Loading...

HAMA UTAMA TANAMAN JAGUNG MANIS DI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

HAMA UTAMA TANAMAN JAGUNG MANIS DI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Oleh : Rahmadia, SPPetugas Pengamat Hama dan OPT Kabupaten Kepulauan Meranti Jagung manis yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Kepulauam Meranti karena harga jual dari komoditas ini cukup tinggi dan permintaan pasar yang cukup tinggi. Budidaya tanaman jagung manis memanglah mudah, namun ada satu hal yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman jagung manis. Jika pembudidaya tidak waspada dengan hal yang satu ini, maka tanaman akan menjadi mati. Jagung manis merupakan tanaman yang rentan pada hama, oleh karena itu cara menanam jagung ini sebaiknya mengikuti cara budidaya jagung yang baik dan benar. Hama yang menyerang tanaman jagung manis di Kabupaten Kepulauan Meranti antara lain :I. Lalat Bibit (Atherigona exiqua)Ciri Biologis : Lalat ini berukuran 3-3.5 dan berwarna abu-abu. Imago biasanya aktif terbang di tanaman jagung pada sore hari. Stadium imago berlangsung selama 2-3 minggu. Imago betina mampu bertelur sebanyak 18-35 butir, lalu diletakan telurnya secara terpencar satu persatu pada daun muda. Telur berukuran 1-1.5 mm dengan bentuk lonjong dan berwarna putih polos. Stadium telur berlangsung selama 2 hari, telur menetas pada malam hari. Larva berbentuk belatung dengan warna putih krem. Ukuran tubuh instar terakhir sekitar 8.5 mm dan bergerak serata melenting melalui cairan. Stadium larva berlangsung selama 16 hari. Pupa terbentuk di dalam tanah dan dibungkus oleh puparium berwarna coklat kekuningan. Stadium pupa berlangsung 4 hari.Kerusakan yang ditimbulkan : Intensitas serangan lalat bibit terjadi dalam konsisi curah hujan dan kelembaban tinggi. Larva berkembang hanya dalam kondisi cuaca sangat lembab. Sehingga hama ini tidak muncul pada musim kemarau. Larva yang baru keluar dari telur masuk ke dalam tiik tumbuh dengan bantuan titik-titik air melalui celah diantara selundang daun dan batang tanaman. Kemudian memakan bagian titik tumbuh tanaman yang akhirnya menjadi busuk dan mati. Daun yang terserang akan menjadi menguning dan mudah dicabut.Pengendalian :a. Rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang. Tanaman inang lalat bibit diantaranya adalah padi.b. Tanaman serempak pada areal yang luasc. Melakukan sanitasi dari sisa tanaman dan gulma yang dapat menjadi inang alternative dari hama inid. Menaburkan insektisida berbentuk butiran. Miisalnya Furadan 3G kedalam pucuk jagung pada saat tanaman berumur 5-7 hari. II. Penggerek Batang (Ostrinia furnacalis)Ciri Biologis : Imago berupa ngengat kecil berwarna coklat kekuningan yang biasanya beterbangan di tamanan jagung pada malam hari. Imago betina meletakkan telur secara berkelompok (90 butir perkelompok) dipermukaan bawah tiga daun teratas. Imago bertelur pada saat tanaman menjelang berbunga. Telur berbentuk lonjong dengan warna kuning keputihan. Stadium telur berlangsung selama 3-5 hari. Larva berwarna kuning yang berbintik coklat. Stadium larva berlangsung selama 18 hari. Pupa berbentuk di dalam liang gerak dekat kulit batang. Pupa berwarna coklat gelap dengan lama stadium 6 hari.Kerusakan yang ditimbulkan : hama ini cenderung menyerang batang tanaman muda. Larva yang baru keluar dari telur langsung menggerek daun permukaan bawah. Selanjutnya larva menuju tulang daun utama dan membuat liang gerek pada batang dibawah buku. Lalu menggerek ke atas dan keluar lagi sebelum sampai pada pangkal buku diatasnya. Sehingga luas gerekan pada batang dibatasi oleh buku-buku tanaman. Di dalam satu buku mungkin terdapat lebih dari satu larva. Larva kadang-kadang juga menggerek bagian dalam tongkol tanpa menyerang bijinya, pada bunga jantan hingga tangkainya patah.Pengendalian :a. Rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang, sebaiknya lahan tidak ditanami jagung selama 2 bulanb. Tanaman serempak pada areal yang luasc. Melakukan sanitasi dengan memusnahkan sisa tanaman dan menyiangi gulma agar tidak menjadi inang sementara.d. Mengunakan musuh alami berupa parasitoid telur (Trichogramma, sp) serta dengan predator larva instar 1 dan 2 dengan semut dan cocopet.e. Dengan menggunakan insektisida. III. Ulat Grayak (Laphygma exempta, Sposoptera mauritia, dan Leucania unipuncta)Ciri Biologis : Imago berupa ngengat aktif pada malam hari.Imago betina mampu bertelur sebanyak 1500 butir. Telur dipermukaan bawah daun dan dilapisi oleh bulu-bulu halus. Larva pada siang hari bersembunyi di dalam tanah dan aktif pada malam hari. Larva hidup bergerombol dan berpindah-pindah.Kerusakan yang ditimbulkan : Serangan hebat hama ini biasanya terjadi pada musim kemarau. Ulat grayak sangat menyenangi tanaman jagung muda berumur 1 bulan. Pucuk tanaman simakan habis hingga tidak tertolong lagi.Pengendalian :a. Rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang.b. Menguunakan musuh alami berupa parasitoid, predator maupun pathogen seperti NPV, Beauveria basiana.c. Menggunakan insektisida, misalnya Azodrin 15 WSC. IV. Ulat Penggerek Tongkol (Heliothis armigera)Ciri Biologis : Imago berupa ngengat aktif pada malam hari dan menyulai sinar ultraviolet .Imago betina mampu bertelur sebanyak 2000 butir dan biasanya bertelur pada tanaman yang sedang berbunga. Telur diletakkan secara terpencar di pucuk tanaman atau pada rambut tongkol. Telur berwarna putih, dan tampak jelas terlihat pada rambut tongkol. Bila hujan lebat, telur mudah tersapu dari tempat tersebut. Larva mempunyai warna beraneka ragam, dari hijau kekuningan, hijau polos, kecolatan atau kehitaman. Tubuh larva ditutupi bulu-bulu kecil. Larva bersifat kanibal dan sifat kanibalisme ini mampu menekan populasi larva. Larva berubah menjadi pupa di dalam tanah.Kerusakan yang ditimbulkan : Larva setelah keluar dari trlur langsung menyerang daun dan tongkol. Tongkol varietas jagung yang memiliki klobot tertutup rapih akan dimasuki sekelompok larva melalui lubang yang berlainan setelah terlebih dahulu menggerek lembaran klobot. Apabila hama ini sampai memakan rambut tongkol akan mengakibatkab tidak berbentuknya biji.Pengendalian :a. Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang.b. Menanam tanaman secara serempakc. Sanitasi tanaman inang dan gulmad. Penggunaan musuh alami dengan parasitoid telur, dan menggunakan entomopatogen seperti NPV dan Bacillus thuringiensis.e. Pengendalian dengan insektisida apabila tingkat kerusakan tinggi (melewati ambang ekonomi)