Loading...

HAMA SALAK

HAMA SALAK
Salak , dikenal dlam bahasa inggris sebagai snake fruit, berasal dari Indonesia, Malaysia dan Thailand. Disebut snake fruit karena kulit luarnya seperti sisik ular. Tanaman ini tumbuh dengan tinggi hanya 3-6 meter dan memiliki tangkai daun yang berduri, buahnya tumbuh dalam tandan yang mana setiap tandannya berisi sekitar 20 buah. Setiap buah berisi 3 bagian, yang mana 2 besar dan memiliki biji dan satu kecil tanpa biji. Buah salak dagingnya berwarna putih kekuningan dan terasa manis atau asam manis tergatung varietasnya. Salak mengandung nutrisi antara lain protein, karbohidrat, beta-karotin, vitamin C, serat, besi, kalsium, fosfor yang penting bagi kesehatan manusia. Kandungan beta-karotin yang tinggi pada buah salak menjadi antioksidan yang kuat untuk mencegah penyakit kanker, kardiovaskular dan stroke. Buah salak juga berguna untuk wanita hamil, sebagai obat mata, menjaga kebugaran tubuh, menjaga level darah, dll. Hama yang sering menyerang tanaman salak adalah : Kumbang salak Kumbang ini berasal dari asia yang kemudian menyebar ka afrika dan eropa. Hama ini biasanya menyerang bagian pucuk tanaman salak sehingga lama-lama pucuk tanaman menjadi layu, mongering dan mati. Infeksi bakteri pada tanaman terserang akan mempercepat proses pembusukan dan sekaligus mempercepat kematian tanaman Pengendalian hama ini pada tanaman salak adalah dengan menggunakan insektisida sistemik melalui batang tanaman atau secara mekanis dengan menebang tanaman salak yang terserang kemudian membakarnya. Sanitasi lingkungan dilakukan dengan membersihkan lokasi pertanaman dengan membersihkan batang-batang pohonyang menjadi tempat pembiakan kumbang moncong. Harus terus dijaga agat batang tanaman tidak terluka karena luka pada batang dapat menjadi tempat peletakan telur hama ini. Ulat Putih Tebu Ulat kumbang ini selain menyerang tebu dan merupakan hama yang sangat berbahaya bagi tanaman tebu, juga dapat menyerang atau merusak tanaman tanaman kelapa, papaya dan sengon juga tanaman lain / tanaman salak. Serangan Ulat Putih tebu pada tanaman salak Ulat kumbang/ulat putih tebu yang menyerang tanaman salak dengan serangan berat pada tanaman salak akan menunjukan gejala berupa daun menjadi layu, kemudian menjadi kering dan akhirnya tanaman salak tersebut mati, dan apabila serangan ulat tersebut ternyata tanaman salak tidak mati maka dampaknya akan mengakibatkan produksi tanaman salak menjadi menurun. Pengendalian Hama Ulat putih tebu Dalam melaksanakan pengendalian hama ulat putih tebu dengan cara membersihkan lahan perkebunan dari rumput dan sissa daun salak yang merupakan tempat kumbang betina bertelur, dengan kebun salak selalu bersih maka akan terhindar dari serangan hama tersebut, dan untuk menurunkan populasi hama di kebun salak dapat dengan penggunaan patogen jamur Metarhizium anisopliae atau cacing nematoda, Dapat juga dengan cara pengendalian yaitu dengan cara membuat lubang kemudian diisi dengan sisa tanaman dan dicampur dengan insektisida Furadan, ini merupakan pengendalian dengan cara perangkap kumbang karena kumbang yang terperangkap dalam lubang akan mati. Hama yang tingkat serangannya redah yang tidak berbahaya bagi tanaman salak dan tidak memerlukan pengendalian terhadap hama tersebut, jenis hama ini berupa hama kepik lembut, kumbang moncong, dan tikus. Matrei Cyber , tgl 4 Januari 2020 Penulis : Ali Nurdin