kerusakan akibat serangan larva (ulat/"uler") hama putih palsu terlihat dengan adanya warna putih pada daun di pertanaman (Daun berwarna putih transparan seperti plastik bening dan terlipat akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh larva hama putih palsu).Hama putih palsu biasanya menjadi hama penting pada tanaman padi yang dipupuk berat. Ledakan populasi/jumlah dapat terjadi pada musim tanam setelah melewati musim kemarau yang panjang.Ulat Leaffolder lipat daun padi di sekitar mereka dan melampirkan margin daun bersama dengan helaian sutra. Mereka makan di dalam daun yang dilipat menciptakan garis-garis putih dan transparan memanjang pada daun. Larva/ulat makan jaringan hijau daun dari dalam lipatan daun meninggalkan permukaan bawah daun yang berwarna putih. Siklus hidup hama ini 30-60 hari. Tanda pertama adanya infestasi hama putih palsu adalah kehadiran ngengat berwarna kuning coklat (penyebab munculnya ulat/uler) yang memiliki 3 buah pita hitam dengan garis lengkap atau terputus pada bagian sayap depan. Pada saat beristirahat, ngengat berbentuk segi tiga. Untuk mengendalikan hama putih palsu perlu beberapa upaya antara lain; pemeliharaan tanaman sebaik mungkin agar pertanaman tumbuh secara baik, sehat, dan seragam, pergunakan insektisida (bila diperlukan) berbahan aktif fipronil atau karbofuran (Merek dagang : furadan, regent, trebon 95 EC, winder 25 WP, spontan 400 SL, destar 50 EC), jangan menggunakan insektisida sampai tanaman berumur 30 hari setelah tanam pindah atau 40 hari sesudah sebar benih, dan tanaman padi yang terserang pada fase ini dapat pulih apabila air dan pupuk dikelola dengan baik. Penyusun BPP Kec. Prambanan Klaten